Hubungan Sesama Manusia pada masa Wabah Virus Corona dalam Perspektif Hadis

Ditiadakannya shalat berjamaah sebagaimana di Dubai di atas pernah terjadi di masa Rasulullah saw. Setidaknya, Bilal selalu menyelipkan kata sallu fi buyutikum.. 3 min


4

Virus Corona (covid-19) merupakan wabah penyakit yang memakan banyak korban. Hal tersebut tidak saja terlihat dari sebaran negara yang terkena melainkan juga jumlah korban yang terus meningkat. Bahkan korban virus tersebut juga merambah ke pejabat publik di beragam negara seperti Menteri Kesehatan, Perdana Menteri dan lain sebagainya. Dengan demikian, diperlukan mewaspadai penyebaran secara luas virus tersebut.

Cara efektif untuk agar virus corona tersebut adalah menghindari kontak langsung dengan banyak orang. Hal tersebut menjadikan beragam pertemuan yang mengundang banyak orang dibatalkan. Pertemuan wisuda atau event lain mampu menjadi sarana efektif dalam tersebarnya virus tersebut. Kejadian terdekat adalah adanya tabligh akbar di negara tetangga telah menjadikan banyak orang tertular virus terebut.

Baca juga: Salam Pejabat Itu Syubhat, Iyakah?

Dalam kondisi normal, hubungan persaudaraan sesama muslim merupakan sebuah jalinan yang utuh. Hal tersebut menjadikan satu orang dengan yang lainnya saling membutuhkan dan saling menguatkan satu dengan yang lainnya. Bahkan ketika bertemu dan berjabat tangan saja Allah swt. akan mengampuni dosa-dosanya.  Hal tersebut sebagaimana dalam hadis di bawah ini:

Ų±ŁˆŁ‰ أبو داود عن البراؔ بن عازب، قال: قال Ų±Ų³ŁˆŁ„ الله صلى الله Ų¹Ł„ŁŠŁ‡ ŁˆŲ³Ł„Ł…: ((Ł…Ų§ من Ł…Ų³Ł„Ł…ŁŽŁŠŁ†Ł ŁŠŁ„ŲŖŁ‚ŁŠŲ§Ł† ŁŁŠŲŖŲµŲ§ŁŲ­Ų§Ł†ŲŒ ؄لا ŲŗŁŁŽŲ± لهما قبل أن ŁŠŁŲŖŲ±Ł‘ŁŽŁ‚Ų§))Ų› (حديث صحيح)

Hadis di atas menunjukkan ikatan persaudaraan yang erat sesama umat Islam. Jabat tangan dalam kondisi normal menjadikan hubungan yang erat bahkan dinilai di mata Allah swt.; Diampuni dosa kedua orang muslim yang berjabat tangan.

Baca juga: Anjuran Menebar Salam

Namun fenomena di atas tidak berlaku di saat merebaknya virus corona. Jabat tangan antar manusia akan mengantarkan tertularnya virus. Hal tersebut mengantarkan pentingnya menjauhi kontak dekat dengan banyak orang. Bersalaman menjadi haram. Dalam hadis lain hadis Ahmad 18655 18655/26363 dijelaskan:

Ų­ŁŽŲÆŁ‘ŁŽŲ«ŁŽŁ†ŁŽŲ§ Ł‡ŁŲ“ŁŽŁŠŁ’Ł…Ł ŲØŁ’Ł†Ł ŲØŁŽŲ“ŁŁŠŲ±Ł Ų¹ŁŽŁ†Ł’ ŁŠŁŽŲ¹Ł’Ł„ŁŽŁ‰ بْنِ Ų¹ŁŽŲ·ŁŽŲ§Ų”Ł Ų¹ŁŽŁ†Ł’ Ų¹ŁŽŁ…Ł’Ų±ŁŁˆ بْنِ Ų§Ł„Ų“Ł‘ŁŽŲ±ŁŁŠŲÆŁ Ų¹ŁŽŁ†Ł’ Ų£ŁŽŲØŁŁŠŁ‡Ł Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽ ŁƒŁŽŲ§Ł†ŁŽ فِي ŁˆŁŽŁŁ’ŲÆŁ Ų«ŁŽŁ‚ŁŁŠŁŁ Ų±ŁŽŲ¬ŁŁ„ŁŒ Ł…ŁŽŲ¬Ł’Ų°ŁŁˆŁ…ŁŒ ŁŁŽŲ£ŁŽŲ±Ł’Ų³ŁŽŁ„ŁŽ Ų„ŁŁ„ŁŽŁŠŁ’Ł‡Ł Ų§Ł„Ł†Ł‘ŁŽŲØŁŁŠŁ‘Ł ŲµŁŽŁ„Ł‘ŁŽŁ‰ Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŁ‡Ł Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁŠŁ’Ł‡Ł ŁˆŁŽŲ³ŁŽŁ„Ł‘ŁŽŁ…ŁŽ ارْجِعْ ŁŁŽŁ‚ŁŽŲÆŁ’ ŲØŁŽŲ§ŁŠŁŽŲ¹Ł’ŲŖŁŁƒŁŽ

Telah menceritakan kepada kami [Husyaim bin Basyir] dari [Ali bin Atha`] dari [Amru bin Syarid] dari [bapaknya] ia berkata; Di antara utusan Tsaqif terdapat seorang laki-laki yang menderita penyakit kusta (Lepra). Maka Nabi saw. mengutus seseorang untuk menyampaikan kepadanya, “Kembalilah, sesungguhnya saya telah membai’atmu.”

Atas dasar fenomena di atas, menjaga agar tidak ikut dalam keramaian yang menjadi sumber virus adalah kewajiban. Fenomena corona juga telah memaksa Saudi Arabia menghentikan umrah dan menyemprotkan desinfektan di bagian Ka’bah untuk seterilisasi. Demikian juga, di Malaysia memaksa meniadakan Shalat Jum’at di Masjid dengan menggantinya dengan shalat Dhuhur di rumah masing-masing. Bahkan di Dubai, Muazzin menambahkan Shallu ala Buyutikum (Shalatlah di rumah kalian) pada azannya. Hal tersebut menjadi petanda untuk kebaikan umat manusia di belahan bumi agar selamat dari musibah pandemi.

Ditiadakannya shalat berjamaah sebagaimana di Dubai di atas pernah terjadi di masa Rasulullah saw. Setidaknya, Bilal sang Muazzin selalu menyelipkan kata sallu fi buyutikum aw fi rihalatikum. Ucapan tersebut dilakukan di saat cuaca ekstrim yaitu cuaca yang teramat dingin. Keselamatan umat Islam sangat penting dalam hal ini.

Baca juga: Menjaga Tali Persaudaraan

Hadis yang membicarakan hal tersebut dapat dilihat sebagaimana berikut ini:

Ų±ŁˆŁ‰ Ų§Ł„ŲØŲ®Ų§Ų±ŁŠ (666) ، ŁˆŁ…Ų³Ł„Ł… (697) Ų¹ŁŽŁ†Ł’ Ł†ŁŽŲ§ŁŁŲ¹ ، Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽ : ” Ų£ŁŽŲ°Ł‘ŁŽŁ†ŁŽ Ų§ŲØŁ’Ł†Ł Ų¹ŁŁ…ŁŽŲ±ŁŽ فِي Ł„ŁŽŁŠŁ’Ł„ŁŽŲ©Ł ŲØŁŽŲ§Ų±ŁŲÆŁŽŲ©Ł ŲØŁŲ¶ŁŽŲ¬Ł’Ł†ŁŽŲ§Ł†ŁŽ ، Ų«ŁŁ…Ł‘ŁŽ Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽ : ŲµŁŽŁ„Ł‘ŁŁˆŲ§ فِي Ų±ŁŲ­ŁŽŲ§Ł„ŁŁƒŁŁ…Ł’ ، ŁŁŽŲ£ŁŽŲ®Ł’ŲØŁŽŲ±ŁŽŁ†ŁŽŲ§ Ų£ŁŽŁ†Ł‘ŁŽ Ų±ŁŽŲ³ŁŁˆŁ„ŁŽ Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŁ‡Ł ŲµŁŽŁ„Ł‘ŁŽŁ‰ Ų§Ł„Ł„Ł‡Ł Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁŠŁ’Ł‡Ł ŁˆŁŽŲ³ŁŽŁ„Ł‘ŁŽŁ…ŁŽ ŁƒŁŽŲ§Ł†ŁŽ ŁŠŁŽŲ£Ł’Ł…ŁŲ±Ł Ł…ŁŲ¤ŁŽŲ°Ł‘ŁŁ†Ł‹Ų§ ŁŠŁŲ¤ŁŽŲ°Ł‘ŁŁ†Ł ، Ų«ŁŁ…Ł‘ŁŽ ŁŠŁŽŁ‚ŁŁˆŁ„Ł Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‰ ؄ِثْرِهِ : ” Ų£ŁŽŁ„Ų§ŁŽ ŲµŁŽŁ„Ł‘ŁŁˆŲ§ فِي Ų§Ł„Ų±Ł‘ŁŲ­ŁŽŲ§Ł„Ł ” فِي Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŁŠŁ’Ł„ŁŽŲ©Ł Ų§Ł„ŲØŁŽŲ§Ų±ŁŲÆŁŽŲ©Ł ، Ų£ŁŽŁˆŁ Ų§Ł„Ł…ŁŽŲ·ŁŁŠŲ±ŁŽŲ©Ł ، فِي Ų§Ł„Ų³Ł‘ŁŽŁŁŽŲ±Ł .

ŁˆŲ±ŁˆŁ‰ Ų§Ł„ŲØŲ®Ų§Ų±ŁŠ (668)، ŁˆŁ…Ų³Ł„Ł… (699) ŁˆŲ§Ł„Ł„ŁŲø له ، Ų¹ŁŽŁ†Ł’ Ų¹ŁŽŲØŁ’ŲÆŁ Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŁ‡Ł بْنِ Ų§Ł„Ų­ŁŽŲ§Ų±ŁŲ«Ł ، Ų¹ŁŽŁ†Ł’ Ų¹ŁŽŲØŁ’ŲÆŁ اللهِ بْنِ Ų¹ŁŽŲØŁ‘ŁŽŲ§Ų³Ł ، Ų£ŁŽŁ†Ł‘ŁŽŁ‡Ł Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽ Ł„ŁŁ…ŁŲ¤ŁŽŲ°Ł‘ŁŁ†ŁŁ‡Ł فِي ŁŠŁŽŁˆŁ’Ł…Ł Ł…ŁŽŲ·ŁŁŠŲ±Ł : ” Ų„ŁŲ°ŁŽŲ§ Ł‚ŁŁ„Ł’ŲŖŁŽ : Ų£ŁŽŲ“Ł’Ł‡ŁŽŲÆŁ Ų£ŁŽŁ†Ł’ Ł„ŁŽŲ§ Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‡ŁŽ Ų„ŁŁ„Ł‘ŁŽŲ§ Ų§Ł„Ł„Ł‡Ł ، Ų£ŁŽŲ“Ł’Ł‡ŁŽŲÆŁ Ų£ŁŽŁ†Ł‘ŁŽ Ł…ŁŲ­ŁŽŁ…Ł‘ŁŽŲÆŁ‹Ų§ Ų±ŁŽŲ³ŁŁˆŁ„Ł اللهِ ، ŁŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŲŖŁŽŁ‚ŁŁ„Ł’ : Ų­ŁŽŁŠŁ‘ŁŽ Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‰ Ų§Ł„ŲµŁ‘ŁŽŁ„ŁŽŲ§Ų©Ł ، Ł‚ŁŁ„Ł’ : ŲµŁŽŁ„Ł‘ŁŁˆŲ§ فِي ŲØŁŁŠŁŁˆŲŖŁŁƒŁŁ…Ł’ ” ، Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽ : ŁŁŽŁƒŁŽŲ£ŁŽŁ†Ł‘ŁŽ Ų§Ł„Ł†Ł‘ŁŽŲ§Ų³ŁŽ Ų§Ų³Ł’ŲŖŁŽŁ†Ł’ŁƒŁŽŲ±ŁŁˆŲ§ Ų°ŁŽŲ§ŁƒŁŽ ، ŁŁŽŁ‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽ: ” Ų£ŁŽŲŖŁŽŲ¹Ł’Ų¬ŁŽŲØŁŁˆŁ†ŁŽ مِنْ Ų°ŁŽŲ§ ؟! ، Ł‚ŁŽŲÆŁ’ ŁŁŽŲ¹ŁŽŁ„ŁŽ Ų°ŁŽŲ§ Ł…ŁŽŁ†Ł’ Ł‡ŁŁˆŁŽ Ų®ŁŽŁŠŁ’Ų±ŁŒ Ł…ŁŁ†Ł‘ŁŁŠ ، Ų„ŁŁ†Ł‘ŁŽ Ų§Ł„Ł’Ų¬ŁŁ…ŁŲ¹ŁŽŲ©ŁŽ Ų¹ŁŽŲ²Ł’Ł…ŁŽŲ©ŁŒ ، ŁˆŁŽŲ„ŁŁ†Ł‘ŁŁŠ ŁƒŁŽŲ±ŁŁ‡Ł’ŲŖŁ Ų£ŁŽŁ†Ł’ Ų£ŁŲ­Ł’Ų±ŁŲ¬ŁŽŁƒŁŁ…Ł’ ، ŁŁŽŲŖŁŽŁ…Ł’Ų“ŁŁˆŲ§ فِي Ų§Ł„Ų·Ł‘ŁŁŠŁ†Ł ŁˆŁŽŲ§Ł„ŲÆŁ‘ŁŽŲ­Ł’Ų¶Ł

Ibnu Umar pernah mengumandangkan adzan shalat di malam yang sangat dingin dan berangin kencang, maka dalam adzannya ia mengucapkan; ‘Alaa tusholluu fir rihaal (Tidak sebaiknyakah kalian shalat di persinggahan kalian?) kemudian katanya; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah memerintahkan mu’adzinnya jika malam sangat dingin dan terjadi hujan lebat untuk mengucapkan; ‘ALAA SHALLUU FIR RIHAAL (Shalatlah di rumah masing-masing) ” (HR. Muslim: 111) “Shalatlah di tempat tinggal kalian.” Ia melanjutkan perkataannya, “Jika malam sangat dingin dan hujan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan seorang mu’adzin untuk mengucapkan: “Hendaklah kalian shalat di tempat tinggal kalian.” (HR. Bukhari: 626)

Baca juga: Lebih Baik Menyalakan Lilin daripada Mengutuk Kegelapan

Musibah Corona tidak saja menimbulkan korban jiwa manusia. Beragam kehidupan sosial dan budaya manusia terancam seperti perekonomian dan lainnya. Maskapai penerbangan banyak yang membatalkan penerbangan bahkan katanya ada juga yang bangkrut. Selain itu sepinya penumpang memaksa banyak hotel dan wisata menjadi sepi dan bahkan ditutup seperti di kota Jakarta. Bahkan sekolah juga diliburkan.

Upaya di atas setidaknya menjadi bentuk menjaga diri sendiri dan orang lain agar tidak tertular oleh peyakit yang mewabah. Selain itu, mari berdoa untuk segera selesai wabah corona agar semua aktivitas normal kembali baik ibadah dan lainnya. Sekarang yang perlu dihindari adalah kontak langsung dengan khalayak ramai dan hindari salaman yang merupakan cara virus tersebut masuk tubuh manusia. []

_ _ _ _ _ _ _ _ _
Catatan: Tulisan ini murni opini penulis, redaksi tidak bertanggung jawab terhadap konten dan gagasan. Saran dan kritik silakan hubungi [email protected]

Jangan lupa berikan reaksi dan komentar Anda di kolom komentar di bawah ya! Selain apresiasi kepada penulis, komentar dan reaksi Anda juga menjadi semangat bagi Tim Redaksi šŸ™‚

Silakan bagi (share) ke media sosial Anda, jika Anda setuju artikel ini bermanfaat!

Jika Anda ingin menerbitkan tulisan di Artikula.id, silakan kirim naskah Anda dengan bergabung menjadi anggota di Artikula.id. Baca panduannya di sini! 

Untuk mendapatkan info dan artikel terbaru setiap hari Anda bisa juga mengikuti Fanpage Facebook Artikula.id di sini!

[zombify_post]


Like it? Share with your friends!

4
Dr. H. Muhammad Alfatih Suryadilaga, S.Ag. M.Ag. (alm.)
Almarhum Dr. H. Muhammad Alfatih Suryadilaga, S.Ag. M.Ag. adalah Wakil Dekan Bidang Akademik Fak. Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga (2020-2024). Beliau juga menjabat sebagai Ketua Asosasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA) dan Ketua Yayasan Pondok Pesantren al-Amin Lamongan Jawa Timur. Karya tulisan bisa dilihat https://scholar.google.co.id/citations?user=JZMT7NkAAAAJ&hl=id.

4 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

  1. Sebaiknya hadits pertama dan yang ke terakhir dalam artikel ini diterjemahkan agar sinkron dengan penjelasannya dan dapat dipahami oleh orAng yang pahala bahasa arAb.

    1. Sebaiknya hadits pertama dan yang ke terakhir dalam artikel ini diterjemahkan agar sinkron dengan penjelasannya dan dapat dipahami oleh orAng yang tidak paham bahasa arAb.