Menjaga Amarah

Marah adalah suatu emosi yang secara fisik mengakibatkan antara lain peningkatan denyut jantung, tekanan darah, serta tingkat adrenalin dan oradrenalin.


focusmadura.com

Manusia memiliki beberapa karakter dalam dirinya, dan setiap manusia memiliki karekter yang berbeda dengan manusia lainnya. Selain memiliki karakter yang berbeda, manusia juga memiliki cara berbeda dalam memperlakukan atau bersosialisasi dengan orang lain. Dalam bertingkah laku, sebenarnya sejak kecil seseorang telah diajarkan orang tua maupun guru tentang perilaku terpuji dalam bertingkah laku, namun ada saja faktor yang menimbulkan adanya perilaku seseorang menjadi berubah kepada hal yang tercela.

Sering dijumpai, faktor terbesar yang dapat merubah seseorang itu adalah lingkungan di mana ia betempat tinggal. Dalam hal ini, ada beberapa orang yang menjadi tiba-tiba menjadi suka bergurau, ramah, penyabar, bahkan pemarah yang dalam menanggapi hal-hal kecil yang seharusnya tidak perlu dengan amarah.

Tidak hanya dalam lingkungan sekitar, keluarga atau orang tuapun dapat membentuk pribadi anak menjadi pemarah dengan sering memarahinya atau menunjukkan sikap-sikap yang mudah marah kepada sang anak, tentu hal itu dapat berdampak pada psikis sang anak, yang tentunya memori anak dapat merekam hingga bahkan merubah mereka yang awalnya lugu menjadi mudah marah seperti orang tuanya.

Marah adalah suatu emosi yang secara fisik mengakibatkan antara lain peningkatan denyut jantung, tekanan darah, serta tingkat adrenalin dan oradrenalin. Dalam hal ini, sebagai umat Islam, hendaklah menahan amarah agar tidak berlebihan hingga berteriak-teriak. Wujud amarah tidak hanya dapat diluapkan atau ditunjukkan dengan berkata dengan nada yang tinggi namun juga dengan beberapa hal lain, seperti mengejangnya urat dan otot, merahnya wajah dan mata, dahi yang mengerut, serta tangan yang mengepal.

Sebenarnya marah kepada seseorang diperbolehkan, namun harus dengan alasan yang baik tanpa ada niatan untuk merugikan orang tersebut juga beralasan supaya orang yang dimarahi dapat merubah sikap yang kurang baiknya, seperti contoh seorang ayah yang memarahi anaknya yang telah berusia 10 tahun namun tidak melaksakan sholat, wajar saja jika memarahinya, namun tidak boleh berlebihan hingga harus mengeluarkan kata-kata kotor atau bahkan memukulinya hingga meninggalkan bekas yang menyakitkan.

Dari beberapa dalil tentang marah, ada yang berisi tentang adab marah, timbulnya marah, serta cara menahan dan meredam amarah. Mungkin sering kita jumpai kutipan tentang mengalahkan dan menahan amarah yang juga ternyata ada dalam sebuah hadis yang berbunyi :

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَعَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ حَمَّادٍ قَالَا كِلَاهُمَا قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ ابْنِشِهَابٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

“Orang yang paling kuat bukanlah orang yang tidak dapat dikalahkan oleh orang lain. Tetapi orang yang paling kuat adalah orang yang dapat menguasai dirinya ketika ia sedang marah.”

Dari hadis ini kita dapat mengambil pelajaran bahwa semua orang pasti memiliki kontrol emosi dalam menyikapi suatu permasalahan yang dihadapinya. Dan setiap permasalahan pasti bisa diselesaikan dengan kepala dingin, ikhlas dan hanya diserahkan hanya kepada Allah.

Tanda ada rasa murka, dan dengki. Karena jika kita menghadapi suatu permasalahan dengan amarah, kita hanya akan merasa benar sendiri, menyalahkan kondisi atau orang lain, kita juga merasa depresi, sulit menerima pendapat orang lain, bahkan menganggap yang terjadi adalah sebuah kesialan. Padahal apa yang terjadi dalam kehidupan manusia, telah diatur oleh Allah, dan kita harus menerimanya dengan ikhlas dan lapang dada.

Contoh yang mudah kita ketahui yang berhubungan dengan hadis tersebut ialah seorang anak 3 tahun yang mulai bisa memegang alat tulis seperti bolpoin atau spidol, mereka akan menggunakan alat tulis tersebut untuk mencoret-coret dinding di rumahnya.

Mengetahui hal tersebut, beberapa orang tua akan memarahinya, namun jika diambil dari sisi lain, seperti sisi kreatifas sang anak, seorang ayah menahan amarahnya dan mengarahkan anaknya untuk lebih baik mencoret-coret di kertas, serta memberikan kertas tersebut sesuai dengan kebutuhan si anak. Karena momen anak mulai menggunakan kreatifitasnya itu sangat langkah, dan dinding yang mulai kotor dengan coretan dapat di cat kembali sehingga menjadi indah kembali. Jadi orang tua seharusnya mementingkan tumbuh kembang anaknya, dari pada benda-benda yang dimilikinya.

Marah yang berlebihan jelas sangat dilarang dalam Islam. terdapat beberapa contoh yang disa ambil pelajarannya, seperti contoh ada seorang bapak yang memiliki tanah dan perkebunan yang luas, serta memiliki dua anak laki-laki yang telah dewasa dan telah berkeluarga masing-masing. Sang bapak telah menghibahkan tanah dan perkebunannya kepada dua anak laki-laki tersebut dengan adil.

Dua anak laki-laki ini memiliki sifat yang berbeda, anak yang sulung sangat malas, hobi judi, dan serakah. Sedangkan anak yang bungsu merupakan anak yang rajin dan tekun sehingga memiliki hasil panen yang melimpah berkat ketekunannya mengolah perkebunan yang diberikan oleh bapaknya. Mengetahui hal tersebut, si anak sulung mengambil tanpa izin hasil panen dari perkebunan milik adiknya untuk dijual kembali di pasar, ketika sang adik mengetahuinya, sang adik menegurnya karena telah mengambil yang bukan haknya.

Karena merasa tidak terima, sang kakak pun membentak dan memarahinya karena ia merasa memiliki kuasa untuk juga mengambil hasil dari perkebunan itu. Sang adik hanya pasrah melihat kelakuan kakaknya. Lalu sang adik melaporkan kepada bapaknya bertujuan supaya bapaknya dapat menasehati kakaknya supaya merubah sikapnya. Setelah sampai rumah sang kakak, bapak memarahi si sulung yang serakah dan mengambil hak adiknya. Tetapi malah ia memarahi balik bapaknya, serta memarahi adiknya yang ikut dan menganggapnya telah mengadu kepada bapaknya.

Setelah beberapa kejadian terulang dan sang bapak juga sering memarahinya serta sang adik yang juga mulai tegas menegur kakaknya. Hingga sampai suatu hari kemarahan sang kakak telah sampai pada puncaknya, mengetahui kebiasaan sang adik yang selalu pergi ke kebun untuk mengambil panen atau sekedar mengecek tanaman di perkebunannya, sang kakak membututinya dan membawa senjata tajam lalu dengan teganya membunuh adiknya dengan senjata tajam yang ia bawa.

Dari contoh diatas dapat kita ambil pelajaran, bahwa kita tidak boleh menjadi orang yang serakah. Selain itu kita juga harus menyadari apa yang menjadi kekurangan kita, dan mau menerima pendapat yang dikatakan orang lain dengan lapang dada. Serta meredam dan menahan amarah atas apa yang dikatakan oleh orang lain.

Selain marah yang berlebihan hingga terjadi pembuhunan yang jelas dilarang, marah diperbolehkan apabila orang lain telah mencela dan menjelekkan agama Islam. Dari kejadian yang terjadi belakangan ini dan sempat viral yakni Pertandingan Tinju Dunia antara Khabib Nurmagomedov dan McGregor, sebelum pertanding dimulai, Khabib yang memberi sambutan dengan diawali ucapan salam, lalu dalam tengah-tengah sambutannya McGregor yang menawarkan minuman keras kepada Khabib, lalu Khabib menolaknya dengan halus, namun malah setelah itu McGregor menghina Khabib atas ucapan salam dan penolonakannya atas minuman keras yang diberikan oleh McGregor.

Saat pertandingan tinju dimulai, ada beberapa ucapan dari McGregor yang telah menghina Ayah Khabib, Negara Khabib dan Agama Khabib, mendengan hal tersebut, dengan kekuatan tubuhnya Khabib memukul McGregor hingga ronde terakhir dan berhasil membungkam semua hinaan McGregor dengan kemenangan Khabib yang telah diraihnya.

Dalam hal diatas, dapat kita jadikan pelajaran, kita terlebih dahulu harus menahan emosi dan amarah dalam menghadapi seseorang yang iri kepada kita, kita tidak perlu membalas dengan ucapan atau tindakan yang kasar. Karena dengan semakin mudahnya kita marah, dampak kesehatan yang dapat terjadi dalam tubuh juga timbul, seperti dengan timbulnya serangan jantung, hipertensi dan susah tidur.

Dari ketiga contoh diatas, dapat disimpulkan bahwa, dari contoh pertama kita lebih baik menahan amarah, dari pada meluapkannya kepada seseorang yang kita sayang, serta memberikan solusi atas kesalahan yang telah diperbuatnya.

Dari contoh kedua kita dapat menyimpulkan bahwa lebih baik menjadi orang yang ikhlas, mudah bersyukur dan rajin dalam bekerja. Karena dengan rajin dalam melakukan pekerjaan kita akan mendapatkan hasil yang sesuai dengan usaha kita. Serta tidak sampai menimbulkan permasalahan yang berdampak hingga meluapkan amarah yang berapi-api hingga membuat seseorang dapat membunuh saudara kandungnya. Jelas orang tersebut mendapat dosa besar atas perbuatannya.

Dalam contoh ketiga, kita dapat mengambil contoh, bahwa seseorang harus terlebih dahulu menahan emosinya, dan apabila seseorang telah secara jelas mencela Agama maka boleh kita memarahinya dan menegurnya.

Dalam Islam, jika seseorang dalam keadaan emosi atau sedang marah, maka seseorang itu lebih baik menahannya dengan membaca banyak kalimat Istighfar dan berwudhu. Karena amarah itu berasal dari setan, dan dengan wudhu setan yang terdapat dalam hati manusia dapat sirna karena terkena air wudhu.

 

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
1
Tidak Suka
Suka Suka
0
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
0
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals