Model Kitab Hadis Berkembang Sesuai Kebutuhan

Transformasi hadis dari tradisi lisan dan hafalan ke tradisi tertulis sebagaimana terjadi di awal abad kedua menunjukkan perkembangan kebutuhan masyarakat akan teks


Sumber gambar: salamklsd032017.blogspot.com

Kondisi masyarakat menjadi bagian terpenting dalam pemeliharaan teks hadis. Di awal pewahyuan, hadis di masa Nabi Muhammad SAW, penulisan hadis belum menjadi prioritas. Sementara, sahabat tertentu sudah memiliki catatan pribadi yang bersumber dari pengajaran Nabi SAW.

Model awal di atas lebih banyak fokus pada hafalan. Tradisi tersebut menjadi kebiasaan turun temurun dengan kuatnya tradisi hafalan. Sampailah hampir dua abad lamanya, masyarakat memerlukan sebuah upacara pembukuan secara politis karena banyaknya sahabat dan tabi’in yang wafat. Oleh karena itu khalifah Umar Ibn Abd Aziz khawatir, hadis hilang ditelan bumi. Selain itu, tradisi kuat hafalan, lama-kelamaan juga menurun.

Baca juga: 4 Bukti Terpeliharanya Hadis Nabi: Bantahan atas Tuduhan Para Inkarul Hadis

Tradisi hifz al-sunnah fi al-sudur menjadi barang langka di abad tersebut. Kepentingan berikutnya adalah membukulan hadis atau dikenal dengan kodifikasi hadis. Pada awal tradisi baru ini masih belum ada seleksi, sehingga dalam hasil karya ulama terdahulu, kitab hadis di dalamnya terdapat hadis dari Nabi SAW sendiri, sekaligus khabar, dan asar sebuah perkataan dari sahabat dan tabi’in yang dikenal dalam tradisi fiqih fatawa al-tabi’in dan qawl al-sahabah.

Model tradisi tersebut dikenal dengan masa tadwinuha mukhtalitatun bi al-fatawa. Kodifikasinya tercampur aduk dengan selain hadis. Upaya selanjutnya diadakan klasifikasi hadis dengan penilaian atas sanadnya, sehingga di dalam kitab hadis berikutnya sudah tidak ditemukan hadis lain yang munqati’ atau mawquf. Hal tersebut akhirnya melahirkan kitab terbaik dan digunakan sampai saat sekarang dikenal dengan Sahih al-Bukhari.

Kembali kepada kebutuhan masyarakat atas teks hadis. Proses kodofikasi hadis melahirkan kitab yang dikenal dengan Musnad Ahmad. Kitab hadis ini sangat unik, karena disusun berdasarkan nama sahabat atau periwayat pertama. Urutan dalam hadis yang menjadi bagian dalam bab-bab di dalamnya sangat unit dan menarik yakni berdasarkan masuknya surga diurutan pertama dan sampai sahabat-sahabat lain. Jumlah hadisnya juga tergolong banyak, yaitu 40.000 hadis.

Atas model di atas juga lahir model takhrij hadis dengan lima metode, pertama adalah lewat kitab Musnad Ahmad. Musnad tersebut bersambung terus dalam tulisan di tiap halamannya sesuai nama sahabat dan hadis yang diriwayatkannya. Namun, pencariannya adalah dengan kamus Mu’jam Mufahras li Alfadz al-Hadis dengan petunjuk nomor halaman bukan nomor hadis dan jilid saja.

Kesulitan di atas kemudian lambat laun dibuat Musnad Ahmad dengan model nomor hadis dan tematik. Kedua bentuk terbaru model penulisan Musnad Ahmad  akan mempermudah dalam pencarian hadis di dalamnya. Kitab tematik tersebut diberi judul Fath al-Rabbani li tartibi Musnad Ahmad ibn Hanbal. Melalui kitab tersebut, model kitab Musnad Ahmad sama halnya dengan  kitab hadis lain seperti Sahih Bukhari, Sahih Muslim dan Sunan al-Tirmizi.

Sekarang, beragam kitab karya ulama bisa ditemukan dalam bentuk software. Salah satu kitab yang masuk dalam kategori Al-Kutub al-Tis’ah adalah Musnad Ahmad dan Muwatta’ Malik serta Sunan al-Darimi. Software tersebut dapat ditemukan dalam beberapa model yakni mawsuat al-hadis al-syarif, maktabah Alfiyyah li al-Sunnah al-Nabawiyah, Maktabah Syamilah, dan lain sebagainya.

Selain model software offline, terdapat juga software online. Contoh software ini adalah Lidwa Pusaka yang memuat kitab hadia 9 imam hadis terkemuka. Model seperti Mawsuat al-Hadis al-Syarif. Atau model pasif dengan fitur dapat melihat kitab aslinya melalui perpusatakaan digital Islam. Software buatan PKH Bogor ini dapat dengan mudah dicari secara online.

Baca juga: Menguji Metode Kritik Hadis di Kalangan Insider dan Outsider Perspektif Kamaruddin Amin

Model pencarian lewat smart phone pun bisa dilakukan. Salah satu caranya adalah lewat aplikasi telegram both dengan Nama penyedia jasanya adalah cari hadis. Metode pencariannya dapat dilakukan dengan cara tertentu yakni dengan pencarian berbasis kata kunci. Jika kata kunci tersedia maka dalam beberapa saat akan keluar list nama kitab beserta nomornya. Jika diklik lagi akan melahirkan teks hadis dan terjemahan serta keterangan nomor urutnya.

Transformasi hadis dari tradisi lisan dan hafalan ke tradisi tertulis sebagaimana terjadi di awal abad kedua menunjukkan perkembangan kebutuhan masyarakat akan teks menjadi penting. Rentang waktu yang lama membuat kitab-kitab hadis berkembang pesat dengan beragam metodologi di dalamnya, termasuk banyaknya literatur yang dihasilkan. Seiring perkembangan teknologi, dan tuntutan aksesibultas yang tinggi, maka inovasi dilakukan dengan software model pasif dan aktif. Selain itu, melahirkan mudahnya akses kitab-kitab hadis lewat pdf bahkan semuanya dapat diakses kapan pun dan di mana pun lewat hp yang ada di tangan. Sehingga semua orang baik akademisi, maupun masyarakat awam dapat mengakses dengan mudah.

Editor: Ahmad Mufarrih
_ _ _ _ _ _ _ _ _
Jangan lupa berikan reaksi dan komentar Anda di kolom komentar di bawah ya! Selain apresiasi kepada penulis, komentar dan reaksi Anda juga menjadi semangat bagi Tim Redaksi 🙂

Silakan bagi (share) ke media sosial Anda, jika Anda setuju artikel ini bermanfaat!

Jika Anda ingin menerbitkan tulisan di Artikula.id, silakan kirim naskah Anda dengan bergabung menjadi anggota di Artikula.id. Baca panduannya di sini! 

Untuk mendapatkan info dan artikel terbaru setiap hari Anda bisa juga mengikuti Fanpage Facebook Artikula.id di sini!

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
0
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
0
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Alfatih Suryadilaga
Dr. H. Muhammad Alfatih Suryadilaga, S.Ag. M.Ag. adalah Wakil Dekan Bidang Akademik Fak. Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga (2020-2024). Beliau juga menjabat sebagai Ketua Asosasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA) dan Ketua Yayasan Pondok Pesantren al-Amin Lamongan Jawa Timur. Karya tulisan bisa dilihat https://scholar.google.co.id/citations?user=JZMT7NkAAAAJ&hl=id.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Al-Qur'an dan Hadis

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals