Gerakan, Cinta dan Kesetiaan

Manusia di muka bumi akan tunduk layaknya rumput yang selalu merunduk: Kau akan abadi


Sumber :https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2016/07/14/729106/670x335/punya-fakta-mengejutkan-air-mata-bukan-respon-emosi-semata.jpg

Ada Apa dengan Negeriku?

Bumi pertiwi yang dulu hijau nan indah sekarang telah menjadi lautan abu,
Tetesan keringat pun kini telah menjadi lautan air mata.
Lantas bagaimana?
Negeriku ini telah menjadikan manusia sebagai bahan uji coba
Mengapa harus seperti ini wahai sang penguasa? mengapa?

Adakah kegelisahan yang kini kau rasakan?
Atau justru kau berfoya-foya atas penderitaan rakyatmu?

Wahai bumi pertiwi
Bangkitlah atas kegagalanmu kali ini,
Angkatlah tanganmu, lakukanlah sesuai dengan dosa-dosa manusia di atasmu.
Hukumlah mereka layaknya kau sekarang dihukum.
Manusia di muka bumi akan tunduk layaknya rumput yang selalu merunduk
Kau akan abadi

Abadi seperti ujung tombak yang selalu menghasilkan darah
Abadi seperti tetesan air mata yang terus mengalir
Abadi seperti gelandangan yang bertebaran di seluruh pelosok negeri.

Apa maksud semua ini?
Apa yang selanjutnya akan terjadi?
Kosong, iya kosong
Seperti kertas tanpa coretan tinta.
Seperti dunia tanpa sang penghuni

Aku hanya berpesan padamu negeriku
Bangkitlah negeri, bangkitlah keadilan
Bangkitlah!

 

Baca Juga: Karya Cipta Untuk Cinta

Air Mata 

Aku tak menyadari
Bahwa ia yang selama ini bersembunyi di balik tirai
Akhirnya menetes seperti air yang mengalir
Mengkuti arah di mana ia akan berjalan dan selalu terarah

Air mata
Datang dalam malam yang sunyi
Hening dan senyap menyaksikan
Ia yang mendengarkan dengan seksama semua yang disabdakan
Tanpa ragu ia datang dengan darah
Meratap dalam relung jiwa
Tanpa sepatah kata yang terucap

Hening, hening dan hening
Hanya hembusan nafas yang terdengar
Bersama detak jantung yang berdebar
Menyaksikan aliran darah dan tangis yang menjadi saksi
Atas perjuangan dengan keabadian

 

Tentangmu

Sajak indah hanya perumpamaan bukti atas pengakuanku
Bayanganmu selalu hadir dalam malam
Bagaikan hiasan dalam dinding kamar
Cerah layaknya rembulan yang mencerahkan

Tentangmu sajakku menjadi lebih istimewa
Tumbuh seperti rumput liar
Wangi bak bunga mawar yang baru memekar
Mengalir seperti air di lautan

Harapan yang selalu kusematkan
Doa yang selalu kupanjatkan
Wajah yang selalu bersemayam
Indah dalam pelupuk malam

Suara kipas yang selalu menemani
Senyum manis yang selalu menghantui
Kenangan hadir silih berganti
Kini rinduku hanya tentangmu

 

Baca Juga: Menjemput Resah di Persimpangan Puisi

Harapan di Atas Harapan 

Kisah yang berujung tanpa kepastian
Kehidupan yang selalu membuatku harus belajar
Belajar untuk tetap mempercayai bahwa cinta akan abadi

Kehidupan yang belajar dari banyaknya cinta
Tapi cinta yang seperti apa? cinta yang bagaimana?

Tuhan
Jika memang kehidupanku hanya berputar soal cinta
Maka hukumlah aku

Aku bodoh, sangat bodoh
Memikirkan cinta tanpa kepastian
Berpangku tangan dalam lumbung yang kosong
Seperti berjalan di atas air

Kata demi kata mulai kuukir dengan pena
Menjadikannya kalimat yang indah untuk kau baca

 

Beku

Bukan hanya hati yang terenyuh
Menghukum atas kesalahan cinta adalah kebusukan seorang pecundang
Rasa benci yang kini mulai timbul
Akan lebih menyakitkan untuk sekedar kuucapkan

Selamat atas benih kebencian yang kau tumbuhkan
Dan kau harus tahu
Bahwa keagungan cintalah yang akan membawamu dalam kebahagiaan

 

Baca Juga: Aku dan Sia-Sianya

Kehidupan 

Kehidupan yang terlalu fana
Membuat orang lupa
Bahwa keabadian telah menunggu

Kehangatan sinar matahari
Indahnya rembulan menyelimuti malam
Menolak untuk terus mengingat
Bahwa waktu terus berputar

Hingga kehidupan yang abadi
Menyusul di kemudian hari.

 

_ _ _ _ _ _ _ _ _
Bagaimana pendapat Anda tentang puisi di atas? Jangan lupa berikan reaksi dan komentar Anda di kolom komentar di bawah ya! 

Anda juga membaca kumpulan puisi menarik lainnyadi sini! 

Untuk mendapatkan info dan artikel terbaru setiap hari Anda bisa juga mengikuti Fanpage Facebook Artikula.iddi sini!

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
4
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
4
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
3
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Puisi

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals