Lirik Lagu ‘Aisyah Istri Rasulullah’ dan Trend Keluarga Ideal Islam Populer

Pertanyaannya adalah, kenapa ‘Aisyah, dan bukan Khadijah? Mengingat, Khadijah adalah satu-satunya istri Nabi yang dinikahi Nabi bukan karena kepentingan dakwah agama


Gambar: Elipsir

Akhir bulan Maret 2020, lagu ‘Aisyah Istri Rasulullah’ yang dicover oleh Sabyan menjadi trending nomor satu di YouTube dan ketika tulisan ini diterbitkan (5/4/2020) sudah mendapatkan lebih dari tujuh belas juta views. Beberapa hari sebelumnya, lagu ini sudah dicover oleh Anisa Rahman dan sudah ditonton sembilan belas juta kali di YouTube. Selain kedua penyanyi tersebut, lagu ini juga dicover oleh banyak musisi lain di Indonesia, seperti grup vocal Adam, Syakir Daulay, dan lain sebaginya, yang kemudian menjadi trending di YouTube dan di berbagai platform musik lainnya.

Viralnya lagu ini jelas tidak terlepas dari keberadaan Islam populer yang berkembang di kalangan Muslim kelas menengah yang saat ini tengah menjamur di Indonesia. Terlepas dari itu, yang mencuri perhatian saya adalah bait lirik yang terdapat dalam lagu tersebut. Ringkasnya, lirik lagu tersebut menceritakan tentang romantisnya cinta ‘Aisyah dengan Nabi, dan mencerminkan bentuk rumah tangga yang ideal dalam Islam.

Baca juga: Ust. Hannan Attaki dan Hadis yang Tidak Perlu Diikuti

Pertanyaannya adalah, kenapa ‘Aisyah, dan bukan Khadijah? Mengingat, Khadijah adalah satu-satunya istri Nabi yang dinikahi Nabi bukan karena kepentingan dakwah agama, karena Nabi menikahi Khadijah jauh sebelum pewahyuan. Hal ini berbeda dengan pernikahan Nabi dengan istri-istri lainnya, yang bertujuan untuk kepentingan dakwah agama, atau memperkuat posisi Islam dalam status sosial.

Usia rumah tangga Khadijah sendiri bersama Nabi jauh lebih lama dari usia rumah tangga Nabi bersama istri lainnya, termasuk dengan ‘Aisyah yaitu sekitar 28 tahun, 17 tahun sebelum pewahyuan dan 11 tahun sesudah pewahyuan. Sistem pernikahan yang digunakan pun adalah monogami. Artinya, Nabi tidak pernah terpikir untuk menikahi perempuan lain sampai Khadijah wafat, padahal poligami ketika itu adalah ‘trend’ budaya Arab.

Baca juga: Desiran Nafas Cinta Sang Rasul Teruntuk Sayyidah Khadijah

Selama bersama Nabi, Khadijah selalu menemani Nabi di saat suka maupun duka, bahkan di saat Nabi berada di masa-masa terberat dakwah agama. Khadijah mengorbankan hartanya demi dakwah yang dilakukan Nabi, dan turut memikul beban dakwah yang dirasakan Nabi. Selain itu, enam dari keturunan Nabi lahir dari rahim Khadijah, termasuk Fathimah yang kemudian membuat rantai keturunan Nabi tidak terputus sampai saat ini.

Di saat wafatnya Khadijah juga mendapatkan perlakuan yang istimewa. Khadijah wafat di tahun ke-10 kenabian yang kemudian disusul oleh paman Nabi, Abu Thalib. Tahun itu oleh ahli sejarah disebut sebagai ‘amul huzni atau tahun kesedihan, yaitu tahun di mana Nabi menghadapi kedukaan yang mendalam atas wafatnya dua orang tercinta dalam hidup beliau. Bahkan, Allah menghibur Nabi dengan meng-Isra’ Mi’raj kan Nabi agar tidak terlarut dalam kesedihan.

Baca juga: Refleksi Isra Miraj di Tengah Pandemi Covid-19

Khadijah merupakan salah satu wanita terbaik dan sangat berkesan bagi Nabi dalam banyak hal. Hingga setelah wafatnya pun Nabimasih ingat persis suarannya, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah, yang dalam hadis tersebut juga disebutkan kecemburuan ‘Aisyah akan hal tersebut.

Namun, kenapa yang datang di permukaan dan menjadi rujukan rumah tangga ideal adalah rumah tangga ‘Aisyah bersama Nabi, sebagaimana dicerminkan dalam lirik lagu ‘Aisyah Istri Rasulullah?

Populernya ‘Aisyah ketimbang Khadijah sebagai trend istri ideal Islam populer agaknya tidak terlepas dari peran ‘Aisyah sebagai perawi hadis. Bagimanapun, ‘Aisyah termasuk dalam kategori sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis. Beliau menempati posisi keempat dengan banyak hadis yang diriwatkan yakni sekitar 2.210 hadis, atau berada setelah Abu Hurairah (5374 hadits), Abdullah bin Umar (2630 hadits), dan Anas bin Malik (2286 hadits), serta berada di atas Ibnu Abbas (1.660 Hadis) dan Jabir bin Abdullah (1.540 Hadis).

Baca juga: Berkasih Sayang Ala Rasulullah

Hadis yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah umumnya berkaitan dengan kisah-kisah kehidupan pribadi Nabi, rumah tangga, serta peran Nabi sebagai suami. Usia ‘Aisyah yang relatif muda dianggap sebagai salah satu sebab kenapa ‘Aisyah banyak meriwayatkan hadis tentang urusan pribadi Nabi dan kehidupan keluarga beliau secara gamblang.

Termasuk di antaranya adalah hadis tentang Nabi yang minum dibekas bibir ‘Aisyah, Nabi mencubit hidung ‘Aisyah, Nabi main lari-lari bersama ‘Aisyah, Nabi berbaring di jilbab ‘Aisyah, atau hadis tentang ‘Aisyah yang menyisir rambut Nabi, yang semunya ditemukan dalam lirik lagu ‘Aisyah Istri Rasulullah.

Meski ‘Aisyah juga meriwayatkan hadis tentang Khadijah, namun kesemuanya berkaitan dengan keutamaan Khadijah. Hampir tidak ada hadis yang secara detail menjelaskan perihal kehidupan rumah tangga Khadijah dan Nabi. Maka dari sini wajar ketika yang sering menjadi referensi rumah tangga ideal dalam Islam adalah rumah tangga ‘Aisyah dengan Nabi, karena didukung oleh hadis-hadis yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah.[]

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
4
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
1
Tidak Suka
Suka Suka
11
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
2
Wooow
Keren Keren
4
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Nafisatul Mu'awwanah
Nafisatul Mu'awwanah adalah Alumni Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Comments 1

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals