Ka’bah: Masjid Pertama Di Dunia?

Para ulama berbeda pendapat bahwa Ka’bah dibangun kembali nabi Ibrahim mendahului Bait al-Maqdis sekitar 9 abad.


Hari raya Idul Adha tidak bisa dilepaskan dari salah satu rukun Islam, yakni melaksanakan ibadah haji di Baitullah. Baitullah (Masjidil Haram) merupakan tempat untuk melaksanakan ibadah haji bagi umat muslim di seluruh penjuru dunia disetiap musim haji.

Baca juga: Idul Adha Menggugah Jiwa Kasih Sayang dan Pengorbanan

Masjidil Haram pertama kali didirikan oleh Nabi Ibrahim, yang didalamnya terdapat Ka’bah sebagai tempat melaksanakan thawaf. Sebagaimana Allah sebutkaan dalam firman-Nya surah Ali Imran ayat 96.“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah yang di Bakkah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” 

Ayat ini merupakan bantahan bagi orang-orang Yahudi yang mengecam umat Islam yang berkiblat ke Makkah, mereka menduga bahwa Bait al-Maqdis lebih utama dari Ka’bah, padahal Nabi Ibrahim as. mempunyai keterlibatan dalam pembangunan kiblat itu, maka dalam ayat ini dijelaskan mengenai kedudukan Ka’bah.

Ayat ini juga berbicara mengenai masjid pertama di dunia yang digunakan untuk beribadah. Uniknya, kata yang digunakan untuk menunjuk tempat tersebut adalah kata bakkah, sebuah kata yang tidak lazim lagi digunakan khususnya pada saat ini. Hal inilah salah satu penyebab terjadinya perbedaan pendapat ulama mengenai makna bakkah yang merupakan masjid pertama yang ada di dunia.

Kata Bakkah ada yang memahaminya sebagai tempat melaksanakan thawaf dimana terdapat Ka’bah. Kata ini terambil dari akar kata bahasa Arab yang berarti ramai dan berkerumun. Maka ini sangat sesuai dengan kedaan kota Makkah, khususnya Ka’bah pada musim haji, bahkan diluar musim tersebut.

Ada juga yang memahami kata Bakkah terambil dari bahasa orang Kaldani, yaitu bahasa yang digunakan Nabi Ibrhim as. kata ini bermakna kota. Memang sejak semula Nabi Ibrahim bermohon agar menjadikan wilayah itu kota yang aman. Merupakan mukjizat tesendiri bahwa al-Qur’an memilih kata ini ketika menguraikan kedudukannya sebagai rumah pertama.

Menurut Ibnu Katsir Bakkah adalah salah satu nama Kota Makkah, menurut pendapat yang masyhur. Disebut demikian karena tempat ini membuat  banyak orang zhalim dan tiran bersimpuh dan menundukkan diri di sana. Hamad bin Salamah menyebutkan dari Ibnu ‘Abbas, ia mengatakan bahwa Makkah mulai dari al-Fajj sampai Tan’im, sedangkan Bakkah mulai dari Baitullah sampai al-Bathha’.

Adapun Makkah, maka ia menunjuk kepada kota yang berada di Saudi Arabia secara keseluruhan. Ia adalah kota Haram.Dengan demikian, Bakkah terdapat di kota Makkah. Ada juga yang memahami kata Bakkah  dalam arti kota Makkah.

Para ulama menyebutkan bahwa Makkah mempunyai banyak nama, diantaranya adalah Makkah, Bakkah, al-Baitul ‘Atiq, al-Baitul Haram, al-Baladul Amin wal Ma’mun, Ummu Rahm, Ummul Qura, Shalah, Al-‘Arsy, dan al-Qadis, karena menyucikan dari segala macam dosa, al-Muqaddasah, an-Nasah, al-Basah, al-Hathimah, ar-Ra’s, Kautsa, al-Baldah, al-Bunyah, dan al-Ka’bah.

Para ulama berbeda pendapat bahwa Ka’bah dibangun kembali nabi Ibrahim mendahului Bait al-Maqdis sekitar 9 abad. Nabi Ibrahim as. meninggikan pondasinya sekitar tahun 1900 SM. Sedangkan petugas-petugas Nabi Sulaiman as. membangun Bait al-Maqdis sekitar tahun 1000 SM. Bahkan konon masjid al-Aqsha pada mulanya adalah masjid kecil yang dibangun oleh Nabi Ibrahim, yang kemudian punah dan dibangun kembali di lokasi itu atas perintah Nabi Sulaiman as.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Dzar ra, beliau berkata:

“Ya Rasulullah masjid apa yang pertama kali didirikan?” Beliau bersabda: “Masjidil Haram.” “Kemudian masjid apalagi?” tanyaku. Beliau bersabda: “Masjidil Aqsha.” “Berapa jarak antaraa keduanya?” tanyaku. Beliaupun menjawab: “Empat puluh tahun.” Lalu kutanyakan lagi: “Kemudian yang mana lagi?” Beliau menjawab: “Kemudian dimana pun waktu salat tiba, maka salatlah di sana, karena semua bumi ini adalah masjid.” (HR. Bukhari dan Muslim).

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
2
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
4
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
1
Wooow
Keren Keren
4
Keren
Terkejut Terkejut
2
Terkejut
Ichwatin Mahmudah
Ichwatin Mahmudah adalah mahasiswa jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir di Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Syarif Kasyim Riau.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals