Temanku


Matahari terbit menampakkan sinar cahyanya
Kicauan burung terdengar dengan merdunya
Tetesan embun diatas dedaunan membasahinya
Ku nikmati setiap hembusan nafas setiap paginya
Dengan dinginnya pagi terasa setiap detiknya
Tak bisa tuk diingkari,
Ini nyata bentuk kasih sayang Sang Ilahi
Sungguh kenikmatan yang hakiki
Belum tentu kan ku rasa esok hari
Bersyukur atas nikmat umur hingga saat ini
Menyingkirkan pikiran buruk yang menari-nari
Meski sempat terfikir “ Ya Rabb mengapa aku berbeda?”
Ujian yang Ia berikan kurasa terlalu berat jika ku tanggung seorang diri
Berat pula bagi mereka yang ku cintai
Entah nikmat atau ujian saat ini?

…..

Tak akan kusebut ini penyakit,
Ini adalah teman, teman untukku
Melewati detik demi detik
Hari demi hari
Tahun demi tahun
Bersamanya, dan masih bersamanya
Dia membuatku berfikir keras jika ku ingin melakukan sesuatu
Untuk memakan sesuatu
Karna jika aku salah, dia akan memarahiku
Dan menyiksaku,
Terdengar sangat buruk, namun dia tidak terlalu buruk bagiku
Dia mengajariku kesabaran,
Sabar agar tidak mudah mengeluh
Dia mengajariku kekuatan,
Kuat agar aku tidak menjadi manusia lemah
Dia mengajariku kebahagiaan,
Bahagia agar aku tidak mudah bersedih
Meskipun seringkali dia tidak bersahabat dengan tubuhku
Dan terasa sangat menyakitkan

…..

Tuhan, bolehkan aku mengeluh?
Bolehkan aku menyerah?
Bolehkah aku berhenti berjuang?
Tuhan, aku tau Kau percaya aku bisa
Kau percaya aku adalah ciptaanmu yang kuat
Aku tidak akan mengatakan “aku lelah”
Aku hanya khawatir, jika nanti
Aku kalah
Aku kalah melawan sakitku
Aku kalah melawah perihku
Aku kalah melawan takutku

…..

Satu permintaanku Tuhan
Jagalah mereka orang yang kucintai
Yang mencintaiku
Bahagiakan mereka,
Jika aku tak sanggup membahagiakan mereka
Sampaikan maafku
Karena menjadi beban untuk mereka
Ku serahkan semua padaMu Tuhan

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
1
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
0
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
0
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

  • Problem Nama Tuhan

    Sebutan Allah dengan "Yang di Atas" itu maksudnya apa? Bahwa Anda menyatakan Allah berada di atas? Atau bahwa Anda pasrah pada kucing yang nangkring di atap?

  • Mendung

    Hampir di setiap sudut langit lirikan mata terpikat. Memintal prediksi sejauh mana gumpalan itu akan menjadi pekat,

  • Hujan

    Riangnya bukan kepalang pun atau keterlaluan, Jikalau langit terus menyeduh tangisnya dalam sedu-sedan

  • Panatisme Kandidat

    Tugas barunya, cukup lantang menafikan dan memukul rata. Sekalipun pengakuan telah sirna terkurung tanda kutip nan penuh sia-sia.

  • Bimbang

    Entah dengan bentuk pertanyaan usil apa semuanya akan dapat terwakilkan, sekarang?. Jika ternyata selama ini berpijak pada dalil-dalil sumbang.

TULISAN LAIN DI Puisi

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals