Bahasa Arab sebagai Media Komunikasi Tuhan dengan Manusia

Bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an, sedangkan Al-Qur’an merupakan Kitab Suci agama Islam. Dengan demikian bahasa Arab layak disebut bahasa agama Islam.


padi-attaqwa.com

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer (manasuka), yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Sebuah peribahasa menuturkan bahwa bahasa menunjukkan bangsa. Artinya budi bahasa atau perangai serta tutur kata menunjukkan sifat dan tabiat seseorang; baik buruk kelakukan menunjukkan tinggi rendah asal atau keturunan.

Bahasa Arab adalah bahasa Semit yang digunakan bangsa-bangsa di Jazirah Arab dan Timur Tengah, yakni Saudi Arabia, Suriah, Yordania, Irak, Mesir, dan sebagainya. Keistimewaan bahasa Arab, antara lain, sejak zaman dahulu hingga saat ini bahasa Arab merupakan bahasa yang hidup; bahasa Arab adalah bahasa yang lengkap dan luas untuk menjelaskan tentang ketuhanan dan keakhiratan; bentuk-bentuk kata dalam bahasa Arab mempunyai tasrif (konjugasi) yang amat luas, hingga mencapai ribuan bentuk perubahan.

Bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an, sedangkan Al-Qur’an merupakan Kitab Suci agama Islam. Dengan demikian bahasa Arab layak disebut bahasa agama Islam. Allah swt memilih bahasa Arab sebagai media penyampai pesan-pesan-Nya. Allah swt pun mengutus Nabi Muhammad saw berbahasa Arab supaya dapat menjelaskan pesan-pesan tersebut kepada umatnya. Hal ini sejalan dengan firman Allah swt.,

Alif Lam Ra`. Itulah ayat-ayat Kitab Al-Qur’an yang jelas. Kami menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa Arab, supaya kamu dapat mengerti. (QS 12:1-2)

Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al-Qur’an dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan tentang hari berkumpul yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka. (QS 42:7).

Sungguhpun berbahasa Arab, namun Al-Qur’an tak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun dengan sempurna. Hal itu karena selain makna dasar yang melekat pada setiap kosakatanya, Allah swt memuatkan makna tak terbatas pada kosakata-kosakata Al-Qur’an tersebut dengan gagagan tertentu, seperti taqwa, sabar, tawakal, iman, islam, istiqamah, jannah, dan nar.

Allah swt menegaskan dalam beberapa ayat bahwa Al-Qur’an diwahyukan berbahasa Arab.

Ha` Mim. Demi Kitab Al-Qur’an yang menerangkan. Sesungguhnya Kami menjadikan Al-Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memahaminya. Sesungguhnya Al-Qur’an itu dalam Induk Al-Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami; benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah. (QS 43:1-4).

Demikian Kami menurunkan Al-Qur’an sebagai peraturan yang benar dalam bahasa Arab. Kalau engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu disampaikan kepadamu, maka bagimu tak ada pelindung dan pemelihara. (QS 13:37).

Salah satu karakter bahasa Arab Al-Qur’an adalah jelas dan terang. Boleh jadi pengkaji karya-karya keislaman menemukan ayat-ayat Al-Qur’an pada umumnya lebih mudah dipahami daripada uraian para ulama mengenai pokok-pokok ajaran Islam tentang akidah, ibadah, mu’amalah maupun akhlak beserta cabang-cabangnya.

Keagungan Al-Qur’an tergambar dalam firman Allah swt berikut.

Jika ada sebuah Kitab yang dengan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, tentu Al-Qur’an itulah, tetapi perintah atas segalanya ada pada Allah. Bukankah orang-orang yang beriman mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki, tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Akan tetapi orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana karena perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi di dekat rumah mereka, hingga datang janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (QS 13:31).

Fungsi Al-Qur’an adalah sebagai petunjuk dan pedoman hidup manusia. Orang-orang beriman bertugas menyampaikan pesan-pesan Allah swt dalam Al-Qur’an kepada sesama.

Demikianlah Kami menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa Arab dan Kami terangkan di dalamnya beberapa peringatan, supaya mereka bertakwa atau membuat mereka ingat kepada Allah. Maha Tinggi Allah Raja Yang Sebenarnya. Janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al- Quran sebelum selesai diwahyukan kepadamu, tetapi katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu.” (20:113-114).

Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quran ini segala macam perumpamaan, supaya mereka dapat pelajaran. Al-Qur’an dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan, supaya mereka bertakwa. (39:27-28).

Ha` Mim. Kitab ini diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui, Yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling, tidak mau mendengarkan. (QS 41:1-4).

Sebelum Al Quran itu telah ada Kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Al-Qur’an ini Kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang yang berbuat baik. (QS 46:12).

Siapa saja yang memperlajari Islam, baik muslim maupun non-muslim, niscaya mempelajari bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an. Untuk memudahkan belajar bahasa Arab, lebih spesifik lagi mempelajari Al-Qur’an, seseorang niscaya mampu membaca Al-Qur’an. Berbagai metode pembelajaran bahasa Arab telah dikembangkan sedemikian rupa, sebagaimana metode-metode pembelajaran bahasa lainnya sebagai bahasa kedua atau bahasa asing.

Mempelajari bahasa Arab dan Al-Qur’an dengan demikian bukan sekadar untuk ilmu, tetapi lebih dari itu, untuk amal.[]

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
2
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
0
Keren
Terkejut Terkejut
1
Terkejut
Muhammad Chirzin

Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, M.Ag. Guru Besar Tafsir Alquran UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Anggota tim penyusun Tafsir Tematik Litbang Kemenag RI dan tim penyusun draft revisi Alquran dan Terjemahnya Tim Kemenag RI 2017. Telah menulis lebih dari 50 buku tentang Alquran.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Kajian

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals