Kyai Haji Abdul Hamid Sulaiman: Akademisi dan Birokrat dari Tembilahan

Kyai Haji Abdul Hamid Sulaiman lahir pada tanggal 17 Agustus tahun 1917 di Tembilahan.


Sumber: Koleksi penulis (Edit: Editor)

Kyai Haji Abdul Hamid Sulaiman lahir pada tanggal 17 Agustus tahun 1917 di Tembilahan. Nama Sulaiman diambil dari nama ayah beliau. Ayahnya bekerja sebagai pembelok di daerah Tanjung Pinang.

Pendidikan beliau dimulai pada tahun 1923-1927 di Sekolah Guberniman selama 5 tahun dan Madrasah s/d Tsanawiyah. Pada tahun 1928-1934 melanjutkan pendidikan tingkat Aliyah di Makkah dan perguruan tinggi dilanjutkan juga di Makkah.

Baca juga: Hj. Rahmah: Tokoh Perempuan Pendidik dan Produktif dari Tembilahan

Setelah kembali ke Indonesia, beliau bekerja di banyak instansi, di antaranya  pada tahun 1935-1944 menjadi ketua Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah di Tembilahan dan juga menjadi ketua penerangan di Indragiri pada zaman pendudukan Jepang.

Pada tahun 1945-1950 menjabat sebagai wakil ketua KNI, menjadi pimpinan barisan Sabilillah, ketua jawatan agama dan ketua penerangan Gerilya tahun 1949 di Indragiri Hilir.

Pada tahun 1951-1957 menjadi ketua Masyumi cabang Indragiri di Rengat, ketua DPRD Indragiri di Rengat dan menjadi anggota panitia penuntutan daerah Riau menjadi provinsi.

Kemudian pada tahun 1958 sampai 1964 menjadi pegawai kantor penerangan Agama Provinsi Riau, pengurus Nahdlatul Ulama, wilayah Riau, Dekan Fakultas Ushuluddin UIR di Bangkinang dan menjadi dosen fakultas Tarbiyah IAIN Pekanbaru.

Pada tahun 1965-1972 menjadi Dekan Fakultas Syariah IAIN cabang Tembilahan merangkap Direktur Sekolah Persiapan IAIN di Tembilahan, menjadi Ketua Majelis Ulama daerah tingkat II Indragiri Hilir. Pada tahun 1973-1976 pensiunan sebagai Pegawai Negeri dan Dekan Fakultas Syariah IAIN Suska Pekanbaru.

Beliau pun bergabung menjadi anggota Partai Golkar dan calon Anggota MPR/DPR pusat. Pada tahun 1977-1986 menjadi anggota penasihat Partai Golkar Indragiri Hilir, menjadi Bapeluda Golkar Provinsi Riau dan Indragiri Hilir, menjadi ketua umum Majelis Ulama Indonesia daerah tingkat I Provinsi Riau.

Disusul menjadi anggota Veteran Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia dari Menhamkam Republik Indonesia, anggota dewan korator IAIN SUSKA Pekanbaru dari Menteri Agama Republik Indonesia, menjadi tenaga ahli BP4 Provinsi Riau dari Menteri Agama Republik Indonesia dan menjadi penasehat P2 Provinsi Riau dari Menteri Agama Republik Indonesia.

Tahun 1987-1991 menjadi penyuluh agama utama dari Menteri Agama Republik Indonesia, menjadi penasihat Bazismal Provinsi Riau SK Gubernur KDH tingkat I Riau dan menjadi wakil ketua Bazismal Provinsi Riau.

Pada tahun 1992 menjadi ketua Bazis (Badan Amil Zakat, Infak dan Sedekah). Menjadi anggota penulis Arab-Melayu SK dari Gubernur KDH tingkat I Riau, Hakim Tinggi Agama Peradilan Agama SK dari Menteri Agama Republik Indonesia, Penasehat pengurus Masjid Agung An-Nur Pekanbaru dan menjadi Dekan Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Riau.

Baca juga: Tuan Guru Ja’far bin Muhammad Amin (Ulama Inhil Keturunan Sekretaris Raja Indragiri)

Pada tahun 1991 sampai akhir hayat beliau pernah menjadi ketua umum MUI Provinsi Riau, menjadi ketua BAZIS Provinsi Riau, menjadi penasehat Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Korwil Riau, dan  menjadi penasehat LPTQ Provinsi Riau.

Di sela-sela kesibukan sebagai pejabat beliau menulis buku fenomenal yang berjudul, al-Ahkam al-Islamiah ‘ala al-Mazahib al-Arba’ah (Hukum Hukum Islam menurut Imam Empat Mazhab) yang diterbitkan oleh percetakan Maziza Kepong Baru Kuala Lumpur pada tahun 1995.

Kemudian menulis diktat yang berjudul, Puasa Ramadhan dan Fitri tahun 1984 dan banyak tulisan berupa catatan-catatan yang ditulis rapi dan sampai saat ini masih tersimpan rapi.

Kyai Haji Ahmad Abdul Hamid Sulaiman pernah mengisi seminar di Kuala Lumpur pada tahun 1990-an tentang Transplantasi Ginjal. Tokoh dan ulama Indragiri Hilir ini wafat di kediaman Jl. Said No 29.

Sebelum wafat beliau pernah dirawat di RS Gatot Subroto Jakarta. Wafatnya beliau karena sakit paru-paru dan pada hari Kamis pukul 17.30 WIB bertepatan pada tanggal 20 Rabiul Akhir 1419 H/ 13 Agustus 1998 dalam usia 81 tahun.

Editor: Ahmad Mufarrih
_ _ _ _ _ _ _ _ _
Jangan lupa berikan reaksi dan komentar Anda di kolom komentar di bawah ya! Selain apresiasi kepada penulis, komentar dan reaksi Anda juga menjadi semangat bagi Tim Redaksi 🙂

Silakan bagi (share) ke media sosial Anda, jika Anda setuju artikel ini bermanfaat!

Jika Anda ingin menerbitkan tulisan di Artikula.id, silakan kirim naskah Anda dengan bergabung menjadi anggota di Artikula.id. Baca panduannya di sini! 

Untuk mendapatkan info dan artikel terbaru setiap hari Anda bisa juga mengikuti Fanpage Facebook Artikula.id di sini!

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
1
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
0
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Dr. Ridhoul Wahidi, MA
Dr. Ridhoul Wahidi, MA. Dosen Tafsir pada Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Universitas Islam Indragiri Tembilahan, Provinsi Riau. Menulis artikel dan buku motivasi dalam menghafal Al-Quran dan kajian keislaman baik media cetak maupun media Online.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals