Cegah dan Waspadai Pre-eklampsia Dalam Kehamilan

Preeklampsia adalah gangguan kehamilan yang ditandai oleh tekanan darah tinggi dan kandungan protein yang tinggi dalam urine.


Pernahkah anda mendengar bahwa seorang ibu yang hamil saat awal kehamilannya ia baik-baik saja dan tak ada masalah, namun begitu usia kehamilan menginjak 6 bulan, tekanan darahnya melonjak tinggi. Ia pun didiagnosa Pre-eklampsia oleh dokter?

Pre-eklampsia adalah gangguan kehamilan yang ditandai oleh tekanan darah tinggi dan kandungan protein yang tinggi dalam urine. Kondisi ini dapat membahayakan organ-organ lainnya, seperti ginjal, hati, dan mata bahkan dapat terjadi eklampsia (kejang akibat pre-eklampsia).

Pre-eklampsia biasanya muncul pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu. Secara awam disebut keracunan kehamilan. Sebenarnya, penyebab pre-eklampsia belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya pre-eklampsia, antara lain:

  1. Adanya gangguan perkembangan pada plasenta, yang disebabkan oleh masalah pada pembuluh darah pemasok plasenta. Pada kondisi pre-eklampsia, plasenta diduga tidak mendapatkan cukup darah, sehingga mengakibatkan suplai darah kepada bayi terganggu. Berbagai sinyal dan substansi dari plasenta yang terganggu menyebabkan tingginya tekanan darah.
  2. Faktor genetik atau adanya riwayat keluarga yang pernah mengalami pre-eklampsia juga diduga berperan dalam mekanisme penyakit ini.
  3. Respon imun tubuh juga bisa menjadi faktor penyebab timbulnya pre-eklampsia. Ini biasanya terjadi pada ibu yang baru menjalani kehamilan pertama karena pada kehamilan pertama biasanya terjadi pembentukan blocking antibodies terhadap plasenta yang tidak sempurna.Tubuh ibu hamil bisa menjadi alergi pada janin atau plasentanya sendiri. Alergi ini menyebabkan adanya reaksi dalam tubuh yang kemudian dapat merusak darah atau pembuluh darahnya. Kelainan fungsi pembuluh darah inilah yang menjadi pemicu pre-eklampsia.
  4. Ibu hamil yang punya penyakit gusi juga cenderung berisiko dua kali lebih besar mengalami pre-eklampsia. Infeksi penyebab penyakit periodontal alias penyakit yang berhubungan dengan jaringan pendukung gigi juga dapat menyebar ke plasenta dan menghasilkan zat-zat yang bisa memicu pre-eklampsia.
  5. Faktor makanan juga bisa jadi salah satu penyebab munculnya pre-eklampsia walau kadarnya hanya sedikit. Kekurangan kalsium pada tubuh ibu hamil bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah dan menyebabkan pre-eklampsia. Begitu pula dengan kekurangan protein dan terlalu banyak makanan yang memicu darah tinggi.
  6. Pernah mengalami pre-eklampsia pada kehamilan sebelumnya, Obesitas pada awal kehamilan, Usia lebih dari 40 tahun, Jarak kehamilan lebih dari 10 tahun dari kehamilan sebelumnya
  7. Mempunyai masalah medis lain, yaitu tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit lupus

Apa sih Gejala Pre-eklampsia?

Pre-eklampsia pada umumnya jarang disertai dengan gejala-gejala tertentu, maka wanita hamil perlu melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur dan mengecek tekanan darah.

  • Tekanan darah yang tinggi bisa menjadi gejala awal pre-eklampsia. Waspadai jika tekanan darah mencapai 140/90 mm/Hg atau lebih.
  • Kadar protein dalam urine lebih dari +2
  • Kadang disertai bengkak pada kaki, tangan, muka dan bahkan seluruh tubuh
  • Gejala yang lebih berat lainnya yang mungkin muncul dapat berupa sakit kepala hebat, mengalami gangguan penglihatan, sensitif terhadap cahaya, sesak nafas, mual, dan muntah. Selain itu, nyeri dapat muncul pada perut bagian atas, tepatnya di bawah rusuk sebelah kanan.

Cara Mengatasinya

Jika wanita hamil terdeteksi mengalami pre-eklampsia, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih sering dibandingkan pemeriksaan rutin yang biasa dilakukan. Dokter juga akan melakukan beberapa tes guna mengetahui kondisi bayi dalam kandungan.

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi pre-eklampsia:

  • Penurunan tekanan darah. Pada kondisi pre-eklampsia tekanan darah akan tinggi, sehingga dibutuhkan perawatan yang dapat menurunkan tekanan darah atau disebut antihipertensi. Tidak semua obat antihipertensi aman bagi ibu hamil. Jadi sebelum mengkonsumsi obat tersebut, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter.
  • Obat antikejang. Magnesium sulfat sering dipakai untuk mengatasi dan mencegah kejang. Dokter akan memberikan obat ini jika pre-eklampsia tergolong berat.
  • Kortikosteroid. Kortikosteroid biasanya diberikan jika ibu hamil mengalami kondisi pre-eklampsia atau sindrom HELLP (hemolisis, peningkatan enzim hati, dan kadar platelet rendah). Kortikosteroid dapat meningkatkan fungsi trombosit dan hati untuk mencegah persalinan terlalu awal. Selain itu, kortikosteroid juga dapat membantu mematangkan paru-paru bayi agar jika harus lahir prematur, bayi dapat bernapas dengan baik.
  • Rawat inap. Jika pre-eklampsia yang dialami ibu hamil tergolong berat, kemungkinan dokter akan meminta untuk melakukan rawat inap agar dokter dapat dengan mudah mengontrol kondisi ibu hamil, bayi di dalam kandungan, dan kadar cairan amniotik. Kurangnya cairan amniotik merupakan tanda adanya masalah dengan suplai darah pada bayi.
  • Atur pola makan. Konsumsi makanan berprotein tinggi dapat mengganti kehilangan protein dalam urine,hindari makanan yang dibakar dan makanan mentah yang tak diolah yang dapat memicu tekanan darah semakin naik, serta kurangi makan makanan yang asin.
  • Asupan nutrisi yang baik dengan kadar antioksidan, magnesium, vitamin (khususnya vitamin D), dan mineral yang cukup, serta perawatan kesehatan gigi dan gusi, dapat membantu memperkecil risiko pre-eklampsia.

Sebesar 97% Ibu hamil yang pernah mengalami pre-eklampsia bisa sembuh total dan tekanan darahnya akan kembali stabil setelah persalinan. Yang terpenting bagi seorang ibu hamil adalahmelakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Tujuannya agar dapat terus memonitor kondisi kesehatan diri dan bayi sehingga gangguan kehamilan seperti pre-eklampsia dapat diatasi sejak dini.

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
2
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
0
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Dwi Rukma Santy

I'm a lecturer and health practicioners at Sunan Ampel Islamic State University

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals