Tujuh Klise


Sumber gambar: aliexpress.com

/1/
Lebur bersama tanah, yang mengikat erat di akar rerumput.

/2/
Ada tangan yang halus memegang erat sabit menumpuk hijau meraya dedaunan.

/3/
Di sebelah rumah berjajar kambing merunduk menikmati sisa daun pisang di palungan.

/4/
Gegurit tembang jawa tayuban mengisi ruang di telinga, entah dari seberang sana.

Loading...

/5/
Langit menyimpan matahari di balik awan, agar hujan mengguyur tanah, sembari menyapa para petani gabah.

/6/
Rintiknya mulai menyapa, seperti tangis para ibu mengisahkan luka. Yang jelas kepada anaknya.

/7/
Dengan begitu rumput dan dedaunan menggunung, dari semak belukar, dari jari-jemari, mengakar, membawa tanggung jawab, menyapa hidup, bersama mata yang berbinar.

“Tujuh Klise”
1, 2019

Loading...

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
0
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
0
Keren
Terkejut Terkejut
1
Terkejut
Ahmad Dahri

Ahmad Dahri atau Lek Dah adalah santri di Pesantren Luhur Bait al hikmah kepanjen, juga nyantri di Pesantren Luhur Baitul Karim Gondanglegi, ia juga mahasiswa di STF Al Farabi Kepanjen Malang. Buku terbarunya adalah “Hitamkah Putih Itu?”

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Puisi

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals