Antibiotik Virus Hoaks

Perlu upaya-upaya melawan maupun meminimalisir berita-berita hoaks, ibarat hoaks adalah sebuah virus maka kita perlu memikirkan antibiotiknya


Di era internet ini, masyarakat secara bebas bisa menyampaikan pendapat atau opininya, baik melalui lisan, media cetak, maupun media elektronik ataupun online. Namun dibalik itu semua, ada hal yang perlu diingat bahwa kebebasan berpendapat jika tidak memperhatikan aspek budaya dan etika akan membawa konsekuensi hukum bagi pelakunya, untuk itu masyarakat harus berhati-hati.

Selanjutnya ada hal lain yang juga tidak kalah pentingnya untuk diwaspadai yaitu penyampaian opini yang menimbulkan dampak ketidaknyamanan bagi pihak lain. Seringkali hal tersebut dikenal sebagai ujaran kebencian, yaitu tindakan komunikasi yang dilakukan oleh suatu individu atau kelompok dalam bentuk provokasi, hasutan ataupun hinaan kepada individu atau kelompok yang lain.

Harus diakui, suka atau tidak, beberapa bulan ini isu politik menjadi pemicu maraknya konfrontasi di media sosial seperti hate speech, saling hujat, dan lain sebagainya di Tanah Air. Ekspresi politik, saling hujat, saling bela pilihan politik dan merendahkan pilihan lain yang awalnya di dunia nyata, kini bergeser ke dunia maya. Tidak heran kemudian intensitas fake news dan berita-berita hoaks begitu viral di media sosial. Para aktor dan korban penyebar hoaks tidak lagi tunggal, melainkan lebih kompleks. Aktor penyebar hoaks pun tidak hanya disebarkan pelaku kriminal, banyak juga dilakukan oleh mereka yang sekadar iseng, menyerang bermuatan politik, menyuarakan hatinya, atau hanya sekadar mencari sensasi.

Media sosial hari ini menjadi ruang pertarungan atau “ring tinju”, menggeser wajah media sosial yang ketika kali pertama muncul sebatas sebagai media curhat dan ajang interaksi sosial. Tetapi pada era ini media sosial menjelma menjadi ruang yang menghadirkan berbagai pertarungan dari banyak pemain dari banyak latar belakang yang berbeda. Kompleksitas aktor-aktor yang terlibat di media sosial tersebut semakin tinggi ketika berhadapan dengan situasi atau momentum politik, karena aktor yang terlibat tidak hanya rakyat biasa, tetapi juga berbagai kelompok-kelompok kepentingan: partai politik, elite politik, ormas, pelaku bisnis, dan lain sebagainya.

Dari situlah maka perlu ada upaya-upaya melawan maupun meminimalisir berita-berita hoaks, ibarat hoaks adalah sebuah virus maka kita perlu memikirkan antibiotiknya. Salah satunya edukasi dan budaya literasi perlu diperkuat, hal ini dilakukan agar masyarakat tetap bersikap kritis terhadap sebuah berita dan tidak gampang percaya dengan virus-virus hoaks. Melalui edukasi dan budaya literasi masyarakat tidak hanya percaya pada satu sumber tetapi dengan banyak membaca masyarakat akan terus mengklarifikasi informasi-informasi yang beredar.

Selanjutnya individu masyarakat harus tetap tabayun dalam mendapatkan sebuah informasi maupun berita. Tabayun dalam agama Islam yakni mencari kejelasan melalui verifikasi, klarifikasi, check and recheck terhadap setiap berita yang didapatkan. Dengan bertabayun maka  kita berusaha meminimalisir resiko-resiko konsumsi berita hoaks yang sering mengakibatkan perselisihan yang mengancam kesatuan bangsa.

Hari ini segala pihak harus bersinergi dalam melawan deru hoaks yang dari hari ke hari semakin menjadi-jadi. Masyarakat harus bijaksana dalam mendapatkan sebuah informasi. Pemerintah harus sigap dalam menentukan langkah antisipasi terhadap berita-berita di media massa dan harus lebih selektif dan objektif dalam menampilkan berita-berita. Sehingga lambat laun hoaks tidak lagi menjadi berita yang ditelan begitu saja tetapi menjadi sebuah berita yang akan terus diklarifikasi kebenarannya agar tidak ada lagi potensi perpecahan, gesekan yang terlalu besar pada tubuh bangsa kita. []

_ _ _ _ _ _ _ _ _
Catatan: Tulisan ini murni opini penulis, redaksi tidak bertanggung jawab terhadap konten dan gagasan. Saran dan kritik silakan hubungi [email protected]

Jadi, bagaimana pendapat Anda tentang artikel ini? Jangan lupa berikan reaksi dan komentar Anda di kolom komentar di bawah ya! 

Anda juga bisa mengirimkan naskah Anda tentang topik ini dengan bergabung menjadi anggota di Artikula.id. Baca panduannyadi sini! 

Untuk mendapatkan info dan artikel terbaru setiap hari Anda bisa juga mengikuti Fanpage Facebook Artikula.iddi sini!

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
6
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
0
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Iqbalul Rizal Nadif
Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga PMII Komisariat Pondok Sahabat PMII Rayon Pondok Syahadat Bidang Intelektual HIMASAKTI Alumni PP. Tebuireng

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Perspektif

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals