Nyanyian Surga: Cerita Rakyat dari Koto Petai

Mewanti-wanti cerita ini tidak lagi dikenal oleh generasi saat ini dan setelahnya, maka rasanya perlu untuk dituliskan.


Danau Kerinci view dari Koto Petai
Ilustrasi: Danau Kerinci (Sumber: Instagram kerinci_sungaipenuh)

Melihat judulnya mungkin terdengar berlebihan. Tapi dari beberapa sumber yang Penulis dengar, judul tersebut cocok untuk tulisan ini. Cerita ini berasal dari Desa Koto Petai, terletak di Pulau Sumatera, Provinsi Jambi, Kabupaten Kerinci, kecamatan Danau Kerinci.

Sangat sulit untuk menelusuri kisah lengkap tentang cerita yang asli, karena orang-orang yang hidup di zaman itu telah tiada, ditambah lagi cerita ini hanya bersumber dari legenda rakyat. Mewanti-wanti cerita ini tidak lagi dikenal oleh generasi saat ini dan setelahnya, maka rasanya perlu untuk dituliskan.

Baca Juga: Menulis untuk Keabadian

Konon cerita ini terjadi di era penjajahan Belanda yang tahunnya tidak diketahui. Sebagai pelengkap cerita, pada masa itu rumah-rumah masyarakat masih berbentuk Rumah Larik Panjang. Secara sekilas Rumah Larik Panjang adalah sebuah rentetan rumah-rumah yang berdiri rapi membentuk barisan memanjang. Keunikan dari rumah yang ditinggali oleh banyak keluarga itu ruang tamunya menyatu antara satu rumah dengan rumah lainnya.

Tulisan ini menceritakan seorang gadis yang mendapat karamah (bersumber dari penuturan informan), gadis itu bernama Klimah (belum diketahui pasti siapa nama tokoh tersebut, informasi lain menyebutkan namanya Iklima, karena biasanya ada penyelewengan nama asli dan nama panggilan, misalnya, "Nur" dipanggil "Niw", "Rasidin" dipanggil "Rsiden",).

Kejadian berawal ketika puasa asyuro, Ibu meminta Klimah, menunggu unggas di sawah, biasanya kalau menjelang panen dan padi mulai menguning, akan banyak unggas yang mengincar. Namun karena Klimah puasa, ia enggan pergi karena letih, hingga sampailah ibunya marah dan memukulnya, prilaku ibunya tersebut membuat Dia sedih dan menangis, hingga malamnya ia tidak pulang ke rumah dan menginap di rumah keluarganya yang lain.

Ketika tertidur Dia bermimpi melihat surga dan neraka, serta beberapa orang desa yang berada di neraka. dalam mimpinya melihat salah satu orang desa di neraka sambil memegang nangka (yang lainnya menyebut terong), hal tersebut diceritakan kepada yang bersangkutan dan ternyata Dia mengaku pernah mengambil buah tersebut tanpa izin terlebih dahulu.

Baca Juga: Hakikat Hukum Tuhan

Selain itu, Dia seringkali dalam mimpinya menyenandungkan syair-syair (orang menyebutnya syair dari surga), suaranya menembus hingga ke dunia nyata. Setiap dia bermimpi seperti itu, sengaja warga desa tidak membangunkannya, agar bisa mendengar dengan seksama.

Sayangnya, sampai sekarang tidak ditemukan dokumen yang menuliskan syair tersebut. Walaupun, kala itu sangat banyak orang berdatangan ke Desa Koto Petai dari berbagai wilayah Kerinci untuk sekedar mendengar cerita dan syair dari mimpi Klimah. Namun tetap saja tidak menghasilkan data yang cukup.

Kejadian tersebut, menarik perhatian orang Belanda, yang kala itu menjajah sehingga mereka memanggil Klimah untuk bertemu. Namun, dari pihak keluarga tidak mengizinkannya.

Bahkan, ketika Dia menyampaikan kepada keluarga, bahwa jika Dia tidak pergi maka umurnya tidak akan panjang. Keluarganya tetap tidak mengizinkan, dan perkataanya tersebut memang benar, Dia meninggal setelah memutuskan untuk tidak pergi memenuhi undangan orang Belanda. [AM]

_ _ _ _ _ _ _ _ _
Bagaimana pendapat Anda tentang cerpen di atas? Jangan lupa berikan reaksi dan komentar Anda di kolom komentar di bawah ya! 

Anda juga membaca kumpulan cerpen menarik lainnya di sini! 

Untuk mendapatkan info dan artikel terbaru setiap hari Anda bisa juga mengikuti Fanpage Facebook Artikula.id di sini!

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
1
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
1
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
0
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Hikmah

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals