Amanah Tuhan Yang Harus Dijaga Sepenuh Hati

seorang anak adalah cerminan dari orang tuanya, ketika sejak dini telah dididik dengan baik maka ia akan tumbuh menjadi pribadi yang pandai menghargai sesama


Sering kita dengar istilah “buah tidak jatuh jauh dari pohonnya” dalam artian seorang anak adalah cerminan dari orang tuanya, maka sejatinya orang tua wajib menjaga, mengawasi, memperhatikan, dan mendidik anak sejak dini, bahkan dalam hadis banyak menganjurkan untuk mendoakan anak sejak dalam kandungan agar nantinya ketika lahir ia menjadi anak yang baik, sholeh serta berjiwa Qurani, ibarat bibit tumbuhan yang ditanam ketika tidak dijaga dan dirawat serta dibiarkan begitu saja maka kemungkinan besar akan tumbuh tidak sehat dan hasilnya akan rusak.

Peranan orang tua sangat penting dan berpengaruh bagi anaknya, seorang ayah yang tempramen mendidik anaknya maka cenderung akan keras hati ketika ia tumbuh besar. Sebab perlakuan orang tua memengaruhi jiwa serta pemikiran anak, dan ayah yang mendidik anak secara lemah lembut serta tegas dalam menegakkan ajaran Islam, menanamkan nilai-nilai spiritual sejak dini, maka kelak ia akan menjadi orang yang pengertian dan menghargai orang lain serta tahu jalan pulang dalam artian ketika ia melakukan kesalahan maka akan cepat mengingat Tuhannya

Begitupun seorang ibu, ia juga mempunyai peranan yang besar untuk anaknya di masa depan, seorang anak akan tumbuh cerdas ketika dididik dengan baik, sebab guru yang paling utama adalah seorang ibu karena dari lahir sampai besar berada dalam satu naungan, dan orang tua masih memiliki tanggungan sampai sang anak melangsungkan pernikahan, menuju bahtera rumah tangga dan memulai kehidupan baru bersama pasangannya.

Sehingga masing-masing mempunyai peranannya, seorang ayah misal mengajarkan kepemimpinan, bekerja keras, bersungguh-sungguh meraih impian, dan tentunya menanamkan nilai-nilai moral agar bisa saling menghargai sesama manusia, dan khususnya perihal tuntutan agama yang wajib ditunaikan sesuai tuntunannya.

Begitupun dengan seorang ibu, yang mengajarkan arti kesabaran, sebagaimana sang anak ketika dalam kandungan, sabar menahan rasa sakit, sabar menunggu kelahiran sang anak selama ± 9 bulan lamanya, mengajarkan arti pengorbanan rela berkorban tanpa pamrih, agar ke depannya sang anak juga sadar dan nantinya akan berjuang demi kebahagiaan orang tua serta menjadi manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya.

Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul Perempuan, memberikan penjelasan dengan berupa perumpamaan bahwa sosok ayah sebagai petani yang menanam benih, sedangkan ibu adalah lahan, yang meskipun benihnya baik, jika lahannya kering dan gersang tidak terawat maka hasil yang akan diperoleh tidaklah memuaskan, bahkan ketika ladang subur benih yang ditanam tumbuh menjadi buah-buahan itu masih perlu untuk dirawat serta diperhatikan, dari hama dan parasit agar hasil yang diperoleh memuaskan. Hal ini sejalan dengan kalam Allah dalam Firman-Nya QS: Al-Baqarah: 223.

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

Artinya:  “Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya, dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.

Ayat di atas menunjukkan bahwa keduanya adalah komponen yang harus saling melengkapi satu sama lain serta harus saling mendukung dan tetap berpegang teguh sesuai syariat yang telah ditetapkan oleh Allah agar kehidupan dalam keluarga menjadi berkah dan sang anak meneladani kebaikan yang telah dicontohkan oleh orang tuanya. Karena agama merupakan tuntunan yang akan mengarahkan manusia menuju kebahagiaan dunia sampai ke akhirat kelak nanti manakala peraturan-peraturannya dijalani dengan baik dan benar.

Sehingga kelak sang anak akan berbakti kepada keduanya, dan salah satu yang menjadikan orang tua masuk surga sebagaimana yang disebutkan di dalam salah satu hadis nabi bahwa doa anak yang saleh dan salehah akan tetap menjadi amalan kebaikan yang pahalanya tetap mengalir untuk orang tuanya meskipun nantinya orang tuanya telah meninggal lebih dulu, dan sebaliknya orang tua yang tidak mendidik anaknya serta menanamkan nilai-nilai agama misalnya tidak mengajarkan dan menyuruh anaknya melakukan ibadah wajib sholat lima waktu akhirnya sang anak tidak pernah melakukan kewajibannya sebagai seorang hamba, maka kelak perbuatan buruk yang dilakukan sang anak akan memberikan dampak di hari kemudian, di mana orang tua akan mempertanggungjawabkan di hadapan Tuhan-Nya.

Segala pengorbanan yang dilakukan sang anak dan segala sesuatu yang diberikan kepada orang tua tetap tidak akan bisa membalas meski hanya setetes dari air susu ibu dan cucuran keringat pengorbanan sang ayah sampai kapan pun, maka upaya untuk membahagiakan keduanya adalah dengan berbakti, senantiasa berusaha membahagiakan hati orang tua. Wallahu a’lam.

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
3
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
1
Wooow
Keren Keren
1
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Saipul Hamzah

Saipul Hamzah saat ini sedang menempuh pendidikan S1 di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Lahir di Makassar Sulawesi Selatan, alumni Pondok Pesantren Annahdlah Makassar. Email aktif [email protected]

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals