Aktualisasi Makna Asmaul Husna menurut Syekh Muhyiddin Ibnu Arabi

"Seandainya bukan karena-Mu, aku tidak akan mengetahui siapa diri-Mu, ya Allah!".


Sumber gambar: www.metropolitan.id

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Jalla Jalaluhu yang telah menganugerahkan kepada hamba-Nya yang terjaga pengetahuannya tentang nama-nama-Nya yang indah. Bagi semua umat Islam siapa yang tidak tahu dengan Asmaul Husna (99 Nama Allah) yang baik sebagai salah satu anugerah besar yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Dikatakan sebagai anugerah besar sebab dibalik semua nama-nama ini terdapat kebaikan dan kebijaksanaan yang tinggi nilainya bagi hidup dan kehidupan manusia baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Sebagaimana diriwiyatkan oleh ash-Shaduq yang sanadnya dari Abi ash-Shalat Abdussalam bin Shalih al-Harawi, dari Ali bin Musa ar-Ridha, dia berkata, Rasulullah Saw, Bersabda: “Allah Swt, memiliki sembilan puluh sembilan nama. Barangsiapa berdoa kepada Allah dengan menyebut nama-nama tersebut, niscaya Allah Swt. akan mengabulkannya. Barang siapa menghafal nama-nama itu, niscaya dia akan masuk surga” (Arabi, 2015).

Bahkan hal ini pun sudah jelas dipertegas dalam al-Quran (QS. al-A’raf: 180) yang berbunyi: “Allah memiliki nama-nama yang agung. Maka, memohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama itu. Tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Kelak mereka akan mendapatkan balasan atas apa yang telah mereka kerjakan”. 

Baca Juga: Problem Nama Tuhan

Ayat tersebut merupakan dalil bahwa Allah Jalla Jalaluhu telah menentukan kepada kita nama-nama agung-Nya. Adapun nama-nama Allah itu sendiri terbagi menjadi dua bagian, yakni: 1). Nama-nama yang diajarkan oleh Allah kepada kita atau manusia. Sebagaimana yang tercatat dalam al-Qur’an: “Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat, lalu berfirman: ‘sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kalian memang orang-orang yang benar!’ Mereka menjawab: ‘Maha suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesugguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. ‘Allah berfirman: ‘Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda’. Setelah Adam memberitahukan kepada mereka tentang nama-nama benda itu. Allah berfirman: ‘Bukankah sudah Aku katakan kepada kalian bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kalian tampakkan dan apa yang kalian sembunyikan” (QS. al-Baqarah: 31-33).

Sedangkan yang ke 2). Nama-nama yang hanya Allah sendiri yang mengetahui dalam pengetahuan gaib-Nya. Sehingga tidak ada satu makhluk pun yang mengetahuinya. Oleh karena itu dari pembagian nama-nama itu yang lazim diketahui secara umum adalah 99 nama baik (Asmaul Husna). Seperti yang dikatakan di atas, bahwa barangsiapa membaca atau menghafalnya akan mendapatkan karunia dari Allah. Maka tidak heran jika banyak dikalangan masyarakat khususnya setiap malam Jum’at mengamalkannya.

Namun, ada beberapa ulama yang mengatakan bahwa makna kalimat “barangsiapa menghafalnya akan masuk surga” adalah barangsiapa yang menghafalnya sekaligus memahami maknanya secara menyeluruh, bukan sekadar menghafal kata-katanya. Sebab, lebih lanjut menurut beberapa ulama itu “barangsiapa menganggap mengenal Allah SWT dengan nama tanpa makna, maka dia telah menyatakan penyerangan terhadap Allah SWT”.

Oleh karena itu salah satu sufi sekaligus filsuf besar dari Andalusia (Spanyol) yang namanya mungkin tidak asing lagi di dunia sufisme, yakni Syekh Muhyiddin Ibnu Arabi. Telah menulis sebuah risalah berjudul “Kasyf al-Ma’na ‘an Sirri Asma’ Allah al-Husna” diterjemahkan oleh Pustaka Turos “Rahasia Asmaul Husna: Mengungkap Makna 99 Nama Allah” (2015). Membahas semua nama-nama Allah sangat ideal hingga disebut sebagai nama-nama yang bagus. Keterkaitan nama-nama Allah bagi manusia menjadi penjabaran yang menarik dari Ibnu Arabi.

Alih-alih nama-nama itu disematkan oleh Allah semata, ternyata nama-nama itu dapat diterapkan pada manusia dengan tiga terminologi, yakni: 1). At-ta’alluq. 2). At-tahaqquq. 3). At-takhalluq. Adapun penjelasannya:

1). At-ta’alluq, yakni keterkaitan kebutuhan: engkau membutuhkan Allah sebagai “Allah” secara umum, sesuai dengan ketentuan syariat. Sebab manusia senantiasa memerlukan Allah SWT, di setiap ruang dan waktu, tanpa terkecuali. Disadari atau tidak, manusia selalu memerlukan Allah Jalla Jalaluhu.

2). At-tahaqquq, yakni hakikat maknawi: pengetahuan atas segala sesuatu yang wajib dimiliki oleh petanda nama ini, yakni Allah SWT. Makna yang mustahil bagi-Nya, dan makna yang boleh serta mungkin bagi-Nya. Termasuk makna at-tahaqquq ini pula, pengetahuan tentang penisbatan keseluruhan referensi nama itu, yaitu nama-nama Ilahi, pada diri kita sesuai dengan kapasitas kita. Adapun penisbatan nama itu pada diri manusia bukan nama “Allah” sebagai nama Dzat-Nya, tetapi makna agung yang diwakili oleh nama itu, yaitu paling tidak nama-nama indah Allah, sesuai dengan kapasitas manusia yang terbatas.

3). At-takhalluq, yakni etika praktis: dengan nama “Allah” dilakukan dengan menyelaraskan keseluruhan kepribadian diri insani dengan keseluruhan makna nama “Allah”. Alam semesta, termasuk manusia, pada awalnya tidak memiliki sifat apapun. Berkat karunia Allah, alam semesta termasuk manusia, memiliki sifat. Sifat dari Allah, dalam hal ini, laksana roh bagi tubuh. Berkat sifat yang dianugerahkan Allah, tubuh manusia dan penghuni alam semesta memiliki roh. Oleh karena itu “seandainya bukan karena-Mu, aku tidak akan mengetahui siapa diri-Mu, ya Allah!”.

Di tengah-tengah kondisi Bangsa Indonesia yang saat ini tengah mengalami berbagai cobaan dan ketidakmenentuan akibat kondisi pandemi yang belum terlihat tanda-tanda akan berakhir. Kiranya membaca Asmaul Husna ini selain mendatangkan pahala, bagi seorang muslim yang mempelajari, membaca, mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari bisa mendatangkan manfaat yang membuat jiwa lebih tenang, hati lebih tentram dan lapang dada.

Adapun contoh dari aplikasi pendekatan yang dijelaskan oleh Ibnu Arabi terkait at-ta’alluq, at-tahaqquq, dan at-takhalluq adalah sebagai berikut, namun disini hanya diambil beberapa saja dari nama-nama asmaul husna itu:

Ar-Rahim (Yang Maha Penyayang)

Keterkaitan kebutuhan (at-ta’alluq): engkau membutuhkan Allah Yang Maha Penyayang untuk mendapatkan kasih sayang khusus berupa kebahagiaan abadi.

Hakikat Maknawi (at-tahaqquq): untuk mengada, seorang individu memerlukan cobaan dan kesehatan. Dihapusnya dendam tidak lebih utama ketimbang dihapusnya nikmat, sehingga engkau akan paham pentingnya nikmat, kesehatan, dan cobaan. Nama yang Maha Penyayang berhubungan dengan semua kebaikan yang tidak ada bahaya di dalamnya.

Etika praktis (at-takhalluq): dengan nama yang Maha Penyayang untuk menyesuaikan dengan perangkai diri adalah menyayangi semua hal yang diperintahkan oleh Allah untuk disayangi.

Al-Lathif (Yang Maha Lembut) 

Keterkaitan kebutuhan (at-ta’alluq): engkau membutuhkan Allah yang Maha Lembut untuk memberitahumu tentang karunia-karunia-Nya yang samar supaya engkau bersyukur.

Hakikat maknawi (at-tahaqquq): al-Lathif adalah yang tersembunyi dzat-Nya dari pengelihatan, tindakan-Nya tidak dapat disaksikan, dan kelemahlembutan-Nya sampai pada tujuan tanpa dirasakan.

Etika praktis (at-takhalluq): al-Lathif dapat dipraktikkan oleh orang yang berzikir dan beribadah secara rahasia tanpa diketahui oleh yang lainnya. Nama itu juga dapat direalisasikan oleh orang yang memberikan kemaslahatan kepada yang berhak tanpa diketahui oleh mereka bahwa dialah yang melakukannya, baik secara indrawi, maknawi, perangai maupun kebenaran. Jika ada orang yang melakukan tindakan semacam itu maka dia telah menyesuaikan diri dengan nama Allah yang Maha Lembut.

Al-Barr (Yang Maha Baik)

Keterkaitan kebutuhan (at-ta’alluq): engkau membutuhkan Allah yang Maha Baik untuk menjadikanmu orang yang bagus dalam beribadah untuk akhirat.

Hakikat maknawi (at-tahaqquq): nama Allah Al-Barr adalah al-Muhsin (yang baik), yakni Dzat yang menganugerahi nikmat menyaksikan keagungan-Nya. Menjadikan segala hal ihwal merupakan kebaikan terbesar.

Etika praktis (at-takhalluq): orang yang kebaikannya menyebar kepada pihak yang membutuhkan atau tidak membutuhkan, baik secara indrawi maupun maknawi, baik diminta ataupun tidak, disebut sebagai orang baik (al-Barr). Jika kebaikannya diberikan karena diminta maka kebaikannya ada dua jenis: kebaikan merespon permintaan dan kebaikan memberikan yang diminta. Seorang hamba Tuhan diminta untuk menjalankannya yang fardhu (tindakan-tindakan yang harus dilakukan). Seorang hamba Tuhan juga diberi anugerah dengan tindakan-tindakan sunnah (tindakan-tindakan yang dianjurkan dilakukan) bagi dirinya. Itu semua adalah bagian yang diterima hamba Tuhan dari nama Allah yang Maha Baik.

Baca Juga: Lafzh al-Jalalah dan Arti Sebuah Nama

Mungkin nama-nama itu hanya sebagian dari 99 nama Allah yang baik (Asmaul Husna). Dan yang telah dijelaskan oleh Ibnu Arabi. Namun intinya adalah kesesuaian atau penyelarasan antara insan manusia sebagai makhluk yang lemah untuk selalu membutuhkan dan memohon kepada Allah serta diaktualisasikan di dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi jika melihat kehidupan yang semakin modern dan individualistik ini, pertolongan Allah seperti Maha Penyayang, Maha Lembut, dan Maha Baik sangat-sangat dibutuhkan untuk memampukan diri kita agar dapat saling bantu membantu, saling ingat mengingatkan baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Daftar Pustaka

Arabi, I. (2015). Rahasia Asmaul Husna (Mengungkapkan Makna 99 Nama Allah). Jakarta: Pustaka Turos.
____________

Editor: Ainu Rizqi
_ _ _ _ _ _ _ _ _
Jangan lupa berikan reaksi dan komentar Anda di kolom komentar di bawah ya! Selain apresiasi kepada penulis, komentar dan reaksi Anda juga menjadi semangat bagi Tim Redaksi 🙂

Silakan bagi (share) ke media sosial Anda, jika Anda setuju artikel ini bermanfaat!

Jika Anda ingin menerbitkan tulisan di Artikula.id, silakan kirim naskah Anda dengan bergabung menjadi anggota di Artikula.id. Baca panduannya di sini! 

Untuk mendapatkan info dan artikel terbaru setiap hari Anda bisa juga mengikuti Fanpage Facebook Artikula.id di sini!

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
0
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
0
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Hikmah

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals