Oknum Dosen Ushuluddin UIN Suska Riau ‘Paksa’ Mahasiswi Membuka Cadar di Kelas

"Ya, kami disuruh melepaskan cadar kalau ingin ujian dengan beliau. Kalau tidak kami tidak boleh ikut, ya terpaksa akhirnya kami buka."


Foto: Republika/AP/Dar Yasin

Beberapa orang mahasiswi di Prodi Akidah dan Filsafat Islam UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau terpaksa membuka cadar mereka disebabkan perintah salah seorang dosen yang sedang mengajar di dalam kelas.

Di antara mahasiswi tersebut mengaku dirinya terpaksa melepaskan cadarnya agar bisa ikut ujian dengan dosen yang bersangkutan. Apalagi dosen terkait memiliki jabatan fungsional di fakultas.

“Ya, kami disuruh melepaskan cadar kalau ingin ujian dengan beliau. Kalau tidak kami tidak boleh ikut, ya terpaksa akhirnya kami buka,” ungkap mahasiswi tersebut yang enggan disebut namanya.

Persoalan cadar belakangan kembali menjadi topik hangat. Buntut dari ultimatum Kemenag yang melarang penggunaan cadar dan celana cingkrang bagi aparatur negara, yang juga disangkut-paut dengan isu radikalisme.

Baca juga: Cadar dan Penggiringan Opini

Larangan cadar di kampus sebetulnya bukan hal baru. Beberapa kampus di Indonesia bahkan sudah ada yang mengorbitkan kebijakan menolak cadar di kampus, dengan pertimbangan dan rasionalisasi yang telah dikonsensuskan secara internal.

Akan halnya UIN Suska Riau, sejauh ini belum ada kebijakan konkrit lagi tegas dari pucuk pimpinan universitas, sehingga wajar saja beberapa oknum dosen terkesan bertindak subjektif dan tendensius.

Demisioner Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Zul Ihsan Ma’arif mengatakan bahwa soal pelarangan mahasiswi memakai cadar di Fakultas Ushuluddin ini sudah lama ada, namun belum ada yang sampai memaksa mahasiswi membuka niqab atau cadar, masih bersifat persuasif dan sindiran.

“Sebenarnya persoalan ini sudah ada sejak dulu, memang ada beberapa dosen yang keberatan terhadap tren cadaran di wilayah kampus. Tapi, reaksinya masih dalam berupa insinuatif. Belum ada yang seperti saat ini, mahasiswi sudah ada yang diminta membuka niqab,” ujar Zul.

Baca juga: Radikalisme dan Betapa Kakunya Kita dalam Memahaminya

Sekelompok mahasiswa mengungkapkan akan menindaklanjuti persoalan tersebut, mereka berencana akan audiensi langsung dengan pimpinan dosen yang bersangkutan karena dinilai tidak pantas dan tidak punya dasar yang jelas.

“Kami akan audiesi langsung dengan beliau, menanyakan atas dasar apa beliau berbuat seperti itu, bila perlu kami bisa saja akan unjuk rasa di fakultas. Karena sependek pengetahuan kami belum ada surat edaran dari pimpinan atau sosialisasi tentang tidak boleh memakai cadar di kampus,” tegas Zakaria, salah seorang aktivis mahasiswa.

Terkait identitas oknum dosen yang diduga memaksa mahasiswinya untuk membuka cadar tersebut, dirinya masih enggan mengungkapkannya ke publik sehingga tim Artikula.id belum bisa mendapatkan konfirmasi dari pihak yang bersangkutan. (tim)

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
28
Sedih
Cakep Cakep
3
Cakep
Kesal Kesal
7
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
13
Tidak Suka
Suka Suka
7
Suka
Ngakak Ngakak
3
Ngakak
Wooow Wooow
1
Wooow
Keren Keren
3
Keren
Terkejut Terkejut
18
Terkejut
Redaksi

Akun resmi tim redaksi Artikula.id

Comments 2

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Nasional

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals