Paradigma Integratif Ekstrakurikuler Pramuka

Pendidikan kepramukaan mendorong peserta didik untuk mengeksplorasi perkembangan diri untuk menjadi manusia yang seutuhnya.


Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang berarti kaum muda yang suka berkarya. Penggunaan istilah pramuka di Indonesia baru resmi digunakan pada tahun 1961. Gerakan pramuka sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dengan nama kepanduan.

Gerakan pramuka adalah organisasi yang dibentuk untuk menyelenggarakan proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia pramuka melalui penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan berlandaskan terhadap kode kehormatan pramuka serta menggunakan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan. Kepramukaan adalah segala aspek kegiatan yang berkaitan dengan pramuka. Pendidikan kepramukaan adalah proses pendidikan untuk membentuk kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia pramuka.

Dari berbagai istilah yang telah dipaparkan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrakurikuler pramuka adalah kegiatan belajar yang merupakan perluasan dari kegiatan kurikulum yang dilakukan di bawah bimbingan sekolah atau madrasah di mana waktu pelaksanaannya di luar jam pelajaran dengan maksud untuk membantu proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia melalui penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan yang berlandaskan terhadap kode kehormatan pramuka serta menggunakan prinsip dasar dan metode kepramukaan.

Metode kepramukaan merupakan ciri khas pendidikan dalam gerakan pramuka yang dilaksanakan terpadu dengan prinsip dasar pendidikan kepramukaan. Metode kepramukaan merupakan cara belajar progresif yang dilakukan dengan cara sebagai berikut: pengamalan kode kehormatan pramuka, belajar sambil melakukan sistem beregu, kegiatan yang menarik dan menantang serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda, kegiatan alam terbuka, kemitraan dengan anggota dewasa dalam setiap kegiatan, sistem tanda kecakapan, sistem satuan terpisah untuk putra dan putri, dan kiasan dasar.

Pasal 4 UU Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka disebutkan bahwa gerakan pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun NKRI, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup.

Berdasarkan pasal tersebut dapat dikatakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler pramuka dapat memperkuat pembentukan karakter bangsa. Kegiatan kepramukaan terdapat pendidikan kesederhanaan, kemandirian, kesetiakawanan, kebersamaan, kecintaan pada lingkungan, dan kepemimpinan. Selain itu, ada beberapa karakter yang dapat dikembangkan dalam ekstrakurikuler pramuka, yaitu demokratis, percaya diri, mandiri, bekerja keras, disiplin, bertanggung jawab, peduli lingkungan dan sosial, serta cinta tanah air.

Pendidikan kepramukaan mendorong peserta didik untuk mengeksplorasi perkembangan diri untuk menjadi manusia yang seutuhnya. Guna mencapai tujuan tersebut, kepramukaan mengembangkan area-area perkembangan yang meliputi pengembangan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik. Setiap area pengembangan memiliki kompetensi akhir yang harus dicapai.

Kompetensi ini dimaksudkan untuk memberikan arah pengembangan pribadi, menetapkan arah potensi yang sesuai dengan usia dan sifat pribadi. Kompetensi akhir merupakan sasaran yang diharapkan dapat dicapai secara bertahap.

1. Area pengembangan spiritual

Pengembangan spiritual adalah pengembangan yang berkaitan dengan pengetahuan yang mendalam untuk memahami dan menghayati kekayaan spiritual yang dimiliki masyarakat. Pengembangan spiritual memberikan motivasi hidup agar menjadi manusia yang seutuhnya: mengatur hubungan antara Allah SWT dengan manusia, hubungan antar sesama manusia, hubungan manusia dengan alam, dan hubungan manusia dengan dirinya sendiri.

Hubungan tersebut dapat menjamin keserasian, keselarasan, dan keseimbangan hidup manusia baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat dalam mencapai kemajuan lahiriah dan kebahagiaan rohaniah.

2. Area pengembangan emosional

Pengembangan emosional adalah pengembangan yang berkaitan dengan perasaan dan cara mengungkapkan emosi, keseimbangan, dan kematangan emosi. Emosi dan perasaan merupakan bagian dari kehidupan yang membantu pembentukan pribadi. Pada pengembangan ini, pramuka mendapatkan kesempatan untuk mengenali, memahami, dan mengungkapkan nilai-nilai kepramukaan, belajar mengendalikan kepekaan yang berlebihan, mengatasi rasa malu, rasa tidak aman, dan sifat memberontak.

Adapun tujuan pada area pengembangan ini adalah untuk menumbuhkembangkan perasaan dan pengungkapannya secara wajar, menghargai orang lain, serta dapat mengendalikan emosinya dengan seimbang.

3. Area pengembangan sosial

Pengembangan sosial adalah pengebangan pribadi yang berkaitan dengan saling ketergantungan dengan orang lain dan membangun kemampuan untuk bekerjasama dan memimpin. Pada area pengembangan ini, pramuka dibina untuk saling mencintai, menghormati, ketergantungan baik terhadap keluarga, sesame teman maupun terhadap ayah dan ibunya.

Pramuka diharapkan dapat hidup damai, saling tolong menolong, peduli dengan lingkungan sekitar, menaati aturan di kelompoknya, mentaati aturan keluarga, dan mentaati aturan di lingkungan masyarakat. Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk membantu pramuka dalam mengembangkan hubungan dengan keluarga, teman, dan orang-orang di sekitarnya, komunikasi, kepemimpinan, kemandirian, kerjasama, dan solidaritas.

4. Area pengembangan intelektual

Pengembangan intelektual adalah pengembangan yang berkaitan dengan kemampuan berpikir, berinovasi, dan menggunakan informasi. Melalui kecerdasan yang dimilikinya, pramuka dapat membuat hubungan untuk mengumpulkan informasi dan berpikir secara kritis untuk memecahkan masalah secara kreatif.

Adapun tujuan pengembangan intelektual adalah membantu menumbuhkan keingintahuan dengan menghimpun informasi, memproses, dan memecahkan masalah. Kompetensi akhir yang diharapkan adalah dapat mengenal, menyikapi, dan menghargai pengetahuan dan teknologi serta membiasakan berpikir dan berperilaku yang kritis dan kreatif.

5. Area pengembangan fisik

Pengembangan fisik adalah pengembangan yang berkaitan dengan tubuh manusia, mengenali kebutuhan hidup, serta pemeliharaan tubh agar menjadi sehat dan bugar. Manusia yang diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang sempurna, senantiasa mensyukurinya dengan menjaga dan memelihara tubuh agar sehat dan kuat.

Pengembangan fisik pramuka bertujuan untuk mengenali tubuh, bertanggungjawab atas pertumbuhan dan fungsi tubuhnya, serta dapat menjaganya agar tetap sehat dan bugar. Adapun kompetensi akhir yang diharapkan pada area ini adalah meningkatkan potensi fisik (melakukan olahraga), dan menanamkan sportivitas serta kesadaran hidup bersih dan sehat.

Paradigma Integratif Ekstrakurikuler Pramuka

Kajian pemikiran Islam terdapat beberapa aliran besar dalam kaitannya dengan teori pengetahuan, yakni ada tiga model sistem berpikir dalam Islam. Ketiga model pemikiran tersebut antara lain bayani, burhani, dan irfani. Tiga model pemikiran tersebut akan kita gunakan untuk mengitegrasikan antara ilmu pendidikan islam dengan pendidikan kepramukaan seperti yang sudah dijelaskan sebelumya.

1. Bayani

Bayani adalah sebuah metode berfikir yang berdasarkan pada teks (Al-Qur’an dan Al Hadits). Kode kehormatan pramuka siaga seperti yang sudah dikemukakan pada bagian sebelumnya ada dua, yakni dwi satya dan dwi dharma. Kode kehormatan tersebut akan diperdalam maknanya melalui model pemikiran bayani.

Janji pramuka siaga yang tertuang dalam dwi satya ada dua, yakni:  yang pertama akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibannya terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Indonesia, dan mengikuti tata krama keluarga. Ketiga komponen yang tertuang dalam isi dwi satya yang pertama tersebut juga tersurat dalam ayat Al Qur’an dan Al Hadits. Allah berfirman di dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 1.

Komponen yang kedua adalah berjanji bersungguh-sungguh akan menjalankan kewajibannya terhadapNegara Kesatuan Indonesia, memiliki jiwa nasionalisme, cinta tanah air (An-Naml: 34).

Komponen yang ketiga adalah mengeikuti tata krama keluarga, diantaranya harus berbuat baik terhadap kedua orang tua dengan cara berkata yang baik dan mendoakannya (Al-Isra ayat 23)

Isi dari dwi satya yang kedua adalah setiap hari berbuat kebaikan, di dalam Al-Qur’an seperti memberikan harta kepada kerabatnya, fakir miskin, anak yatim, termasuk menolong orang yang lemah sebagaimana dijelaskan dalam surah Al-Baqarah ayat 177

Selain ada janji pramuka juga ada ketentuan moral pramuka. Ketentuan moral tersebut tertuang dalam dwi dharma, bahwa pramuka itu cinta pada ayah ibundanya serta berani dan tidak putus asa. Pramuka harus cinta pada ayah dan ibundanya tertuang dalam surah Al-Isra ayat 23 seperti yang sudah dijelaskan pada komponen dwi satya yakni mengikuti tata kramadalam keluarga. Isi dwi dharma yang kedua adalah berani dan tidak putus asa, yakin bahwa setiap permasalahan pasti ada jalan keluar dan kemudahan (QS. Al-Insyirah: 5-6).

2. Burhani

Burhani adalah pemikiran yang berpandangan bahwa sumber ilmu pengetahuan adalah akal. Akal menurut cara pandang burhani mempunyai kemampuan untuk menemukan berbagai pengetahuan, bahkan dalam bidang agama sekalipun akal mampu untuk mengetahuinya, seperti masalah yang baik dan buruk sekalipun.

3. Irfani

Irfani berkaitan dengan pengetahuan yang diperoleh secara langsung lewat pengalaman atau dengan kata lain manfaat dari ilmu yang telah dipelajari. Adapun manfaat mempelajari dwi satya dan dwi dharma adalah sebagai berikut:

  1. Menjadikan siaga selalu beriman dan bertakwa kepada Allah SWT
  2. Mencentak generasi penerus bangsa yang cinta dan peduli pada NKRI
  3. Mencetak pramuka siaga patuh terhadap atauran-aturan yang ada dalam keluarga
  4. Membentuk kepribadian anak bangsa yang teguh dalam pendirian dan pantang menyerah

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
1
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
1
Wooow
Keren Keren
1
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Khamim

Khamim, Guru PAI di SD Negeri Adisucipto 2 Depok, Mahasiswa S2 PAI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Menjadi anggota GP Ansor PAC Depok.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals