Menghidupkan Malam-malam Akhir Ramadhan

Mari kita hidupkan malam-malam di akhir Ramadhan ini dengan niat dan kesungguhan. Semoga Allah mengangkat derajat kita ke tempat yang tinggi lagi terpuji.


Umat Islam penuh suka cita dalam menjalankan puasa di bulan Ramadhan dan bergembira melaksanakan semua amalan-amalan Ramadhan, baik yang wajib maupun yang maktubah. Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, semua amal kebaikan terkumpul, semua ketaatan diterima, semua permohonan dikabulkan, semua dosa umat Muslim diampuni, bahkan surga merindukan orang-orang yang berpuasa.

Selama bulan Ramadhan, seharusnya memperbanyak ibadah pada siang maupun malam hari, khususnya sepuluh terakhir Ramadhan. Rasulullah Saw memberi contoh dengan mengajak keluarganya untuk memaksimalkan ibadah (i’tikaf) untuk bertemu dengan malam Lailatul Qadar.

Setelah seharian menjalankan ibadah puasa dengan menahan lapar dan haus serta menjaga dari segala apa yang membatalkan puasa sampai berbuka, pada malam harinya umat Islam menjalankan Shalat Tarawih. Mereka berbondong-bondong pergi ke masjid/musholla/langgar untuk mengerjakan Shalat Tarawih berjamaah. Di antara mereka ada anak-anak, remaja, dan orang tua. Setelah mengerjakan Shalat Tarawih, ada yang mengikuti tadarus Al-Quran, ada yang i’tikaf dan ada pula yang pulang ke rumah masing-masing untuk cepat-cepat istirahat agar dapat bangun shalat malam/Tahajjud.

Dalam kitab Durratun Nasihin dituliskan sebuah hadis bersumber dari Umar bin Khattab, bahwa Nabi bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian terbangun dari tidurnya di bulan Ramadhan, dan bergerak di atas tempat tidurnya, serta berkelimpangan dari samping ke samping, maka malaikat berdoa kepadanya, “Bangunlah semoga Allah memberkahimu dan memberikan kasih sayang kepadamu.” Apabila ia berdiri dengan niat mengerjakan shalat, maka tempat tidurnya berdoa: “Ya Allah berikanlah ia tempat-tempat tidur yang tinggi”, apabila ia memakai pakaian, pakaian tersebut berdoa: “Ya Allah berilah ia pakaian dan perhiasan dari syurga.” Apabila ia memakai sandal, sandalnya pun berdoa: “Ya Allah kukuhkanlah kedua kakinya  di atas jembatan sirat al-mustaqim.” Apabila ia memegang gayung, maka gayung pun berdoa: “Ya Allah berilah ia gelas-gelas di syurga.” Jika ia mengambil wudhu, maka air pun berdoa: “Ya Allah sucikanlah ia dari dosa dan salah.” Jika ia mengerjakan shalat rumah pun berdoa kepadanya: “Ya Allah luaskanlah kuburnya, terangilah liangnya dan tambahkan rahmat baginya.” Pada saat itu Allah pun melihat kepadanya dengan kasih sayang-Nya seraya berfirman: “Hai hamba-Ku, engkau berdoa Aku mengabulkan, engkau meminta, Aku beri, dan engkau memohon ampun, Aku pun mengampunimu”.

Begitu dahsyat pahala bagi orang-orang yang menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan memaksimalkan ibadah dengan caranya masing-masing, ada yang Shalat Tahajjud/Hajat, I’tikaf, membaca Al-Quran, mengadakan halaqah (pengajian) membaca Al-Quran dan i’tikaf insyallah akan memberi sinaran cahaya ketenangan batin yang tiada taranya. Hidup lebih tentram, nyaman, dan tidak ada ketenangan selain ketenangan hati. Ketika hati tenang, maka segala aktivitas yang dikerjakan pun akan lebih bermakna dan berisi serta pahala yang mengalir di catatan amal.

Mari kita hidupkan malam-malam di akhir Ramadhan ini dengan niat dan kesungguhan. Semoga Allah mengangkat derajat kita ke tempat yang tinggi lagi terpuji. Bukankah Allah akan mengangkat derajat muslim-muslim yang bangun untuk beribadah kepada-Nya? “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang Tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji.”

Wa Allahu A’lam bi Showab.

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
1
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
8
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
3
Wooow
Keren Keren
4
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Dr. Ridhoul Wahidi, MA
Dr. Ridhoul Wahidi, MA. Dosen Tafsir pada Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Universitas Islam Indragiri Tembilahan, Provinsi Riau. Menulis artikel dan buku motivasi dalam menghafal Al-Quran dan kajian keislaman baik media cetak maupun media Online.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals