Mendung

Hampir di setiap sudut langit lirikan mata terpikat. Memintal prediksi sejauh mana gumpalan itu akan menjadi pekat,


Melihatnya menjerat langkah tersandung

Mengejar bayangan hitam kian gencar mengepung

Menghentak gejolak di dada kian membumbung

Entah di ujung mana titik terang itu masih bersambung

Meski semua sama tetap mengapung

Hampir di setiap sudut langit lirikan mata terpikat

Memintal prediksi sejauh mana gumpalan itu akan menjadi pekat

Mewujud gelap penyampai isyarat

Menaruh guraunya dalam kilatan cahaya nan akut mencuat

Yang terkadang menyisakan guratan bahasa dalam wajah datar dan pucat

 

Entah apa yang membuatnya kaku dengan latah teramat

Hingga harus menunda pesan damainya teruntuk umat

 

Apakah mungkin menanti rangkaian do’a terpanjat?

Barulah ia dengan sopan menghantar rahmat

Atau malah, diamnya ia sebab curahan hujat?

Pun berkah tertahan jengkal umpatan curhat

 

Entah di bagian belahan bumi mana hamparan kapas itu akan terus terajut kuat

Meracik rona suram tak beralamat

Saling merangkul berlaga lambat

Nan jauh kian merapat, dan dekat terus bertambat

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
1
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
1
Suka
Ngakak Ngakak
1
Ngakak
Wooow Wooow
1
Wooow
Keren Keren
2
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

  • Hujan

    Riangnya bukan kepalang pun atau keterlaluan, Jikalau langit terus menyeduh tangisnya dalam sedu-sedan

  • Panatisme Kandidat

    Tugas barunya, cukup lantang menafikan dan memukul rata. Sekalipun pengakuan telah sirna terkurung tanda kutip nan penuh sia-sia.

  • Bimbang

    Entah dengan bentuk pertanyaan usil apa semuanya akan dapat terwakilkan, sekarang?. Jika ternyata selama ini berpijak pada dalil-dalil sumbang.

TULISAN LAIN DI Fiksi

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals