5 Tata Krama dalam Menyambut Suami dari Lelahnya Bekerja

Penting bagi seseorang dalam berumah tangga untuk meningkatkan kepekaan atas segala hal yang dibutuhkan pasangan selepas bekerja seharian di rumah dan di luar.


Sumber foto: pinterest.com

Salah satu sikap teladan bagi seorang istri untuk suaminya ialah menyambut suami dengan sambutan yang membahagiakan hatinya. Sambutan itu akan sangat berpengaruh untuk suami yang telah banyak bekerja di luar sehingga dapat meringankan bebannya dan kesulitan bekerja akan terasa hilang.

Dalam berumah tangga, Rasululah saw menghimbau kepada suami dan istri untuk berperilaku dengan akhlak yang baik dalam mewujudkan keharmonisan rumah tangga dan menyejahterakan masyarakat.

Agama Islam telah memberikan beberapa cara dan tata krama sambutan untuk suami. Yang mana apabila dilakukan akan menumbuhkan rasa kasih sayang, dan merasakan indahnya pernikahan setiap waktunya.

Lantas, apa saja dan bagaimana cara menyambut suami sehingga dapat menghidupkan rasa cinta sang suami terhadap sang istri ketika lelah usai bekerja seharian, berikut ulasan sebagaimana diajarkan dalam buku “Kaifa Tus’idiina Zaujak” karangan Muhammad Abdul Halim Hamid:

1. Menyambut dengan Roman Wajah Yang Cerah

Senyuman yang selalu tampak dari bibir sang istri dengan penuh keikhlasan dan ketulusan akan mendatangkan ketentraman bagi sang suami yang merasa kelelahan dari pekerjaannya. Wajah yang tersenyum sambil menyalaminya akan selalu menumbuhkan keharmonisan di antara keduanya. Tidak dibenarkan menyambut suami dengan wajah mengeluh, atau bahkan bermuka masam. Seorang istri, memang haruslah berusaha menyembunyikan penatnya pekerjaan rumah di hadapan suaminya yang baru sampai di rumah.

Baca Juga: Suami atau Orang Tua?

2. Berhiaslah dan pakailah Wewangian

Dengan seorang istri berhias, setidaknya dapat melapangkan dan menyejukkan mata suami yang baru pulang dari bekerja. Walaupun istri banyak melakukan aktifitas melelahkan di rumah, akan tetapi sebaiknya dirinya membersihkan diri dengan berpakaian dan berhias ketika menyambut suaminya pulang. Bau-bau yang menempel ketika istri di dapur, akan hilang ketika istri membersihkan dirinya.

3. Sampaikan Berita Yang Menyenangkan

Ketika suami tiba di rumah dari berpergian, hendaklah istri menyampaikan berita-berita yang menyenangkan. Seperti menceritakan kisah pergaulannya dengan keluarga dan sahabat, kegembiraan anak-anak dalam belajar dan sebagainya.

Allah swt menghendaki agar wanita muslimah menjadi penentram bagi suami. Tidaklah pantas bagi seorang istri menceritakan hal-hal yang memancing emosi sang suami. Jika itu yang diceritakan akan memicu konflik antara keduanya karena suami baru saja pulang dan kelelahan dari penatnya bekerja.

4. Ungkapkan Kerinduan dan Siapkanlah Makanan

Seorang istri diharapkan menyambut kedatangan suami dengan mengeluarkan kata-kata kerinduan. Buanglah rasa gengsi untuk mengungkapkan kata-kata rindu terhadap suami, karena sikap dan kata-kata rindu menentramkan hati sang suami. Sikap ini tentu saja akan menjadi faktor yang mempererat tali kasih sayang antara keduanya.

Baca Juga: Perubahan Relasi Suami-Istri di Era Covid-19

Kemudian, apabila suami baru pulang dari pekerjaannya, hendaklah seorang istri mempersiapkan makanan dengan cermat. Karena banyaknya suami yang perutnya merasa lapar akalnya akan berkurang dan menimbulkan kericuhan antara keduanya. Maka, ciptakanlah kejutan hidangan yang ia sukai. Dengan begitu rasa nikmat dan selera makannya akan bertambah begitupun rasa cinta dan kasih sayangnya

5. Perindah dan Perlembutlah Suara

Hiasilah suara istri dengan penuh kelembutan nada dan iramanya yang baik dan merendah di depan suami. Tidak dibenarkan bersuara keras dan lantang dengan suami, apalagi menyuruhnya dan memarahinya tanpa rasa bersalah sedikitpun.

Ketika berbicara dengan suami, gunakalanlah kalimat yang baik dan nada yang lembut. Bersikaplah penuh perhatian dengan menghadapkan muka kepadanya, dan panggilah suami dengan panggilan yang disukainya.

Demikian poin-poin mengenai tata krama seorang istri menyambut suami di rumah. Penting bagi seorang istri untuk meningkatkan kepekaan atas segala hal yang dibutuhkan suami selepas bekerja seharian di kantor dan pulang ke rumah. Hal ini penting dilakukan sebagai sarana untuk menghidupkan makna dan tujuan dari sebuah ikatan pernikahan, yakni sakinah, mawaddah dan warrahmah.

Editor: Hadi Wiryawan

 _ _ _ _ _ _ _ _ _
Jangan lupa berikan reaksi dan komentar Anda di kolom komentar di bawah ya! Selain apresiasi kepada penulis, komentar dan reaksi Anda juga menjadi semangat bagi Tim Redaksi 🙂

Silakan bagi (share) ke media sosial Anda, jika Anda setuju artikel ini bermanfaat!

Jika Anda ingin menerbitkan tulisan di Artikula.id, silakan kirim naskah Anda dengan bergabung menjadi anggota di Artikula.id. Baca panduannya di sini! 

Untuk mendapatkan info dan artikel terbaru setiap hari Anda bisa juga mengikuti Fanpage Facebook Artikula.id di sini!

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
1
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
0
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Maula Sari

Master

Mahasiswi Pascasarjana Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Alumni IAT UIN Ar-Raniry Banda Aceh. (IAT)

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals