Tertegun

Nikmat mana lagi yang tak didapati sang santri


Aku tertegun…
Tangis pertama di hari Jumat,
Seorang anak penuh haru,
Ditemani ayah ibu dengan pelukan kuat,
Hari itulah mereka mulai menumpuk dahan-dahan rindu,

Aku tertegun…
Melihat wajah lugu mereka serta air matanya yang diterka,
Menyelami samudera rindu pada keluarga,
Menempati ranah suci nan penuh roman pada sang maha Esa,
Kitab kuning pun dilukisnya, tak lupa Al-Qur’an dihayatinya,

Aku tertegun…
Ketika segerombol wajah itu bergelar santri,
Tak ada uang bukanlah masalah berarti,
Ketika penat tak terasa di hadapan mobil pak Kyai,
Ketika bioskop tak ada harganya dibanding berpapasan dengan santriwati,

Aku tertegun…
Ketika di luar sana, teman sebaya mereka dengan bebas kesana kemari bersama lawan jenis,
Di dalam pesantren mereka sibuk menghafal bait ilmu hingga ribuan baris,
Ketika di luar banyak yang amburadul hidupnya karena bisnis,
Berbeda dengan mereka di ranah suci yang sedang mensinergikan arah kehidupan nan tiada kata habis,

Aku tertegun…
Banyak yang menghamba pada teknologi,
Hanya dengan cangkir kopi, secercah harapan dan kicauan karya mereka sungguh menginspirasi,
Belum lagi mendalami hal ihwal akhlak para santri,
Melihat cara mereka berjalan di hadapan Kyai pun sudah memberi jawaban kata pasti,

Aku tertegun…
Meski terkadang dianggap tertinggal oleh lindasan zaman,
Santri masih saja mendapat predikat idaman,
Tak pernah merasa canggung atas segala keadaan,
Dengan penuh kepercayaan, nyata sudah jika di masyarakat nanti pasti bawakan perubahan.

Selamat Hari Santri Nasional 2019

Ainu Rizqi

Tim Redaksi Artikula.id | Alumni Pondok Pesantren Darul 'Ulum. Mahasiswa jurusan Akidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Kalijaga

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Puisi

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals