Berlaga Pilon

Perlahan-lahan dicekal teruntuk siap dipenggal. Terulur jengkal menanti dibunuh tanpa sakral.


Pukul 07.10 WIB, Jum’at 25 Januari 2019
Pikirnya diam penebas handal hasrat di dada
Penyumpal akut virus merah jambu yang menggelora
Hingga kecut bertutur adalah dahaga
Barang secuil pun kata baginya sangat berharga
Berjarak jauh, memikul guci penuh keegiosan begitu cukup dalam benaknya

Sungguh pun teruntuk pribadi
Perparuh waktu tak mengenal basa-basi
Lebih baik membisu penuh dengan keangkuhan tak bertepi
Bertolak tangan menarik diri

Tak ada jamuan kata yang dapat menembus batas lalimnya
Sebab sekadar satru yang ditertawakannya
Bersisakan setumpuk prasangka nan menggelayut di kepala
Pun menggila ria dalam sunyi kesendiriannya

Begitu mungkin baginya,
Takdir mujur Tuhan akan menghampirinya
Meski usaha tak pernah tertunaikan barang selirik mata
Seiring tarikan nafas harapan itu dikekangnya

Perlahan-lahan dicekal teruntuk siap dipenggal
Terulur jengkal menanti dibunuh tanpa sakral

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
0
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
0
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Roni Ramlan

Roni Ramlan, S. Ag. adalah mahasiswa aktif Pascasarjana IAIN Tulungagung. Aktif di organisasi Lentera (Lintas Edukasi Kajian Rumah Tangga).

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Puisi

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals