Ramadhan 24 Jam di Kampungku

Bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu ditunggu-tunggu kehadirannya oleh umat Islam, tidak terkecuali oleh warga kampungku, Warungboto Umbulharjo Yogyakarta.


Bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu ditunggu-tunggu kehadirannya oleh umat Islam, tidak terkecuali oleh warga kampungku, Warungboto Umbulharjo Yogyakarta. Inilah Ramadhan di dunia Islam yang ke-1439. Hati setiap muslim pasti bergetar menyongsong datangnya bulan penuh rahmat ini. Ada sebersit kecemasan, jangan-jangan usia ini tidak dipanjangkan hingga bulan suci itu menghampiri dan benar-benar menyapa penduduk bumi.

Takmir Masjid Amal Bakti Taruna Akbar pun segera membentuk Panitia Bulan Ramadhan dan membagi tugas-tugas agar kegiatan di bulan suci tersebut dapat terselenggara dengan saksama dan sebaik-baiknya. Langkah pertama ialah menginventarisasi daftar kegiatan sepanjang bulan Ramadhan, baik yang rutin dilaksanakan pada tahun-tahun yang telah lalu maupun alternatif kegiatan baru, demi menggapai berkah Allah swt, termasuk menyelenggarakan pengajian menyongsong Ramadhan, jalan santai bersama, dan Pasar RW Ramadhan.

Pengajian songsong Ramadhan dilaksanakan pada H-10 untuk menyegarkan memori, pemahaman, dan penghayatan, serta pengamalan ibadah puasa dan segala rangkaiannya. Salah satu optimisme yang mengemuka dari pengajian songsong Ramadhan itu ialah bahwa umat Islam Indonesia insyaallah akan memulai berpuasa pada hari yang sama, yakni Kamis 17 Mei 2018 dan merayakan Idul Fitri bersamaan pula, yakni pada hari Jumat 15 Juni 2018.

Jalan santai warga dan jamaah Masjid Amal Bakti Taruna Akbar diselenggarakan pada hari Ahad terakhir bulan Sya’ban. Kegiatan itu dimeriahkan dengan regu drumband TK ABA Warungboto diikuti barisan setiap RT. Khusus ibu-ibu mengenakan busana seragam yang elok dan rapi. Jalan santai diakhiri dengan sarapan pagi nasi bungkus beserta jajan pasar yang dipersiapkan oleh Kelompok Dasa Wisma setiap RT.

Berdasarkan hasil evaluasi Takmir Masjid memutuskan untuk menggabungkan jamaah tarawih orang dewasa, remaja, dan anak-anak. Tujuannya, supaya anak-anak dapat belajar menunaikan shalat tarawih secara tertib sebagaimana yang dilaksanakan oleh orang dewasa. Agenda takjilan, yakni berbuka bersama juga dilaksanakan di Masjid secara bersama-sama pula. Takmir pun segera hunting para penceramah dan menjadawalkannya, serta membuat banner, agar semua jamaah dapat mengetahuinya.

Pada Ramadhan ini pengajian takjilan di Masjid dibagi menjadi dua sesi. Pukul 16.30-17.00 dan pukul 17.00 sampai dengan saat berbuka tiba. Sesi perrtama khusus anak-anak, diisi oleh Remaja MABTA (Masjid Amal Bakti Taruna Akbar) dengan berbagai sajian berupa bimbingan berdoa, adab dan sopan santun kepada orang tua, hiburan berupa cerita, baik secara lisan maupun pemutaran video. Untuk menarik perhatian anak-anak kadang-kadang disisipkan kuis berhadiah.

Adapun sesi kedua, pukul 17.00 hingga berbuka diisi oleh Takmir maupun anggota jamaah senior. Ternyata sesi kuis juga menarik buat ibu-ibu dan bapak-bapak jamaah masjid. Pada kesempatan mengisi kajian sore menjelang berbuka tersebut saya mengajak jamaah bershalawat atas Nabi Muhammad saw, menyenandungkan doa khatmil Quran, dan menyanyikan lagu shalat sebagi kunci surga dengan irama lagu Turi-turi putih ditandur neng kebon agung

Miftahul jannah ash-shalawatul khamsu 2x
Ash-shalawatul khamsu wa hiya miftahul jannah.

Berbeda dari tahun-tahun terdahulu, santapan rohani kuliah tujuh menit, kultum di masjid kami diisi oleh warga masyarakat setempat, yakni intern jamaah masjid, dengan tujuan untuk menggali potensi dan kaderisasi mubaligh. Pada tahun-tahun yang lalu salah seorang anak kami, Muhammad Muthahhari, bertindak sebagai MC/pembawa acara, sedangkan untuk tahun ini diberi kesempatan untuk mengisi kultum. Ia menyajikan hasil penelitian seorang Guru Besar di AS tentang dampak positif pengendalian diri sejak usia dini.

Pada Ramadhan tahun ini kampung kami menyelenggarakan Pasar Ramadhan Tiga Hari di sepanjang jalan RW. Dagangan terdiri atas tiga kategori. Pasar murah dengan diskon 60% untuk warga RW yang dipandang kurang mampu, diskon 30 % untuk warga RW berkemampuan sedang, dan harga standard untuk masyarakat pada umumnya. Suasana Pasar Ramadhan cukup meriah dan benar-benar menjadi ajang mempererat ukhuwah dan silaturahmi antarwarga.

Pada sepuluh malam terakhir Ramadhan Takmir menyelenggarakan dua shift shalat tarawih, khususnya pada malam-malam gasal, yakni bakda isya dan akhir malam pukul 02.00-03.00, sekaligus i’tikaf untuk menggapai berkah Lailatul Qadar. Pada H-3 Idul Fitri Takmir mengumumkan besaran uang untuk zakat fitrah tahun ini per orang Rp 30.000,00 untuk diwujudkan peras dan didistribusikan kepada warga yang membutuhkan, dan sebagiannya disalurkan ke luar kampung.

Akhir Ramadhan ditandai dengan pawai anak-anak takbir keliling di malam Idul Fitri. Terdengar alunan takbir bersahut-sahutan dari beberapa masjid yang lokasinya memang relatif berdekatan. Sangat disayangkan bahwa ada Masjid yang mengumandangkan takbir sepanjang malam dengan pengeras suara ke luar masjid. Hal itu tentu mengganggu istirahat malam warga di sekitarnya. Mudah-mudahan tahun depan dapat dihindari, sehingga Idul Fitri dapat dijalani dengan berseri-seri. Allahu akbar Allahu akbar wa lillahlil hamdu.

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
2
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
1
Tidak Suka
Suka Suka
5
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
2
Wooow
Keren Keren
3
Keren
Terkejut Terkejut
1
Terkejut
Muhammad Chirzin

Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, M.Ag. Guru Besar Tafsir Alquran UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Anggota tim penyusun Tafsir Tematik Litbang Kemenag RI dan tim penyusun draft revisi Alquran dan Terjemahnya Tim Kemenag RI 2017. Telah menulis lebih dari 50 buku tentang Alquran.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Pojok

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals