Doa yang Didengar Allah

Hanya mereka yang benar-benar memohon kepada Allah lah yang akan dikabulkankan permintaannya.


Sumber foto: tarbiyah.net

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah 186)

Nabi bersabda, “Doa adalah inti ibadah”. Hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi tersebut menunjukkn bahwa doa adalah inti, maka dapat dikatakan setiap ibadah tanpa doa ibarat buah tanpa isi.

Berdoa merupakan tanda kesempurnaan setiap muslim. Misalnya saat kita mengucapkan kalimat Asyhadu Alla Ila ha illa Allah wa Asyhadu anna muhammadan rasulullah, maka sadar atau tidak kita telah mengakui bahwa kita hanya makhluk biasa, yang membutuhkan-Nya, hidup dan mati, Dia yang menentukan-Nya, masuk syurga atas rahmat-Nya dan neraka atas murka-Nya. Oleh karenanya, doa dapat digunakan sebagai alat pengetuk pintu rahmat dan sebagai penolak Murkan-Nya serta menjadikannya sebagai wahana introspeksi diri kepada-Nya.

Banyak peristiwa-peristiwa terjadi pada seorang hamba Allah yang terjepit tidak berdaya dengan kenyataan hidup, namun bisa terlepas dari bahaya. Hal demikian menjadi mungkin bagi Allah yang bisa diketuk dengan jalan doa. Misalnya adalah ketika Nabi Zakaria dan istrinya sudah tua tapi belum memiliki anak, sementara semua usaha telah dilakukan, namun hanya kesedihan dan keputusasaan yang diperoleh, maka dengan kepasrahan penuh kepada Allah, ia berdoa kepada Allah:

Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia berdoa kepada Tuhannya: “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan Aku hidup seorang diri dan Engkaulah waris yang paling Baik. (QS. Al-Anbiya:89)

Hanya mereka yang benar-benar memohon kepada Allah lah yang akan dikabulkankan permintaannya. Namun agar doa tersebut didengar dan dikabulkan, tentu ada langkah-langkah yang harus dijalankan.

Pertama, ikhlas karena Allah.

Semua aktifitas ibadah ataupun yang lain harus disertai keikhlasan hati. Karena jika tidak diniatkan ihklas maka perbuatan atau aktivitas tersebut tidak akan ada gunanya alias nonsense. Orang yang ikhlas disebut mukhlis mengandung suatu arti bahwa orang tersebut mengikhlaskan tindakannya hanya untuk Allah saja. Sedangkan mukhlas bermakna keikhlasan dan kemurnian hanya untuk Allah jua.

Kedua, memahami doa yang dilantunkan.

Memahami apa yang diucapkan merupakan suatu keniscayaan, karena ketika memahami apa yang dibaca dapat dipastikan akan lebih khusyu’. Berbeda dengan melantunkan doa tanpa pemahaman maka hanya seperti burung Beo (babgha) ia bisa bicara tapi tidak paham apa yang ia ucapkan. Jangan kita sebagai mahkluk yang diberi akal yang sempurna sama seperti burung Beo. Naudzubillah.

Ketiga. merendahkan diri kepada Allah (tawadhu’).

Berdoa kepada Allah dengan merendahkan diri, hati, pikiran hanya kepada Allah. Tidak ada yang berhak sombong selain-Nya. Kita hanya mampu meminta dan Dia yang berhak mengabulkan atau menolak doa kita.

Keempat, berharap (roja’) akan dikabulkan dan rasa takut kepada Allah(khouf).

Harus ada keyakinan bahwa doa yang dipanjatkan akan diterima dan dikabulkan Allah. Karena harapan demi harapan yang dipanjatkan kepada Allah akan dikabulkan.

Kelima, memulai berdoa dengan memuji Allah kemudian mengucapkan shalawat kepada Nabi dan penutup doa sebagaimana ketika memulai.

Sahabat Salamah ibnu Aqwa berkata: ”Saya tidak pernah mendengar Nabi memulai doanya selain dengan bacaan: Maha suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, Yang Maha Pemberi.”

Abu Sulaiman ad-Darani berkata:”Siapa saja yang ingin berdoa kepada Allah tentang suatu hajat, maka mulailah dengan membaca shalawat kepada Nabi, kemudian meminta suatu hajat yang diinginkan, lalu diakhiri dengan shalawat lagi. Sesungguhnya Allah akan menerima doa yang diawali dan diakhiri dengan shalawat.”

Dan dari sahabat Abu Darda berkata bahwa Nabi bersabda:”Jika kalian berdoa kepada Allah untuk suatu hajat, maka mulailah dengan bershalawat kepadaku. Karena Allah memuliakan orang yang mengajukan kedua hajatnya, maka mengabulkan salah satu dari keduanya dan ditolak yang lain.”

Terakhir, semoga kita termasuk hamba-hamba yang didengar dan dikabulkan doanya, karena doa adalah senjata ampuh bagi pemecah persoalan hidup yang kita jalani. Amin… Wa Allahu A’lam Bissowab.

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
2
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
9
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
2
Wooow
Keren Keren
7
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Dr. Ridhoul Wahidi, MA
Dr. Ridhoul Wahidi, MA. Dosen Tafsir pada Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Universitas Islam Indragiri Tembilahan, Provinsi Riau. Menulis artikel dan buku motivasi dalam menghafal Al-Quran dan kajian keislaman baik media cetak maupun media Online.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals