15 Strategi Guru Membentuk Penerus Bangsa

Maknai tugasmu, guru sebagai pewaris para Nabi demi terciptanya insan kamil yang sesungguhnya.


detiknews.com

Sosok yang selalu berada di ujung tombak proses pendidikan adalah guru yang mempunyai tugas utama dalam merancang, melaksanakan, mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, pengembang kurikulum, motivator, mediator, fasilitator, innovator, supervisor, leader/pemimpin, menilai dan pengevaluasi pembelajaran peserta didik dari setiap segi usia yang dapat menciptakan kondisi dan suasana belajar yang kondusif, yaitu suasana belajar menyenangkan, menarik, memberi rasa aman, memberikan ruang pada siswa untuk berfikir aktif, kreatif, dan inovatif dalam mengeksplorasi dan mengelaborasi kemampuannya.

Guru mempunyai kekuasaan untuk membentuk dan membangun kepribadian anak didik menjadi seseorang yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Guru bertugas mempersiapkan manusia susila yang cakap yang dapat diharapkan membangun dirinya dan membangun bangsa dan negara, karena guru adalah suatu profesi yang sangat strategis dan mulia yang menyelamatkan masyarakat dari kebodohan, sifat serta perilaku buruk yang menghancurkan masa depan mereka.

Ternyata masih ada sebagian guru yang gagal dalam menjalankan tugasnya. Disebabkan oleh kurangnya pemotivasian dari guru sehingga berdampak pada ketidakmengertian/salah pengertian peserta didik terhadap materi yang disampaikan oleh guru, seperti tanda-tanda: apabila peserta didik diberikan tugas, ia salah mengerjakannya. Contoh: tugas matematika/berhitung, maka ia salah menggunakan rumus dan jawabannya pasti salah/keliru. Karena tidak sesuai dengan rumus yang seharusnya digunakan;

Kemudian, peserta didik mengerutkan keningnya; Apabila peserta didik salah pengertian terhadap materi yang disampaikan dan peserta didik mengacungkan tangan disertai dengan bertanya langsung kepada guru mata pelajaran yang bersangkutan; Terlihat raut wajah yang tidak seperti biasanya. Contoh: peserta didik tidak semangat dalam mendengarkan penjelasan dari guru; Peserta didik gelisah/bertanya-tanya dengan teman sebangku ataupun dengan yang lebih pintar.

Untuk mengatasi kegagalan tersebut ada beberapa strategi yang dapat dikembangkan oleh guru dalam upaya untuk menumbuhkan dan membangkitkan motivasi belajar peserta didik serta memudahkan peserta didik dalam memahami materi pelajaran dalam proses pembelajaran, yaitu:

Pertama, menjelaskan tujuan pembelajaran ke peserta didik. Pada permulaan pembelajaran seharusnya terlebih dahulu guru menjelaskan mengenai tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh peserta didik. Makin jelas tujuan maka makin besar motivasi dalam belajar.

Kedua, permainan. Pada saat menyampaikan materi pelajaran, upayakan untuk meyelipkan dengan permainan. Adapun permainan-permainan yang dipilih harus mendukung atau ada kaitannya dengan persoalan yang sedang di bahas serta sesuai dengan tingkat usia peserta didik.

Ketiga, memberi hadiah. Berikan hadiah untuk peserta didik yang berprestasi. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di samping itu, peserta didik yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar peserta didik yang berprestasi.

Keempat, memberi pujian. Sudah sepantasnya peserta didik yang berprestasi untuk diberikan pujian. Tentunya pujian yang sifatnya membangun.

Kelima, membangkitkan dorongan kepada peserta didik untuk belajar. Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke pada peserta didik.

Keenam, memberikan angka. Angka merupakan simbol prestasi yang diperoleh peserta didik. Beri penjelasan pada anak bahwa prestasi belajar dapat terpresentasikan dalam simbol angka.

Ketujuh, humor atau dengan cerita-cerita lucu. Pada saat menyampaikan materi pelajaran, upayakan untuk menyelipakan dengan humor atau cerita-cerita lucu.

Kedelapan, membantu kesulitan belajar peserta didik secara individual maupun kelompok. Guru harus berusaha untuk terus-menerus membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam belajar. Dalam hal ini guru harus bisa berperan layaknya dokter yang siap mendeteksi dan berusa menyembuhkan.

Kesembilan, memberi ulangan. Ulangan merupakan alat untuk menunjukkan prestasi belajar peserta didik, dan sebaliknya hasil ulangan di umumkan pada teman-temannya.

Kesepuluh, menerapkan metode yang bervariasi. Variasi dalam proses pembelajaran merupakan keanekaragaman dalam penyajian kegiatan pembelajaran. Guru yang mampu menghadirkan proses pembelajaran yang bervariasi kemungkinan besar kejenuhan tidak akan terjadi. Variasi yang bisa dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran antara lain dengan variasi metode. Guru sebaiknya tidak hanya menggunakan satu metode, akan tetapi gunakanlah lebih dari satu metode.

Kesebelas, memvariasikan gaya dalam membelajarkan peserta didik. Termasuk variasi gaya guru dalam membelajarkan, diantaranya adalah: variasi suara (termasuk pengubahan nada suara yang keras menjadi lemah, dari tinggi menjadi rendah, dari cepat berubah menjadi lambat dan sebagainya; Variasi gerakan anggota badan dan mimik (seperti variasi dalam ekspresi wajah guru, gerakan kepala dan badan; Pindah posisi (berarti guru tidak berada dalam satu posisi saja, melainkan berpindah pindah).

Kedua belas, gunakan media baik, serta harus sesuai dengan tujuan pembelajaran. Tiap peserta didik memiliki kemampuan indra yang tidak sama, baik pendengaran maupun penglihatannya, demikian juga kemampuan berbicara. Ada yang lebih senang membaca dan sebaliknya. Dengan penggunaan media, kelemahan indera yang dimiliki tiap peserta didik dapat dikurangi. Untuk menarik perhatian anak misalnya, guru dapat memulai dengan berbicara terlebih dahulu atau bahasa klasiknya yaitu ceramah kemudian dilanjutkan dengan menulis di papan tulis, kemudian memperlihatkan contoh kongkrit. Dengan variasi seperti itu dapat memberi stimulus terhadap indera peserta didik.

Ketiga belas, hukuman. Hukuman bukan alat untuk menakut-nakuti peserta didik, tetapi lebih kepada untuk merubah cara berpikir peserta didik. Bahwa setiap pekerjaan (baik atau buruk) memiliki konsekuensi. Hukuman diberikan dengan harapan agar peserta didik tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. Adapun hukuman yang diberikan jangan berupa hukuman fisik yang sarat dengan kekerasan.

Keempat belas, terapkanlah kiat-kiat ini agar peserta didik tidak lelah: jadwal pelajaran sesuai dengan kemampuan anak. Contohnya: mata pelajaran yang berat (sains, MTK) dijadwalkan pada pagi hari; Adanya ventilasi yang kondusif di ruangan kelas; Guru dalam mengajar tidak monoton, harus ada selingan-selingan; Guru harus memberikan metode dan strategi pembelajaran yang bervariasi; Guru harus memberikan kenyamanan dan ketenangan, dan Guru harus memberikan motivasi kepada peserta didik agar anak didik rajin dan tekun dalam belajar.

Kelima belas, ucapkanlah kata-kata ini dalam menghargai hasil/prestasi peserta didik:Good jobExcellentBravoHebatPintarBagusBaikIndahKreatifInovatifEnergikVery wellJeniusRajinPandaiAktifOptimist,, CemerlangFantastisGood ideaUletBenarTepatGiatSempurnaLengkapCocokPasCerdas, dan keren.”

Jadi, guru memiliki tugas yang sama dengan Nabi, karena guru merupakan pewaris nabi. Sebagai pewaris nabi, guru harus memaknai tugasnya sebagai amanat Allah Swt untuk mengabdi kepada sesamanya dan berusaha melengkapi dirinya dengan empat sifat utama para nabi, yaitu sidiq (benar), amanah (dapat dipercaya), tabliq (mengajarkan semuanya sampai tuntas), fatanah (cerdas) agar terciptanya insan kamil yang sesungguhnya.

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
2
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
2
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
1
Wooow
Keren Keren
2
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Rahmadanni Pohan
Rahmadanni Pohan, S.Pd.I, M.Pd.I. Aktif dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi: Pendidikan & Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals