Pemanfaatan Media Digital dalam Pembelajaran SKI

Sebagai guru di era digital, kita dituntut untuk mampu bersinergi dan menyesuaikan diri terhadap berbagai perubahan dan perkembangan zaman.


Ilustrasi: berdiklat.com

Umat manusia saat ini telah memasuki suatu era yang biasa disebut era globalisasi dan era industri 4.0. Pada era ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi semakin pesat, juga ditandai dengan pasar bebas lintas batas, sehingga menjadikan dunia seakan tanpa sekat. Hal ini terlihat dengan semakin meningkatnya intensitas komunikasi melalui aliran data lintas batas via internet, telepon, dan satelit komunikasi.

Menurut M. Mastuhu (2007: 49) globalisasi memberi peluang dan fasilitas yang luar biasa bagi siapa saja yang mau dan mampu memanfaatkan, baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan manusia seutuhnya. Globalisasi telah membawa dampak luas di belahan dunia mana pun, termasuk di negeri Indonesia.

Baca juga: Milenialisme dan Gerak Pendidikan Kita

Era ini menawarkan dan menjanjikan aneka kemudahan, sehingga menjadikan dunia seakan dalam genggaman, sekali menekan tombol dapat mengetahui apa yang terjadi di belahan dunia mana pun. Melalui fasilitas internet yang dapat diakses melalui beragam media, seperti komputer, android, notebook, laptop, tablet, dan lainnya menjadikan lengkap sudah akses informasi dan komunikasi yang dapat dilakukan kapanpun dan di manapun (whenever and wherever).

Tanpa mengenal usia dan jenis kelamin kemajuan teknologi pada era ini menjanjikan kemudahan manusia dalam segala aspek dan menyentuh setiap lini kehidupan manusia, hampir semuanya serba digital dan online, dari hanya sekadar hiburan dan teman santai, memesan makanan, mengirim barang, sampai pada aspek pendidikan, kebudayaan, politik, keuangan, ekonomi, hukum, keamanan, dan lainnya.

Salah satu aspek yang mendapat pengaruh besar dari perkembangan teknologi digital adalah bidang pendidikan. Perubahan sangat terasa bagi lembaga penyelenggara pendidikan. Bukan saja karena teknologi digital itu berkembang tiada henti-hentinya sehingga menuntut adanya penyesuaian pada sisi pendidikan, cara kerja, proses belajar, dan strategi yang baru, tetapi juga karena faktor generasi pembelajar (learners) yang mayoritas sudah melek digital dan media, sehingga menuntut institusi untuk ikut memanfaatkan teknologi sebagai salah satu sarana pendukung dan suksesi penyelenggaraan pendidikan.

Baca juga: Alternatif Pembelajaran Bahasa Arab di Sekolah

Era evolusi industri 4.0 merupakan era di mana Internet of Things (IoT) sudah merambah pada sektor pendidikan. Maka diperlukan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan yang berbasis pemanfaatan media dan teknologi digital.

Penerapan media digital yang bervariatif sangat diperlukan dalam proses pembelajaran. Utamanya dapat diterapkan pada mata pelajaran yang kurang diminati siswa, salah satunya adalah pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaah Islam (SKI) yang materinya banyak, berisi hafalan waktu, tempat, dan tokoh, serta kronologis peristiwa sejarah tertentu.

Dalam konteks inilah, pemanfaatan media digital dalam pembelajaran menjadi instrumen penting dalam menunjang penyelenggaraan pendidikan, utamanya pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Beberapa media digital yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) antara lain:

Pertama, pemanfaatan web blog. Web blog adalah bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web. Situs web biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai topik dan tujuan dari pengguna blog tersebut. Guru dapat menulis dan memposting berbagai materi mata pelajaran SKI dalam blog pribadinya, kemudian siswa dapat mengakses dan mempelajari sebelum guru menerangkan di kelas. Beberapa penyedia jasa blog gratis antara lain wordpress.com, medium.com, weebly.com, tumblr.com, dan banyak lainnya.

Baca juga: 15 Strategi Guru Membentuk Penerus Bangsa

Kedua, pemanfaatan Proyektor LCD (Liquid Crystal Display). Proyektor LCD merupakan salah satu jenis alat (proyektor) yang digunakan untuk menampilkan video, gambar, atau data dari komputer pada sebuah layar atau sesuatu dengan permukaan datar seperti tembok, papan, dan lainnya. Proyektor merupakan perkembangan dari teknologi sebelumnya dengan fungsi sama yaitu Over Head Projector (OHP), OHP lebih sederhana karena datanya hanya berupa tulisan pada kertas bening. Guru dapat memanfaatkan Proyektor LCD sebagai media dalam pembelajaran SKI sehingga pembelajaran dapat didesain sebaik dan semenarik mungkin.

Ketiga, pemanfaatan Microsoft Power Point (PPT). Microsoft Power Point adalah sebuah program komputer untuk presentasi yang dkembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi kantoran, Microsoft Office, selain Microsoft Word, Excel, Access, dan beberapa program lainnya. Power Point berjalan di atas komputer PC  berbasis sistem operasi Microsoft Windows dan juga Apple Macintosh yang menggunakan sistem operasi Apple Mac OS. Aplikasi ini banyak digunakan kalangan perkantoran, pembisnis, para pendidik, siswa, dan trainer. Guru dapat memanfaatkan PPT untuk menampilkan berbagai gambar, video, dan media lainnya secara lebih menarik dan menyenangkan.

Keempat, pemanfaatan Film dan Video. Film juga dikenal sebagai movie, gambar hidup, film teater, atau foto bergerak, merupakan serangkaian gambar diam yang ketika ditampilkan pada layar akan menciptakan ilusi gambar bergerak karena efek fenomena phi. Sedangkan video merupakan teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan, dan menata ulang gambar bergerak.

Biasanya menggunakan film seluloid, sinyal elektronik, atau media digital. Guru dapat mengunduh berbagai jenis film atau video dari berbagai situs gratis, seperti YouTube, lalu tinggal menyesuaikan dengan materi yang akan diajarkan. Guru juga dapat membuat film atau video secara mandiri, kemudian ditampilkan, disaksikan, dan dianalisis bersama peserta didik.

Kelima, pemanfaatan ulangan berbasis online. Dewasa ini penggunaan kertas dalam ulangan harian, PTS, dan PAS masih sangat tinggi, sehingga boros kertas dan tidak ramah lingkungan. Ulangan online merupakan salah satu ikhtiar dalam mewujudkan wacana masyarakat yang minim dalam penggunaan kertas (paperless society).

Pembuatan soal ulangan online dapat dilakukan secara gratis melalui berbagai aplikasi, antara lain Google Forms, Zoho Challenge, QuizStar, ThatQuiz, QuizMEOnline, dan lain sebagainya. Guru tinggal membuat soal ulangan sesuai standar kompetensi dan materi pembelajaran, lalu siswa dapat mengerjakannya kapanpun dan di manapun sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Baca juga: Guru Garda Terdepan Pengembangan Madrasah

Demikian tadi beberapa media digital yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) agar dapat menyenangkan dan berkesan pada diri peserta didik. Karena pada hakikatnya perkembangan teknologi digital adalah seperti dua mata pisau, efek negatif dan positifnya memiliki konsekuensi seimbang. Titik tekannya adalah bagaimana mampu mengambil sebesar-besarnya sisi manfaat positifnya dan menekan dampak negatifnya. Sebagai guru di era digital, kita dituntut untuk mampu bersinergi dan menyesuaikan diri terhadap berbagai perubahan dan perkembangan zaman.

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
2
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
4
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
2
Wooow
Keren Keren
2
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Abdul Ghofur

Abdul Ghofur, S.Pd.I., M.Pd., Guru pada MAN 1 Pati, Jawa Tengah; penelusur jalan kehidupan, masih proses pencarian makna & hakikat hidup yang sejati.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals