Mengenal Varian Makna Kata Malik dalam Al-Qur’an

Al-Qur’an sebagai kitab suci memiliki daya tarik tersendiri. Ia (Al-Qur’an) bagaikan lautan ilmu pengetahuan, siapa yang berusaha maka dia akan beruntung.


Di antara kemurahan Allah Swt kepada makhluknya, diutusnya seorang Rasul yang diberikan kepadanya kitab suci (Al-Qur’an). Dengan kitab suci yang diturunkan kepadanya, ia membimbing manusia untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah Swt., memberikan kabar gembira akan janji-janji-Nya dan menyampaikan peringatan akan ancaman-ancaman-Nya. Al-Qur’an adalah kitab suci yang tidak diragukan lagi kebenarannya.

Al-Qur’an sebagai kitab suci memiliki daya tarik tersendiri. Ia (Al-Qur’an) bagaikan lautan ilmu pengetahuan, siapa yang berusaha maka dia akan beruntung, menemukan hal-hal yang istimewa didalmnya. Isinya tidak hanya mengandung kisah-kisah, pelajaran-pelajaran, tuntunan kehidupan, bahkan lebih dari itu. Setiap kosa katanya mengandung makna yang beragam.

Salah satu contohnya adalah kata malik yang biasanya diartikan sebagai Raja. Tapi apakah memang makna dari kata malik hanya Raja? Maka disini penulis mencoba melihat lebih jauh terkait makna malik dalam Al-Qur’an, berikut penjelasannya.

  • Makna Dasar Malik

Kata malik مَلِك’ adalah bentuk mufrad dan jamaknya adalah مُلوك yang berarti sang pemilik. Dalam KBBI ‘malik’ berarti orang yang mempunyai : orang yang memiliki, tuan, raja.

Sedangkan dalam mu’jam al-Lughah al-‘Arabiyyah al-Ma’ashirah yang dikarang oleh Ahmad Mukhtar Abdul Hamid, kata malik memiliki beberapa makna : pertama  sifat yang menunjukkan ketetapan dari pemilik sesuatu, kedua orang yang memiliki wewenang dalam memerintah masyarakat/sebuah negeri, ketiga salah satu dari asma’husna’ Allah SWT yang bermakna sang pemilik mutlak yang maha segalanya.

Malik artinya adalah sang pemilik. Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa hakikat kepemilikan semuanya dikembalikan kepada Allah semata. Dia adalah sang pemilik asli, dan kepada-Nya segala sesuatu dikembalikan. Bahkan jiwa dan raga kita sebagai manusia adalah milik-Nya, makanya Dia sebagai pemilik nantinya akan meminta pertanggungjawaban atas apa yang telah Dia berikan kepada Kita (Segala makhluk ciptaannya).

Baca juga: Bahasa Arab Sebagai Media Komunikasi Tuhan dengan Manusia
  • Bentuk kosakata Malik dan derivasinya dalam Al-Qur’an.

Adapun bentuk kosa kata malik dan derevasinya yang penulis temukan dalam kitab yang dikarang oleh Muhammad Fuad al-Baqi, al-Mu’jam al-Mufahrash lialfaazhil qur’an al-Karim yakni : Pertama dalam bentuk Fi’il Madhi dengan 2 varian, malakat (مَلَكَتْ) disebutkan sebanyak 14 kali dalam 7 surah yang berbeda, dan malaktum (ملَكْتُم) disebutkan sebanyak 1 kali dalam surah An-Nur {24} : 61.

Kedua dalam bentuk Fi’il Mudhari’ dengan 6 varian, amliku (أَملِكُ) disebutkan sebanyak 5 kali dalam 5 surah yang berbeda, tamliku (تَمْلِك) disebutkan sebanyak 2 kali dalam 2 surah yang berbeda, tamlikuhum (تَملكهم) disebutkan sebanyak 1 kali dalam surah An-Naml {27} : 23, tamlikuna (تملكُونَ) disebutkan sebanyak 2 kali dalam 2 surah, yamliku(يَملكُ) disebutkan sebanyak 4 kali dalam 3 surah yang berbeda, yamlikuna (يَملكُون) disebutkan sebanyak 8 kali dalam 7 surah yang berbeda.

Ketiga dalam bentuk Ism Fa’il dengan 3 varian, maalik (مالك) disebutkan 3 kali dalam 3 surah yang berbeda, maalikuna (مالكون) disebutkan 1 kali dalam surah Yasin {36} : 71, maliikin (مَلِيْكٍ) disebutkan 1 kali dalam surah Al-Qamar {54} : 55.

  • Makna Relasional Malik dalam Al-Qur’an

Kata malik dalam Al-Qur’an mempunyai beberapa makna relasional, diantaranya  menurut ar-Raghib al-Asfahany, yaitu :

1. Malik dengan makna yang memiliki wewenang pada hari pembalasan (yaitu Allah SWT).  Allah SWT berfirman (QS. Al-Fatihah {1}: 4) :

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (4)

“Yang menguasai di Hari Pembalasan.”

Baca juga: Memahami Makna Tafsir dan Terjemah Al-Qur’an

2. Malik dengan makna Raja diatas segala raja (pemilik hakiki).  Allah SWT berfirman (QS. Ali-Imran {3}: 26) :

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (26)

“Katakanlah (Muhammad),“Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu”.

2. Malik dengan makna pemilik sementara (bentuk dari memberikan amanah). Allah SWT berfirman (QS. An-Nur {24} : 61 :

لَيْسَ عَلَى الْأَعْمَى حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْمَرِيضِ حَرَجٌ وَلَا عَلَى أَنْفُسِكُمْ أَنْ تَأْكُلُوا مِنْ بُيُوتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ آبَائِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أُمَّهَاتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ إِخْوَانِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَخَوَاتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَعْمَامِكُمْ أَوْ بُيُوتِ عَمَّاتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَخْوَالِكُمْ أَوْ بُيُوتِ خَالَاتِكُمْ أَوْ مَا مَلَكْتُمْ مَفَاتِحَهُ…..(61)

“ Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu, makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudara-saudaramu yang perempuan, di rumah saudara-saudara bapakmu yang laki-laki, di rumah saudara-saudara bapakmu yang perempuan, di rumah saudara-saudara ibumu yang laki-laki, di rumah saudara-saudara ibumu yang perempuan, (di rumah) yang kamu miliki kuncinya………”

3. Malik yang berarti bukan pemilik hakiki, melainkan dia yang bergantung, (dalam hal ini dia tidak memiliki kuasa atas dirinya sendiri, termasuk dalam hal ini dia tidak dapat memilih kapan dia hidup dan kapan ia wafat)[1]. Allah SWT berfirman QS. Al-Furqan {25} : 3 :

وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً لَا يَخْلُقُونَ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ وَلَا يَمْلِكُونَ لِأَنْفُسِهِمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا يَمْلِكُونَ مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا (3)

“Namun mereka mengambil tuhan-tuhan selain Dia (untuk disembah), padahal mereka (tuhan-tuhan itu) tidak menciptakan apa pun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) bahaya terhadap dirinya dan tidak dapat (mendatangkan) manfaat serta tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan”.

Terakhir, sebagai kesimpulan ternyata kata malik dalam Al-Qur’an tidak hanya bermakna Raja, akan tetapi juga mempunyai makna yang lain seperti yang telah disebutkan diatas.

Semoga tulisan ini dapat memotivasi setiap pembaca untuk terus giat dalam mengkaji Al-Qur’an. Wallahu a’lam bishawab.

Baca juga: Menjadi Generasi Qur’ani

Referensi :

Ahmad Mukhtar Abdul Hamid Umar, Mu’jam al-Lughah al-‘Arabiyyah al-Ma’ashir (maktabah shamila)https://al-maktaba.org/

Husain bin Muhammad dikenal dengan ar-Raghib al-Ashfahani  al-Mufradat fi Gharib Al-Qur’an(maktabah shamila)https://al-maktaba.org/

Muhammad Fuad al-Baqi, al-Mu’jam al-Mufahrash lialfaazhil qur’an al-Karimhttps://waqfeya.net/book.php?bid=1392

https://risalahmuslim.id/quran

[1] Yang dimaksud adalah penghinaan terhadap segala makhluk yang ingkar terhadap Allah SWT, padahal makhluk itu tidak memiliki kemampuan apa-apa, dan tidak memiliki apapun kecuali semuanya berasal dari Allah Swt.

Editor: Sukma Wahyuni

_ _ _ _ _ _ _ _ _
Jangan lupa berikan reaksi dan komentar Anda di kolom komentar di bawah ya! Selain apresiasi kepada penulis, komentar dan reaksi Anda juga menjadi semangat bagi Tim Redaksi 🙂

Silakan bagi (share) ke media sosial Anda, jika Anda setuju artikel ini bermanfaat!

Jika Anda ingin menerbitkan tulisan di Artikula.id, silakan kirim naskah Anda dengan bergabung menjadi anggota di Artikula.id. Baca panduannya di sini! 

Untuk mendapatkan info dan artikel terbaru setiap hari Anda bisa juga mengikuti Fanpage Facebook Artikula.id di sini!

 

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
6
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
4
Wooow
Keren Keren
5
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Al-Qur'an dan Hadis

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals