Ketika Gagap Dipandang Rendahnya Karakter Diri

Bagaimana sebenarnya gagap terjadi dan pergerakan penghapusan stigma mengenai gagap.


Siapa yang tidak mengenal Profesor Quirrel? Salah satu penjahat yang dihadapi Harry Potter di Harry Potter and The Chamber Of Secret adalah karakter yang berpura-pura menjadi orang yang gagap.

Tidak ada yang menyangka dengan kondisi diremehkan oleh yang lain, sebenarnya dia adalah musuh yang akan dihadapi Harry. Dari Profesor Quirrel atau seniman Indonesia, Aziz Gagap, secara tidak langsung memberikan penilaian yang kurang menguntungkan dibanding yang lain.

Gagap, juga disebut kegagapan awal masa kanak-kanak atau gangguan kelancaran, adalah gangguan bicara yang melibatkan masalah yang sering dan signifikan dengan kelancaran dan aliran bicara yang normal.

Kondisi ini dapat ditemukan pada anak-anak dan orang dewasa. Orang yang gagap tahu apa yang ingin mereka katakan tetapi proses keluarannya terganggu.

Namun, tidak semua kondisi gap dapat dianggap sebagai kondisi kronis. “Sebenarnya setiap anak usia 2-6 tahun mengalami kondisi disfungsional yang normal. Periode ini sangat normal. Dan dalam kasus gagap, kondisi ini berlanjut dengan pengaruh faktor eksternal,” kata Hikmatun Sadiah, Direktur Akademi Terapi Wicara.

“Gagap muncul karena kombinasi faktor internal dan eksternal. Biasanya untuk kasus gagap pasti ada kombinasi faktornya. Namun seringkali faktor internal seperti keturunan sering dibicarakan. Namun, faktor eksternal seperti lingkungan, persahabatan, harapan orang tua seringkali tidak dibahas sebaliknya.

Itu yang bisa memicu kondisi gap,” imbuhnya. Meski penyebab yang mendasari kondisi ini belum diketahui secara pasti, beberapa faktor seperti gangguan kontrol motorik bicara, genetika, dan psikologi bisa dijadikan acuan upaya penindakan kepada para ahli.

Beberapa gejala yang dapat diamati seperti: kesulitan memulai kata, frasa, atau kalimat, menambahkan kata atau suara pada kata, menjeda, atau mengucapkan kata-kata yang patah, menambahkan kata-kata yang tidak berarti ke setiap kata berikutnya, transisi sebagai seseorang dengan kesulitan bernapas, gerakan tubuh yang berlebihan, berkeringat, dan komunikasi yang dibangun seringkali kurang efektif.

Beberapa kondisi sangat parah, seseorang juga menunjukkan gejala tics wajah, tremor di area mulut, mata berkedip cepat, tangan meremas, dan sentakan kepala. Namun kondisi gagap juga tidak bisa muncul hanya ketika orang tersebut berbicara dalam keadaan santai.

Seringkali bantuan ahli diperlukan pada orang dengan gagap yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Rujukan dapat diarahkan ke dokter, ahli patologi wicara-bahasa atau psikolog.

Sudah sepantasnya kondisi ini tidak memiliki stigma yang beranggapan bahwa orang yang memiliki kesenjangan layak untuk diremehkan, karena pada dasarnya lingkungan adalah pencetus bagaimana seseorang dapat bebas berbicara atau berekspresi.

Baca juga: Tuli, Komunitas Berdaya di Masyarakat

Orang yang gagap membutuhkan motivasi internal untuk melatih diri dan mengontrol kondisi psikisnya agar mampu mengurangi intensitas kesenjangan yang dimilikinya. Selain itu, dukungan penuh dari lingkungan bahkan orang tua perlu diwujudkan.

Memperhatikan tanda bahaya dalam perkembangan bicara-bahasa anak sangat penting bagi orang tua untuk mendapatkan intervensi dini bagi anak.

Atas dasar stigma yang beredar di masyarakat dalam memandang penderita gagap, seperti Komunitas Gagap Indonesia, maka peranannya sangat penting dalam memberikan pemberdayaan dan advokasi bagi penderita gagap dalam meningkatkan kualitasnya.

Hal ini juga merupakan salah satu upaya kampanye para penderita gagap kepada masyarakat luas agar lebih menerima mereka secara utuh. Gerakan ini berdampak sangat positif, dan perlu mendapat apresiasi penuh dari pemerintah sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan rakyat.

Editor: Sukma Wahyuni
 _ _ _ _ _ _ _ _ _
Jangan lupa berikan reaksi dan komentar Anda di kolom komentar di bawah ya! Selain apresiasi kepada penulis, komentar dan reaksi Anda juga menjadi semangat bagi Tim Redaksi 🙂

Silakan bagi (share) ke media sosial Anda, jika Anda setuju artikel ini bermanfaat!

Jika Anda ingin menerbitkan tulisan di Artikula.id, silakan kirim naskah Anda dengan bergabung menjadi anggota di Artikula.id. Baca panduannya di sini! 

Untuk mendapatkan info dan artikel terbaru setiap hari Anda bisa juga mengikuti Fanpage Facebook Artikula.id di sini!

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
1
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
1
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Perspektif

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals