Keindahan Wajah Islam di Kota Rotterdam, Belanda

Di tengah maraknya Islamphobia dan gerakan anti-Islam di Eropa, ternyata terdapat sejumlah wilayah yang ramah bagi umat muslim, yakni kota Rotterdam, Belanda.


Masjid Essalam
Masjid Essalam, Rotterdam (Sumber: ppmrindonesia.wordpress.com)

Sejarah kejayaan-kejayaan Islam banyak disalahpahami oleh sebagian nonmuslim, sebagian dari mereka masih beranggapan bahwa penyebaran agama Islam adalah dengan peperangan dan penaklukan, sehingga memunculkan pandangan Islamphobia bahkan sampai pada taraf gerakan anti-Islam.

Gerakan anti-Islam tersebut pada akhirnya menciptakan ketidaknyamanan bagi sebagian masyarakat muslim di Eropa.

Akan tetapi, ternyata terdapat sebuah kota yang dinilai sangat ramah terhadap muslim yakni kota Rotterdam, Belanda.

Meskipun penduduk muslim di Belanda terbilang minoritas yakni berjumlah 860 ribu atau 6% dari jumlah keseluruhan penduduk di Belanda, meskipun begitu, angka 860 termasuk angka yang cukup banyak dibanding dengan negara-negara lain yang penduduk muslimnya mencapai angka 20%, akan tetapi jumlah penduduk muslimnya tidak mencapai angka 860 ribu.

Itu menandakan bahwa penganut agama Islam di Belanda cukup banyak dibanding dengan negara-negara lain.

Sebelum penulis menjelaskan keunikan kota Rotterdam, Belanda. Penulis akan sedikit menjelaskan sejarah masuknya agama Islam dan penyebarannya di Belanda.

Jika dilihat dari sejarah, ternyata Islam masuk ke Belanda tanpa adanya penaklukan dan penjajahan. Islam masuk ke Belanda sekitar pertengahan abad ke-20. Yang mana ketika itu terjadi gelombang migrasi secara besar-besaran yang melibatkan penganut agama Islam ke negera Belanda.

Menariknya lagi di negara Belanda ternyata banyak menyimpan manuskrip-manuskrip Islam. Terlepas manuskrip tersebut didapatkan dari hasil kolonialisme atau jalan lainnya. Intinya manuskrip Islam yang tersimpan di Belanda dapat menjadi jembatan intelektual penting antara Barat dan dunia Muslim.

Setelah menjelaskan sekilas mengenai muslim di Belanda secara umum, penulis akan mengerucutkan pembahasan mengenai wajah Islam di Negeri Kincir Angin Belanda, khususnya wajah Islam di kota Rotterdam.

Kota Rotterdam, terbilang sebagai kota yang cukup nyaman bagi umat Muslim di Belanda. Terdapat beberapa hal menarik yang menjadi alasan mengapa kota tersebut dinilai sebagai kota yang cukup ramah bagi umat Muslim di Belanda. Beberapa keunikan tersebut diantaranya; Masjid, Populasi muslim, Pendidikan Islam dan Pemerintahan yang terdapat di Kota Rotterdam.

Apa yang menarik dari beberapa hal tadi? Berikut akan penulis paparkan mengenai keunikan dari kota ini:

Masjid-masjid di Rotterdam

Terdapat lima masjid di Rotterdam, yakni; Masjid Mevlana, Masjid Ghousia, Masjid al-Nur, Masjid Tafakkur, Masjid Nasuha, dan Masjid Essalam yang merupakan Masjid terbesar di Belanda. Masjid-masjid tersebut dikelola oleh warga keturunan Somalia, Turki, Maroko, Pakistan, Boznia, dan juga Indonesia.

Dulunya masjid-masjid tersebut merupakan sebuah gereja yang kemudian hari banyak warga Muslim sepakat untuk berdonasi untuk membeli gereja-gereja untuk direnovasi arsitekturnya dan dialih fungsikan menjadi masjid. Walaupun ada juga beberapa masjid yang eksteriornya tidak terlihat menyerupai masjid, tetapi lebih menyerupai apartemen.

Baca Juga: Masjid Biru: Kedigdayaan Turki Usmani

Donasi-donasi tersebut berasal dari warga Muslim di Belanda dan juga dari luar negara seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan lain-lain.

Kali ini saya akan memaparkan satu masjid saja, yakni Masjid Essalam yang dikenal sebagai Masjid yang paling sering dikunjungi dan paling terkenal di negeri Belanda.

Pembangunan Masjid Essalam berlangsung selama 7 tahun, dimulai pada tahun 2003 dan diresmikan pada tanggal 17 Desember 2010. Banyak kendala yang dihadapi dalam proses pembangunan masjid tersebut−permasalahan internal pengurus hingga masalah pendanaan yang mencapai angka 4 Juta Euro.

Masjid yang dibangun dengan dua buah menara yang menjulang setinggi 50 meter (164-kaki) dan dapat menampung 3.000 jama'ah sekaligus menjadi Masjid dan Islamic Centre terbesar di Belanda.

Lantai dasar dipakai untuk keperluan aktivitas non-religius, seperti; toko, dapur, ruang untuk kantor, ruang kelas dan ruang umum untuk segala aktivitas pengurus. Terdapat pula tempat wudlu untuk laki-laki, ruang imam, serta ruang makan.

Di bagian tengah ruang balkon lantai satu dan lantai dua, digunakan sebagai ruang salat jamaah laki-laki, sedangkan lantai paling atas dipakai untuk ruang salat bagi jamaah wanita. Masing masing ruang salat diinterkoneksi dengan void untuk memberikan penerangan alami dari kubah yang berukuran 25 meter di atas masjid yang ditopang dengan 4 tiang utama.

Eksterior Masjid dirancang dengan gaya masjid Nabi Muhammad SAW di Madinah yang dipadu dengan gaya Mamluk Mesir abad ke 15. Keseluruhan gedung ditutup dengan batu alam dengan aksen warna warni batu abu-abu kebiruan. Sedangkan lengkungan jendela dibuat dari batu buatan. Pintu utama masjid diletakkan di sebelah barat, ruang mihrab di sisi tenggara masjid.

Rancangan masjid ini dibuat oleh arsitek Wilfried van Winden, dibawah nama Molenaar & Van Winden architects.  Van Winden sendiri mempraktekkan kearsitekturan dengan nama WAM Architects.

Penyelesaian pembangunan Masjid Essalam Rotterdam ini tak terlepas dari bantuan Yayasan Amal Al-Maktoum. Sebuah yayasan amal milik Sheik Dubai, Sheikh Hamad bin Rashid Al-Maktoum, yang kemudian menempatkan satu orang dari yayasannya masuk dalam jajaran kepengurusan masjid tersebut.

Berdasarkan pemaparan di atas mengenai masjid-masjid yang terletak di Rotterdam setidaknya dapat membantu masyarakat muslim di sana untuk menjalankan ibadahnya. Jadi, dari segi peribadatan di sana tidaklah sulit sebagaimana di kota-kota dan di negara-negara lain yang agak sulit untuk mencari tempat peribadatan umat muslim.

Populasi Muslim dan Pendidikan Islam di Rotterdam

Secara geografis, Rotterdam termasuk sebagai kota pelabuhan terbesar di dunia. Hal ini menjadi alasan mengapa penduduknya mayoritas dihuni oleh orang asing. Tercatat sekitar 50% warganya merupakan keturunan Turki, Maroko, Aruba, dan lain-lain.

Kurang lebih terdapat 20% warga yang beragama Islam di Rotterdam dan diprediksikan akan terus bertambah seiring dengan majunya peradaban Muslim di sana.

Hal yang paling menarik di sini adalah Wali Kota Rotterdam ternyata merupakan seorang Muslim keturunan Maroko bernama Abou Taleeb. Ia menjabat dari tahun 2003 sampai saat ini (2020)  masih menjabat sebagai Wali Kota di Rotterdam.

Dalam hal pendidikan di Rotterdam, banyak sekali sekolah-sekolah umum yang juga menyediakan pelajaran agama Islam seperti membaca dan menghafal al-Qur’an, membaca dan menulis bahasa Arab, menghafal hadis dan doa sehari-hari, juga pelajaran praktek ibadah seperti shalat, puasa, zakat, dan manasik haji. Tak jauh beda dengan negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Selain terdapat sekolah-sekolah umum yang mengajarkan pelajaran agama Islam, di Rotterdam juga terdapat sebuah universitas Islam yakni Islamic University of Rotterdam (IUR).

Selain itu, organisasi Muslim di Rotterdam turut mewarnai corak masyarakat Muslim di sana. Mulai dari Indonesische Stichting Rotterdam (ISR), Himpunan Masyarakat Muslim Indonesia Rotterdam (HIMMI), Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa Rotterdam (PPME), Al-Jamiatul Hasana.

Organisasi-organisasi tersebut sering mengadakan pengajian rutin di masjid-masjid wilayah Rotterdam. Anggota dari organisasi tersebut juga sering menjadi Imam dan Khotib Jum’at di beberapa Masjid. Jadi, masjid-masjid di sana tidak hanya sekedar sebagai tempat salat semata, akan tetapi keilmuan juga turut berkembang di sana.

Jadi, dalam masalah pendidikan dan sarana untuk menambah khazanah keilmuan Islam di sana cukup mendukung.

Pemerintahan di Rotterdam

Sebagaimana saya paparkan di atas, bahwa penduduk Muslim di Rotterdam terbilang cukup banyak, sekaligus nilai plus dari kota tersebut yakni kota Rotterdam di wali kotai oleh Abou Taleeb yang juga merupakan seorang Muslim.

Abou Taleeb selaku Wali Kota memberikan kebebasan dalam banyak hal, termasuk dalam hal peribadatan. Meskipun pemerintahannya memberikan kebebasan, akan tetapi tindakan pengawasan di kota tersebut cukup ketat. Hal tersebut guna mencegah terjadinya tindakan kejahatan sebagaiman di negara-negara lain yang banyak terjadi kekerasan agama karena kurangnya sikap toleransi.

Baca Juga: Urgensi Mengenalkan Islam Wasathiyah ke Negara Eropa

Selain Wali Kota yang beragama Islam, Kota Rotterdam juga terdapat lembaga yang berhak memberi sertifikasi halal untuk memudahkan kebutuhan warga Muslim.

Pemerintahan yang baik serta toleransi yang dijunjung tinggi merupakan aspek penting yang menjadikan Kota Rotterdam menjadi kota yang ramah bagi penganut Islam dan agama lain sekali pun.

Demikianlah penjelasan sekilas mengenai kota Rotterdam. Semoga kedepannya kota Rotterdam dapat melestarikan nilai-nilai luhur Islam. Karena masih banyak orang yang salah paham dengan mengganggap Islam adalah agama yang identik dengan kekejian, penuh akan penjajahan, penaklukan, dan teror.

Padahal Islam adalah agama yang mencintai kedamaian, penuh akan kasih sayang, dan menebar kebaikan bagi seluruh alam. Semoga Allah selalu menjaga kota ini sehingga kenyamanan hidup bagi umat muslim terus menerus berlangsung sampai kapanpun… Aamiin ya Rabbal ‘Alamin..

_ _ _ _ _ _ _ _ _
Bagaimana pendapat Anda tentang artikel ini? Jangan lupa berikan reaksi dan komentar Anda di kolom komentar di bawah ya! 

Anda juga bisa mengirimkan naskah Anda tentang topik ini dengan bergabung menjadi anggota di Artikula.id. Baca panduannya di sini! 

Untuk mendapatkan info dan artikel terbaru setiap hari Anda bias juga mengikuti Fanpage Facebook Artikula.id di sini!

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
1
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
3
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
2
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Hadi Wiryawan

Master

Tim Redaksi Artikula.id | Orcid ID : https://orcid.org/0000-0002-7620-6246

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Internasional

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals