Kegelapan yang Bersinar: Perpisahan dengan Sang Bulan

Satu dari sekian hal yang sangat berat diterima oleh penggemar adalah kematian idolanya.2 min


ilustrasi-menatap-bulan-dan-bintang-di-malam-hari.jpg
Ilustrasi: pinterest.com

Semua orang punya caranya sendiri dalam menghadapi kematian. Bagi Roha, ini adalah kematian yang meninggalkan rasa kehilangan paling dalam untuk pertama kalinya. Ketika tepat pukul sebelas malam, larut dalam perbincangan hangat dengan berbalut selimut dan tontonan malam, ia disuguhi kabar duka yang menggemparkan seluruh dunia. 

Roha barangkali hanya dapat menangisi dua hal: menangis karena film atau dipaksa menangis dan menangisi idolanya. 

Hari itu film yang ditontonnya menampilkan aksi bunuh-membunuh tanpa air mata. Lalu kemungkinan kedua sudah pasti valid.

Roha menangisi idolanya yang tak akan pernah kembali.

“Pukul delapan waktu lokal, penyanyi Bulan telah pergi dan menjadi bintang di langit.” 

Bagaimana rasanya berkabung? Selama ini Roha bertanya-tanya walaupun tak terhitung seberapa banyaknya manusia yang pergi meninggalkannya. Roha tak pernah merasakan berkabung dalam arti sesungguhnya. 

Sampai datanglah malam itu. Roha menggenggam ponselnya erat-erat, matanya terpaku pada layar yang menampilkan berita duka. Sesaat ia membeku, detik selanjutnya badannya mulai bergetar. Sesaat ia merasa ini semua tidak benar, menit selanjutnya berita tersebut dikonfirmasi benar oleh media. 

Roha bahkan sudah tidak peduli pada film yang ditonton dan dengan perbincangan malam itu.

Bejibun pesan masuk di ponselnya, satu pun belum ia baca. Matanya fokus pada pencarian akan benar tidaknya berita sang Bulan yang kembali ke muasalnya. Padahal, dari pihak yang mengabarkan sudah mengonfirmasi kebenarannya. 

Baca Juga Cerpen: Republik Omong Kosong

Berbagai ucapan belasungkawa dikirim dari penjuru negeri untuk sang idola. Komentar-komentar tidak percaya, tidak terima, dan berharap kalau ini tidak nyata juga dikirim dari seluruh dunia. Layaknya arus, berita tersebut mengalir sangat cepat tanpa bisa dihentikan. 

Yang Roha lakukan hanya diam terpaku pada layar. Bermenit-menit bahkan hingga berjam-jam. Sampai akhirnya itu menjadi ringisan pelan. Air matanya tumpah tanpa bisa ia tahan.

Pada akhirnya ia hanya bisa mengirimkan doa serta ucapan sendu. Tanpa menghadiri pemakamannya. Tanpa pernah melihat keadaan sesungguhnya untuk terakhir kali.

Satu dari sekian hal yang sangat berat diterima oleh penggemar adalah kematian idolanya. Roha bahkan belum sempat bertemu dengannya, padahal beberapa hari lagi ia akan mengadakan konser di negara Roha tinggal. 

Tapi, dengan kejahatan yang terpancar dari setiap ucapan buruk yang ditujukan kepadanya, Bulan merasa hancur. Terkadang mereka lupa kalau idola juga manusia. Mungkin Bulan menyelamatkan jutaan bahkan miliaran manusia, tapi tak ada satu pun yang mampu menyelamatkannya di tengah kegelapan. Hingga pada akhirnya ia abadi bersama kegelapan itu, untuk menjadi yang paling bersinar di tengah-tengahnya. 

“Terima kasih ya sudah menemani walaupun hanya sebatas layar kaca. Terbanglah yang tinggi, pergilah dengan tenang, temui berbagai bintang di atas sana ya. Sudah seharusnya Bulan ada di antara bintang-bintang. Mungkin takterhitung pula seberapa senangnya bintang di sana karena akhirnya merasa utuh sebab Bulan mereka telah kembali. Selamat bersinar kembali di tempat yang layak untukmu.” Ungkap Roha sambil bergetar dan menangis hebat.

Editor: Mahmud Wafi
_ _ _ _ _ _ _ _ _
Catatan: 
Tulisan ini murni opini penulis, redaksi tidak bertanggung jawab terhadap konten dan gagasan. Saran dan kritik silakan hubungi [email protected]

Jangan lupa berikan reaksi dan komentar Anda di kolom komentar di bawah ya! Selain apresiasi kepada penulis, komentar dan reaksi Anda juga menjadi semangat bagi Tim Redaksi 🙂

Silakan bagi (share) ke media sosial Anda, jika Anda setuju artikel ini bermanfaat!

Jika Anda ingin menerbitkan tulisan di Artikula.id, silakan kirim naskah Anda dengan bergabung menjadi anggota di Artikula.id. Baca panduannya di sini! Untuk mendapatkan info dan artikel terbaru setiap hari Anda bisa juga mengikuti Fanpage Facebook Artikula.id di sini!


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
0
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
0
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Elaine Zahratul Ula
Elaine Zahratul Ula adalah siswa di MAN 1 Yogyakarta

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals