Usai Pemilu, Ayo Kembali Bersatu!

Pemilihan presiden tahun ini terasa sangat menegangkan, memang. Sebab, hanya ada dua pilihan dan diiringi pula dengan isu-isu keagamaan.


Sumber gambar: GNFI

Sejak beberapa bulan belakangan, masyarakat Indonesia telah terpisah dalam dua kutub yang berbeda. Joko Widodo-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Polarisasi politik tersebut pun telah menciptakan berbagai gesekan di antara kedua belah pihak. Isu-isu SARA terumata tentang agama serta hoax atau berita bohong bertebaran, terutama di media sosial.

Kita –yang termasuk dalam dua kubu ini– telah saling serang dengan data masing-masing dan saling tangkis dengan dalih-dalih manis di setiap kesempatan. Pertemuan dengan teman yang berbeda pilihan menjadi tidak menyenangkan. Ada emosi, sinisme dan saling menjelekkan.

Barangkali, kita yang telah larut dalam perselisihan yang membosankan itu harus mengingat kembali apa arti dan tujuan demokrasi. Jika ditilik dari arti menurut KBBI, inti dari demokrasi adalah tentang persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan.

Persamaan hak di sini dapat diterjemahkan, setiap warga negara sama-sama berhak menentukan pilihan sesuai kepercayaan masing-masing. Jelas, salah satu tujuan demokrasi adalah untuk mencegah perselisihan, baik itu akibat suku, ras, agama dan antargolongan maupun perbedaan dalam pilihan calon presiden yang sudah kita tentukan.

Pemilihan presiden tahun ini terasa sangat menegangkan, memang. Sebab, hanya ada dua pilihan dan diiringi pula dengan isu-isu keagamaan –isu yang tidak sepatutnya berkembang dalam sebuah negara yang menganut sistem demokrasi–.

Kita semua tahu bahwa Indonesia adalah negara berpenduduk mayoritas Islam, tapi kita juga harus sadar bahwa kita berstatus sebagai warga negara, negara yang menampung dan melindungi enam agama yang berbeda. Jangan sampai agama terpecah, jangan pula perbedaan agama menjadi jurang pemisah.

Bahkan, saking fokusnya ke Pilpres, kita mungkin jadi lupa bahwa pemilihan umum kali ini juga serentak dengan pelaksanaan pemilihan anggota legislatif, yaitu DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

Pemilihan wakil rakyat ini juga tak kalah penting ketimbang pemilihan presiden. Sebab, merekalah yang akan menjadi penyambung lidah kita kepada presiden terpilih. Awasi juga penghitungan suaranya. Jangan sampai ada pihak-pihak yang menduduki kursi parlemen dari hasil kecurangan.

Terakhir, terlepas menang dan kalah pilihan kita, kita adalah Indonesia. Ayo kembali bersatu usai gelaran pemilu ini. Karena siapapun presiden yang terpilih nanti, tetap masyarakatlah yang harus menjadi pemenangnya.

Peran para elit serta pemuka agama, khususnya dari kedua belah pihak sangat penting dalam merangkul dan mendamaikan suasana pasca pesta demokrasi lima tahunan ini. Yang menang tak perlu merayakannya secara berlebihan, yang kalah bersikaplah bak pahlawan!

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
1
Sedih
Cakep Cakep
1
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
3
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
1
Wooow
Keren Keren
3
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Makmuriyanto

Makmuriyanto, S.I.Kom merupakan Co-Founder atau Chief Operating Officer (COO) Artikula.id.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals