Romantisme Tuhan

"Kau ketuk pintu cinta-Nya, Dia bukakan pintu kasih-Nya. Meneguk cinta-Nya, lepas dahagamu dari jiwa yang sengsara".


Sumber gambar: Pinterest.com

Cinta manusia tak ubah layaknya pinjaman bank, manis tapi merugikan.
Kau pinta seikat bunga, yang datang hanya setangkai kelopaknya.
Kau harap kasih tak terhingga, yang terwujud hanya sejumput saja.
Kau beri dia segalanya, kau dapatkan semua hinaan darinya.
Menyedihkan bukan?

Manusia terkadang menjadi sangat bodoh dengan dirinya.
Egonya menutup semua kebenaran, Nafsunya memperdaya akalnya.
Membenarkan semua yang dianggapnya benar, membutakan semua resiko yang ada.
Hingga penyesalan yang tiada habis menimpanya, barulah tersadar akan kebodohanya.
Sungguh naif bukan?

Berbicara cinta takkan ada yang setulus cinta Tuhan.
Cinta Sang Kuasa layaknya mendapat hadiah yang tak terkira dari sosok dermawan, manis dan mengasyikkan.

Kau pinta sekuntum mawar, Tuhan berikan semua bunga dalam bumi-Nya.
Kau pinta lukisan indah, Tuhan berikan jingga dalam senja-Nya.
Kau pinta gerlapnya sebuah perhiasan, Tuhan berikan jutaan ribu kerlipnya bintang di langit malam-Nya.
Kau pinta sebuah kebahagiaan, Tuhan berikan udara yang kau hirup tiada habisnya.

Tuhan Maha Romantis,
Kau berikan rindumu pada-Nya, Dia berikan kasih-Nya yang suci.
Kau berikan cintamu pada-Nya, Dia berikan cinta-Nya yang abadi.

Cinta-Nya takkan pernah menipu layaknya gerlapnya dunia dengan segala kemunafikanya.
Bahagia yang Dia tawarkan sejati, terpenuhi jelas dengan keindahan surga Na’im-Nya.
Cinta-Nya bagaikan oase yang mengobati dahaga lelahmu atas tipuan dunia.

Tak heran bila Rabiah Al-Adawiyyah selalu mendamba Mahabbah atas Rabb nya.
Tak rela membagi cintanya selain pada penciptanya, selalu mengharap rindu tuk tersibaknya satir penghalang antar dirinya dengan Sang Kuasa.
Karena cinta-Nya akan selalu syahdu, lembut, membelai hatimu yang rapuh, dan mengasyikkan.

Kau ketuk pintu cinta-Nya, Dia bukakan pintu kasih-Nya.
Meneguk cinta-Nya, lepas dahagamu dari jiwa yang sengsara.
Romantis-Nya membuatmu memiliki segalanya, yang tiada terkira lebih dari romantisnya seorang hamba ciptaan-Nya.

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
0
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
0
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Laila Nur Rochmah
Mahasiswi S1 jurusan Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2013.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Puisi

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals