Farid Esack dan Hermeneutika Pembebasannya

Berteologi juga harus dipraksiskan, bukannnya digenggam erat-erat untuk tujuan kesalehan personal (individual piety).


Sumber gambar: taz.de

Salah satu tokoh pemikir kontemporer yang terkenal adalah Farid Esack. Beliau dilahirkan di Afrika Selatan, tepatnya di daerah Wynberg yang merupakan daerah konflik dan penindasan terlihat dari adanya sistem patriarkhi, apartheid dan kapitalisme. Namun sistem apartheid lah yang sangat kental mengakar kuat di daerah tersebut.

Dikatakan dalam sebuah keterangan bahwa istilah apartheid berasal dari Bahasa Afrika yang mendapat kata serapan dari Bahasa Inggris, yakni apart (dari kata apart, yang berarti terpisah) dan heid (yang berarti sistem atau hukum). Jadi, kata ini bersinonim dengan keterpisahan atau pemisahan yang mana istilah ini diciptakan pada tahun 1947.

Dalam sebuah literature, kata Apartheid adalah agregasi (pemisahan satu golongan dari golongan lainnya) yang bersifat rasial (berdasarkan ras) yang merupakan kebijakan pemerintah terdahulu dalam bidang politik dan ekonomi terhadap kelompok non-Eropa di Republik Afrika Selatan. Akibatnya di berbagai daerah banyak terjadi penindasan, penangkapan dan pembunuhan kepada kaum tertindas yakni ras kulit hitam.

Baca Juga: Mengenal Tafsir Pembebasan Farid Esack

Kekecewaannya pada sejumlah dogma keagamaan yang dijadikan legitimasi untuk melanggengkan penindasan dan kejemuannya terhadap kalangan konservatif yang tidak mau melihat kenyataan, bahwa masalah rasialisme dan sikap eksklusif yang berkembang di antara penganut agama-agama tidak akan memberikan solusi bagi masyarakat Afrika Selatan agar terlepas dari genggaman politik apertheid.

Berawal dari ketimpangan-ketimpangan itulah yang menggawanginya untuk membuat sebuah terobosan baru. Salah satunya, mengenai hermeneutika pembebesan, yang ia tuangkan dalam sebuah karya berjudul Qur’an, Liberation and Pluralism: An Islamic Perspective of Interreligious Solidarity againts Oppression (1997). Kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Al-Quran Liberalisme Dan Pluralisme: Membebaskan Yang Tertindas. Salah satu tujuan utama beliau adalah untuk menyuarakan keadilan dan kebebasan.

Hermeneutika pembebasan Al-Qur’an bermula ketika Farid Esack melihat kecenderungan umat Islam pada waktu itu sangat menekankan aspek-aspek rohani dari kehidupan, yang berpusat pada dunia metafisik daripada tentang realita kehidupan di dunia. Jadi pemikiran Farid Esack merupakan reaksi menentang metode tradisional dalam berteologi. Pada akhirnya, Farid Esack ingin mengatakan bahwa manusia tidak akan memiliki suatu teologi pembebasan yang otentik sampai mereka yang tertindas mampu mengekspresikan diri mereka sendiri secara bebas dan kreatif di dalam masyarakat sebagai hamba Tuhan.[1]

Menurut pemahaman penulis terkait dengan pemikiran beliau tentang keadilan dan kebebasan, hampir sama dengan ideologi yang digagas oleh Gus Dur, “Tuhan tidak perlu dibela” bahwa dalam hidup kita sebagai manusia berteologi bukan hanya mengatasnamakan Tuhan, karena urusan Tuhan adalah hal yang tidak perlu diurus dan tidak perlu diintervensi.

Dengan demikian berteologi juga harus dipraksiskan, bukannnya digenggam erat-erat untuk tujuan kesalehan personal (individual piety). Caranya dengan mendekati dan mengasihi makhluk-Nya, demikian menurut Farid Esack, maka kita sama saja dengan mengabdi kepada Tuhan.

[1]Sudarman, “Pemikiran Farid Esack Tentang Hermeneutika Pembebasan Al-Qur’an”, dalam Jurnal Al-AdYaN.Vol.X, N0.1 Januari-Juni,2015. hlm. 96

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
1
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
0
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Andy Rosyidin

Andy Rosyidin adalah alumnus MIN 5 Buleleng,  MTsN Patas,  MA Nurul Jadid Paiton Probolinggo Program Keagamaan angkatan 21(el-fuady)  dan saat ini tengah menempuh S1 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Penulis asal Penyabangan,  Gerokgak, Buleleng, Bali ini adalah mahasiswa yang sering bergelut dengan dunia kepenulisan terutama Essay dan Paper. Saat ini menetap di Ponpes LSQ Ar-Rahmah Bantul Yogyakarta. Bisa dihubungi melalui Email: [email protected] dan No Hp: 081238128430

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals