Membincang Hadis Perempuan Mayoritas di Neraka

Inti dari hadis perempuan mayoritas di neraka bukan bermaksud untuk memarginalkan atau mendiskreditkan kaum perempuan3 min


0
Sumber gambar: detik.com (Foto: Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova)

Benarkah wanita sebagai penduduk terbanyak di neraka? Kenapa perempuan seolah-olah menjadi kaum yang disalahkan? Mengapa terkesan ada sekat dan pembeda antara laki-laki dan perempuan?”

Relasi antara laki-laki dan perempuan merupakan perbincangan yang tak ada habisnya. Al-Qur’an dan Hadis pun—yang menjadi dua sumber pokok ajaran umat Islam—tak terlepas dalam pembahasan relasi keduanya. Mereka (laki-laki dan perempuan) diciptakan berpasang-pasangan bagaikan dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan.

Hal ini juga diperkuat dengan adanya ayat-ayat al-Qur’an yang mengisyaratkan tiada suatu perbedaaan antara laki-laki dan perempuan kecuali dalam keimanan dan amal shalih. Sebagaimana yang telah tercantum dalam Q.S al-Ahzab: 35, Q.S Ali-Imran: 105, Q.S al-Hadid: 12, dan Q.S an-Nahl: 97. 30.

Baca Juga: Tafsir Maqashidi Surat al-Mujadilah: Sebuah Pembelaan Kaum Perempuan dan Perlawanan Terhadap Diskriminasi

Selain itu, melalui konsep khalifatullah filardh seperti yang tercantum dalam Q.S al-Baqarah ayat 30, mengisyaratkan bahwa antara laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama, yaitu sama-sama sebagai hamba Allah dan pemimpin di bumi yang memiliki tugas serta tanggung jawab yang setara. Dalam beberapa hadis, Nabi memberikan gambaran bagaimana sosok perempuan sebagai figur penentu keberlangsungan suatu kehidupan. 

Perempuan, terutama seorang ibu, merupakan tokoh utama dalam kebaikan. Begitu pula tentang bagaimana pengibaratan perempuan shalihah sebagai perhiasan dunia terindah. Dengan demikian, baik al-Qur’an maupun hadis selalu menempatkan perempuan sebagai komponen fungsional bagi kebangkitan integritas, eksistensi dan harmonitas masyarakat.

Menyoal Kembali Hadis tentang Perempuan yang Mayoritas di Neraka

Di sisi lain, ada beberapa hadis yang diklaim berbau misoginistik, yaitu hadist-hadist yang seakan-akan mengandung kebencian, diskrimasi, dan memarginalkan kaum perempuan. Sebagaimana hadis dalam riwayat Imam Bukhari, Muslim dan Tirmidzi diceritakan bahwa penghuni neraka terbanyak adalah dari golongan perempuan:

اطَّلَعْتُ فِى الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِى النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ

Artinya: “Aku melihat ke dalam surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.”  (HR. Bukhari, 3241 dan Muslim, 2737)

Adapun sebabnya, Nabi sallallahu’alaihi wa sallam ditanya tentang hal itu, lalu beliau menjelaskan dalam riwayat Abdullah bin Abbas radhiallahu’anhuma, dia berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

أُرِيتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ مَنْظَرًا كَالْيَوْمِ قَطُّ أَفْظَعَ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ ،  قَالُوا :  بِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ :  بِكُفْرِهِنَّ ،  قِيلَ : يَكْفُرْنَ بِاللَّهِ ، قَالَ  يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ وَيَكْفُرْنَ الإِحْسَانَ لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ كُلَّهُ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

Artinya: “Saya diperlihatkan neraka. Saya tidak pernah melihat pemandangan seperti hari ini yang sangat mengerikan. Dan saya melihat kebanyakan penghuninya adalah para wanita. Mereka bertanya, ‘Kenapa wahai Rasulallah? Beliau bersabda, ‘Dikarenakan kekufurannya.’ Lalu ada yang berkata, ‘Apakah kufur kepada Allah?’ Beliau menjawab, ‘Kufur terhadap pasangannya, maksudnya adalah mengingkari kebaikannya. Jika anda berbuat baik kepada salah seorang wanita sepanjang tahun, kemudian dia melihat anda (sedikit) kejelekan. Maka dia akan mengatakan, ‘Saya tidak melihat kebaikan sedikitpun dari anda.” (HR. Bukhari, no. 1052)

Secara tekstual, hadis ini seringkali digunakan sebagai bahan legitimasi kaum laki-laki untuk memarginalkan kaum perempuan. Lantas benarkah perempuan adalah kaum mayoritas penghuni neraka? Apa sebab-sebab yang menjadikan mereka sebagai kaum mayoritas penghuni neraka?

Benarkah Mayoritas Perempuan Penghuni Neraka?

Sebagaimana pendapat Al-Mubarakfury dalam karyanya Tuhfathul Ahwadzi bahwa yang dimaksud dalam hadits tersebut bukan berarti secara kuantitas penghuni neraka adalah perempuan, melainkan sebagai anjuran bagi para perempuan untuk menjaga perilakunya agar terhindar dari api neraka.

Menukil pendapat Imam an-Nawawi dalam kitab al-Manhaj Syarhu Shahih Muslim bin al-Hajjaditerangkan bahwa hadist ini ditujukan kepada perempuan yang bermaksiat dan berbuat buruk kepada suaminya, sehingga mendapat ancaman neraka. 

Ibnu Hajar al-Asqalani melalui karyanya Fath al-Bari menjelaskan bahwa hadits terkait penghuni neraka tersebut muncul karena para perempuan jahiliyah sering melaknat dan mengkufuri suaminya. Sehingga hal ini sebagai bentuk pendidikan yang diupayakan Rasulullah agar para perempuan di masa Rasul tidak melakukan perbuatan yang sama.

Selanjutnya Imam Syamsuddin al-Qurthubi dalam bukunya at-Tadzkirah menjelaskan bahwa alasan penyebab banyaknya kaum wanita masuk neraka adalah karena hawa nafsu yang mendominasi, kecondongan pada kesenangan-kesenangan duniawi dan berpaling dari akhirat. Maka dengan sifat-sifat inilah yang membuat seorang wanita berpotensi masuk ke dalam neraka.

Meluruskan Kembali Pemahaman terhadap Hadis Tersebut

Dapat disimpulkan bahwa hadis ini lebih menitikberatkan pada sifat yang menjadi penyebab masuknya seseorang ke dalam neraka. Sebagaimana halnya ayat dan hadis lainnya yang sering menyinggung tentang sifat dan sikap ahli neraka. 

Untuk itu, yang harus kita perhatikan adalah sifatnya, bukan jenis kelaminnya.  Maka berlaku juga sebaliknya, seorang laki-laki, jika ia memiliki sifat yang akan menjadi penyebab ia masuk neraka, maka ia akan masuk neraka pula.

Baca Juga: Apakah Perempuan Perlu Dilibatkan dalam Moderasi Beragama?

Meski pada hadis di atas menjelaskan paling banyak penghuni neraka adalah perempuan, tidak sekaligus diartikan bahwa penghuni terbanyak surga adalah laki-laki. Sama halnya seperti kalimat yang menerangkan bahwa kebanyakan penghuni surga adalah orang-orang miskin, bukan berarti menyatakan bahwa mayoritas orang-orang kaya di neraka. Hal ini semata-mata karena nabi berusaha memberikan peringatan kepada orang kaya agar tidak terlena dengan harta duniawinya.

Jelas sudah bahwa inti dari hadis perempuan mayoritas di neraka bukan bermaksud untuk memarginalkan atau mendiskreditkan kaum perempuan. Secara sederhana, dapat kita katakan bahwa hadis ini merupakan sebuah “pesan‟ bagi perempuan untuk selalu menjaga dirinya dari perbuatan-perbuatan aniaya yang dapat menghantarkan dirinya masuk ke dalam neraka. Inilah salah satu bentuk kasih sayang nabi kepada umat perempuannya dengan selalu mengingatkan mereka. Wallahu a’lam bishawab.

Referensi:

Al-‘Asgalani, Ahmad In Ali Ibn Hajar, Fath al-Bari. Beirut: Darul Ma’rifah.

Al-Bukhari, Abu Abdillah Muhammad ibn Isma’il. Matan Masykul al-Bukhari bi Hasyaiyah al-Sindi. t.kp: Maktabah Dar Ihya’ al-Kutub al-‘Arabiyah,

Al-Mubârakfûrî, Abû al-‘Alî Muhammad Abd al-Rahmân bin Abd al-Rahîm.  Muqaddimah Tuhfat al-Ahwadzî: Syarh Jâmi’ al-Tirmidzî Juz. II; Madinah Munawwarah.

Al-Nawawi, Al-Imam, 1987. Shahîh Muslim bi Syarh al-Nawawi. Kairo: Dar al-Diyān li al-Turats.

Al-Qurthubi, Imam Syamsuddin, 2001. At-Tadzkirah, Kairo: Maktabah ash-Shafa.

Kodir, Faqihuddin Abdul, 2019, Qiraah Mubadalah,. Yogyakarta : IRCiSoD.

Mernisi, Fatimah, 1997. Menengok Kontroversi Peran Wanita Dalam Politik. terj. M. Masyhur Abadi. Surabaya: Dunia Ilmu.

Editor: Ainu Rizqi
_ _ _ _ _ _ _ _ _
Jangan lupa berikan reaksi dan komentar Anda di kolom komentar di bawah ya! Selain apresiasi kepada penulis, komentar dan reaksi Anda juga menjadi semangat bagi Tim Redaksi 🙂

Silakan bagi (share) ke media sosial Anda, jika Anda setuju artikel ini bermanfaat!

Jika Anda ingin menerbitkan tulisan di Artikula.id, silakan kirim naskah Anda dengan bergabung menjadi anggota di Artikula.id. Baca panduannya di sini! 

Untuk mendapatkan info dan artikel terbaru setiap hari Anda bisa juga mengikuti Fanpage Facebook Artikula.id di sini!


Like it? Share with your friends!

0

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals