Mengenang Sosok Pendidik: Prof. Dr. Suryadi, M.Ag

Prof. Suryadi adalah seorang dosen, sekaligus Guru Besar Ilmu Hadis di UIN Sunan Kalijaga. Tulisan ini hendak mengenang kembali sosok guru yang begitu menginspirasi.


Beliau, Prof. Suryadi, kelahiran Pati, 23 Maret 1965 (w. 3 Agustus 2019 pada usia 54 tahun) adalah seorang dosen dan sekaligus Guru Besar Ilmu Hadis di UIN Sunan Kalijaga.

Ketika hari pertama memasuki kelas A Metode Pembelajaran Hadis, kami teringat bahwa beliau biasa menjadi pengampu mata kuliah tesebut. Untuk mengenang beliau, kami menyanyikan potongan lirik lagu “Man Ana” di dalam kelas untuk menghormati kepulangan beliau kepada sang Ilahi.

مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا لَوْلَاكُم # كَيْفَ مَا حُبُّكُمْ كَيْفَ مَا أَهْوَاكُم

مَا سِوَيَ وَلَا غَيْرَكُم سِوَاكُم # لَا وَمَنْ فِى المَحَبَّةِ عَلَيَّ وُلَاكُم

Siapakah diriku, siapakah diriku kalau tiada bimbingan kalian (guru)

Bagaimana aku tidak cinta kepada kalian dan bagaimana aku tidak menginginkan bersama kalian

Tiada selainku juga tiada selainnya terkecuali engkau, tiada siapapun dalam cinta selain engkau dalam hatiku

Bagi saya, Prof. Suryadi adalah dosen yang bukan hanya sebagai seorang pengajar, namun lebih dari itu beliau adalah seorang pendidik. Teringat di bayangan saya ketika diberikan tugas untuk mentakhrij hadis dengan tema “Anjuran untuk menahan amarah”. 

Tema-tema yang dibahas beragam sesuai dengan nomor presensi kuliah. Saya heran kenapa tema anjuran menahan amarah bisa jatuh kepada saya, yang memang mudah marah. Di sinilah letak keajaiban tema yang diusung oleh beliau. Bukan hanya saya sendiri yang merasa tema-tema yang beliau berikan merasa mengena kepada kepribadian mahasiswa-mahasiswanya.

“Kok bisa yaa saya dapat tema hadis tentang ancaman bagi orang yang tidak berkasih sayang, padahal saya tipe orang yang terkadang lupa memberikan kasih sayang dengan menelpon orang tua di rumah yang butuh kasih sayang, MaasyaAllah pak Prof….” ujar teman sekelas,

“iyaa yaa kok aku pas banget yaa aku dapat tema hadis tentang menghargai ulama, saya juga orang yang mudah membenci ulama yang tidak segolongan dengan kelompok saya eee…” ujar teman yang lain.

Setidaknya ada 24 tema hadis yang beliau tugaskan untuk dipelajari dan diteliti mahasiswanya yang berjumlah 24 orang di kelas A pada mata kuliah “Metode Penelitian Hadis”. Tercermin dari akhlak dan amaliah beliau yang mana beliau telah mengamalkan 24 hadis yang diberikan kepada mahasiswanya.

Buktinya adalah beliau selalu memberikan uang bulanan untuk orang tuanya di rumah yang mana amaliah beliau sesuai tema hadis yang beliau tugaskan yakni “hadis tentang berkasih sayang”, bukti lain juga saya yang pernah diampu oleh beliau selama 2 semester tidak pernah sama sekali melihat beliau marah kepada mahasiswanya walaupun mahasiswanya sering salah dalam presentasi, justru beliau mengoreksi dan memberi masukan kepada mahasiswanya dengan senyum kasih sayang. 

Selain itu beliau adalah seorang yang berpegang teguh pada prinsip, misalnya, beliau berjanji kepada para mahasiswa untuk tidak datang terlambat, dan terbukti selama 2 semester saya tidak pernah melihat beliau terlambat datang mengampu kelas. Karena itulah, saya katakan beliau  bukan hanya sekadar pengajar, melainkan seorang yang berjiwa pendidik.

Saya dan teman-teman sekelas yakin bahwa beliau selalu mendoakan kebaikan bagi kami dalam shalatnya, karena terasa dalam sinyal hati kami beliau selalu mengirimkan doa untuk seluruh mahasiswanya.

Hadis yang selalu beliau sebutkan sebelum perkuliahan adalah hadis tentang ilmu sebagai warisan para Nabi:

إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, sesungguhnya mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang telah mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. Abu Daud)

Dan hadis tersebut tercermin di dalam diri beliau, yang telah banyak mewariskan ilmu baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.

Buku Metode Penelitian Hadis, Metode Ilmu Rijalul Hadis, Pemahaman Hadis al-Ghazali dan Yusuf Qardawi adalah salah satu dari sekian banyak karya yang telah memudahkan dan sekaligus menginspirasi para mahasiswa. Semoga ini semua menjadi amal jariyah yang bermanfaat bagi beliau.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِمَشَايِخِنَا وَلِمَنْ عَلَّمَنَا وَارْحَمْهُمْ، وَأَكْرِمْهُمْ بِرِضْوَانِكَ الْعَظِيْمِ، فِي مَقْعَد الصِّدْقِ عِنْدَكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Wahai Allah ampunilah guru-guru kami dan orang yang telah mengajar kami. Sayangilah mereka, muliakanlah mereka dengan keridhaan-Mu yang agung, di tempat yang disenangi di sisi-Mu, wahai Yang Maha Penyayang di antara penyayang.

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
9
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
8
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
2
Keren
Terkejut Terkejut
1
Terkejut
Hadi Wiryawan

Hadi Wiryawan, Lahir di Sambas, Kalimantan Barat 23 November 1999. Saat ini menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Prodi Ilmu Hadis Orcid ID : https://orcid.org/0000-0002-7620-6246

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals