Menjadi Manusia Sempurna (Perspektif Sufi)

Makin seseorang memiripkan diri kepada sifat sempurna dari Tuhan, makin sempurnalah dirinya.


Abdul Karim al-Jilli atau yang dikenal dengan nama al-Jilli adalah seroang sufi pencetus konsep Insan Kamil atau manusia sempurna. Insan Kamil adalah suatu konsep yang berhubungan dengan persepsi mengenai manusia yang dipandang memiliki sifat mutlak dari Tuhan atau sebuah sifat sempurna yang patut ditiru oleh manusia lainnya.

Makin seseorang memiripkan diri kepada sifat sempurna dari Tuhan, makin sempurnalah dirinya. Keyakinan bahwa yang memiliki sifat mutlak dan sempurna itu mencakup asma’ sifat dan hakikat-Nya. Serta mewujudkannya di dalam kehidupan sehari-hari.

Model manusia sempurna atau Insan Kamil ada pada diri Nabi Muhammad SAW, sehingga Nabi Muhammad SAW dikatakan sebagai nuskhah (copy) Allah. Karena Nabi Muhammad memang memiliki pribadi yang bisa dikatakan sempurna.

Di antara kisah teladan Nabi Muhammad yang mengambarkan mulia dan sempurnanya akhlak Nabi adalah kisah Nabi yang diludahi oleh orang Quraisy ketika melakukan perjalanan ke Ka’bah. Namun Nabi tidak bereaksi apapun terhadap orang tersebut, meskipun berulang kali kejadian tersebut terjadi.

Sehingga pada suatu ketika, ketika Nabi tidak diludahi orang tersebut Nabi bertanya-tanya, ada apa gerangan? Ketika Nabi mengetahui orang tersebut sakit Nabi menjadi orang pertama yang menjengguknya dan membawakan buah-buahan. Dikarenakan kelembutan dan keikhlasan sifat Nabi akhirnya orang Yahudi tersebut syahadat dan masuk Islam.

Kesempurnaan sifat Nabi ini telah Allah jelaskan dalam Q.S. al-Ahzab [33]: 21 yang artinya “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

Setiap manusia tentunya sangat berpotensi menjadi Insan Kamil, karena manusia memiliki akal dan qalbu yang akan mengarahkannya dekat dengan Allah. Ketika manusia memaksimalkan potensi akal dan qalbunya untuk hal kebaikan dan Ketuhanan maka pada saat itu manusia telah berusaha mencapai derajat manusia sempurna.

Sederhananya memahami manusia sempurna atau Insan Kamil adalah “berakhlaklah dengan akhlak Allah.” Sejauh mana manusia bisa menginternalisasi sifat-sifat dan asma’ Allah. Apa yang ada dalam dirinya dan apa yangdikeluarkannya adalah sifat-sifat dan asma Allah.

Misalnya asma’ Allah ar-Rahman dan ar-Rahim. Maka di sini sejauh mana manusia bisa mempraktikkan dalam kehidupannya sehari-hari untuk menjadi manusia yang memberikan kasih dan sayang kepada sesama makhluk hidup. Baik kepada manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan.

Prof. Nasaruddin Umar berpendapat bahwa dalam perspektif tasawuf, al-asma’ al-husna tidak hanya menunjukkan sifat-sifat Allah SWT, tetapi juga menjadi titik masuk untuk mengenal dan mendekatkan diri kepada-Nya. Setiap orang dapat mengakses dan mengidentifikasikan diri dengan nama-nama tersebut.

Lebih lanjut Prof. Nasaruddin Umar mengatakan seseorang yang pernah berlumuran dosa lalu sadar dapat menghibur diri dan membangun rasa percaya diri dengan mengidentifikasi diri dengan nama al-Ghafur (Maha Pengampun) dan al-Tawwab (Maha Penerima Tobat) sehingga orang tetap mempunyai harapan dan tidak perlu kehilangan semangat hidup.

Maka, untuk menjadi manusia sempurna menurut al-Jilli adalah sejauh mana manusia mampu menjadi nuskhah (copy) Allah, input dan output manusia adalah sifat-sifat kesempurnaan Allah. Artinya apa yang tertanam di dalam diri seseorang adalah sifat-sifat dan asma’ Allah serta apa yang dikeluarkannya juga sifat-sifat dan asma’ Allah.

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
2
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
2
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Endrika Widdia Putri

Endrika Widdia Putri, S.Ag. adalah mahasiswa S2 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta jurusan Aqidah dan Filsafat Islam tahun 2018.

 

 

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals