Aksi 1712: Menakar Indonesia dan Pidato Trump

.".pertanyaannya adalah beranikah Indonesia benar-benar memutus hubungan perekonomian dengan Amerika...?"


Pidato Trump bagaimanapun telah berlalu sebagai sebuah tinta sejarah yang terlanjur tergores dalam lembaran-lembaran kehidupan. Muncul beragam asumsi dan persepsi atas pidato tersebut. Asumsi dan persepsi itu pula yang kemudian membuka kembali spekulasi di tengah masyarakat. Ada yang mengaitkannya dengan strategi bisnis Amerika untuk melambungkan harga minyak dunia. Ada pula yang mengaitkannya dengan perpindahan status nagara adikuasa ke tangan Israel. Ada pula yang hanya menganggap pidato tersebut sebagai buah kebiasaan konyol Donald Trump.

Jika diurai satu persatu.

Israel memang tengah munyusun kekuatan baru skala global. Paling tidak, negara berlambang “bintang david” tersebut telah bermodal militer yang diklaim merupakan yang terbaik di dunia dan juga bermodal sokongan politik dari kabinet Trump meski tidak semua orang Amerika sepakat dengannya.

Tidak menutup kemungkinan perkumpulan politik dunia sedang mempersiapkan gladi-bersih Israel untuk menggantikan Amerika kelak.

Dalam sejarah dunia, tercatat muncul dan tenggelamnya imperium besar. Peralihan dari Inggris sebagai pemimpin sekutu yang menjuarai medan tempur Perang Dunia I 1914-1918 membuatnya cukup disegani dan imbasnya hingga sekarang masih dapat dirasakan. Bahasa Inggrispun menjadi bahasa internasional. Pengaruh Inggris terbentang menguasai seperlima dunia.

Pada fase berikutnya, di Perang Dunia II (PD II), muncul nama-nama negara yang secara tak terduga mampu menjadi pesaing Inggris. Di antaranya adalah “Negeri Matahari Terbit” Jepang.  Jepang sebagai wakil Asia akhirnya tumbang. Namun posisi Jepang telah mampu menjadi batu pijakan Amerika untuk membuka jalan menjadi peraih prestisiusitas pemenang PD II.

Jika Amerika perlu bersusah-payah menggeser Inggris untuk menjadi imperium terbesar di dunia dengan memenangkan PD II, maka bisa jadi Israel hanya akan meraihnya dengan semudah membalik tangan bahkan dengan semudah mata tertutup.

Asumsi tersebut kian marak seiring pidato Donald Trump yang mengukuhkan Jerussalem sebagai Ibu Kota Israel.

Dengan sepatah dua patah kata saja, Trump bisa membuat negara-negara bermayoritas muslim kebakaran jenggot. Beberapa pakar menganggap itu strategi Amerika agar minyak kian langka dan harganya menjadi melonjak. Bak satu kali mendayung dua pulau pun terlampaui. Sejauh pidato Trump berhasil membuat Israel  percaya diri untuk melakukan intervensi atas Palestina, sejauh itu pula pidato trump berhasil mendikte perekonomian global.

Spontanitas Muslim Indonesia atas Pidato Trump

Muslim indonesia berada di angka 10% lebih dari 100% populasi muslim dunia. Akibat penjajahan saudaranya di Palestina, Indonesia sejak era Soekarno tidak pernah membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Export dan Import yang dilakukan oleh kedua negara tidak terjalin secara langsung, namun menggunakan Singapura sebagai perantaranya. Untuk itu harga barang antara kedua negara tersebut lebih mahal dan terjalin secara lebih rumit. Untuk itu, Benjamin Netanyahu beberapa kali membujuk Indonesia membuka hubungan diplomatik.

Aksi 1712 di Jakarta membuahkan petisi terkait boikot produk Amerika Serikat dan Israel. Hal tersebut menggambarkan kondisi kemungkinan hubungan bilateral antara Indonesia dan Israel akan kian sulit terwujud. Sikap masyarakat Indonesia berbanding terbalik dengan PM Israel yang berkali-kali membujuk Indonesia untuk mau menjalin hubungan baik dengan mereka itu baik terkait teknologi militer, pengelolaan air, pariwisata, dan tentunya perekonomian.

Di sisi lain, posisi Amerika yang penting bagi perekonomian Indonesia membuat catatan tersendiri bagi suksesnya petisi yang dilontarkan MUI melalui Sekjennya pada 17 Desember 2017 di Monumen Nasional  di Jakarta. Dalam aksi yang bertajuk “Aksi 1712” MUI tidak serta merta bisa melakukan acc terhadap keputusan boikot dan menunggu keputusan Dewan sebagai alur yang sedang melalui tahap parlemen. Memutus hubungan perdagangan dengan Israel mungkin tidak begitu berefek samping signifikan, namun pertanyaannya adalah beranikah Indonesia benar-benar memutus hubungan perekonomian dengan Amerika dengan secara spesifik melakukan penutupan distribusi export dan Import maupun aktivitas produksi dengan pembangunan masing-masing pabrik di masing-masing kedua negara?

Trump adalah jenis yang merendahkan bangsa Amerika. Di luar kasus pidato Trump, banyak orang Amerika yang ternyata prihatin terhadap Palestina dan turut menghalangi ekspansi dan pembangunan perumahan warga Israel di Gaza. Bahkan seorang aktivis Negeri Paman Sam itu rela bertaruh nyawa melawan kekejaman geliat penjajahan Israel. Contoh yang paling populer adalah  Rachel Corrie yang meninggal dilindas kendaraan berat Israel saat menghalangi aksi penggusuran rumah warga Pelestina. Trump menjadi salah satu aktor politik yang dikendalikan oleh kepentingan para pembisiknya.

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
1
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
1
Suka
Ngakak Ngakak
1
Ngakak
Wooow Wooow
1
Wooow
Keren Keren
2
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Muhammad Barir
Muhammad Barir, S.Th.I., M.Ag. adalah redaktur Artikula.id. Ia telah menulis beberapa karya, diantaranya adalah buku Tradisi Al Quran di Pesisir.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals