Kunjungan ke Gereja: Pengamalan Surah al-Hujurat: 13

Perbedaan keyakinan bukan alasan untuk meninggikan keyakinan kita, lalu merendahkan keyakinan orang lain


“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, serta menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal” (QS. al-Hujurat: 13)

Di tengah pergolakan isu agama oleh kepentingan politik praktis yang sudah barang tentu merugikan hubungan harmonis antar agama. Sekitar 17 mahasiswa pascasarjana studi al-Qur’an dan Hadis UIN Sunan Kalijaga berkunjung ke Gereja Jemaat Marga Mulya Yogyakarta pada tanggal 11 April 2019 yang lalu. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pengkajian para mahasiswa bersama dosen pengampu mata kuliah Studi Komparatif al-Qur’an dan Kitab Suci Agama-Agama, Dr. Ahmad Singgih Basuki, M.A. dan Prof. Dr. Phil. Al Makin, S.Ag, M.A.

Adapun tujuan kunjungan ke gereja tersebut adalah untuk memperdalam kesalingtahuan antar beragama, sehingga diharapkan mampu melahirkan sikap kesepahaman antar agama. Hal ini sebagaimana yang menjadi perintah al-Qur’an itu sendiri dalam QS. al-Hujurat: 13 tentang pentingnya bersikap ta’aruf pada perbedaan. Taa’ruf di sini mengandung perintah untuk mengutamakan pemahaman yang mendalam terhadap golongan/kelompok lain, sehingga dapat bersikap bijaksana atas perbedaan yang ada.

Pemahaman atas sikap ta’aruf sebenarnya secara tersirat selalu disampaikan di ruang kelas, Ahmad Singgih selaku dosen pengampu pertama senantiasa menempatkan diskusi antar agama, kitab, dan berbagai doktrin keagamaan, pada pembahasan yang imbang. Sementara Al Makin melalui bukunya “Perbedaan dan Keragaman: Budaya dan Agama dalam Lintas Sejarah Manusia” yang menjadi bacaan wajib para mahasiswa mengantarkan mahasiswanya memahami berbagai perbedaan yang terjadi dalam dunia ini, termasuk di dalamnya adalah perbedaan agama.

Kedatangan para mahasiswa studi Qur’an dan Hadis ke gereja pada dasarnya bukanlah hal yang mengejutkan bagi mereka. Hal ini karena mereka telah bisa membedakan antara persoalan ideologi dan persoalan sosial, antara yang sakral dan yang profan, antara agama dan pemikiran keagamaan, dan seterusnya. Karena itu, ketika pengurus gereja menanyakan tentang apakah keyakinan, sikap ideologi dan sakralitas agama, para mahasiswa terusik atau berkurang ketika menginjakkan kaki memasuki ruang gereja? Para mahasiswa menjawabnya “tidak sama sekali”, mereka menganggap ruangan yang dimasukinya seperti bangunan biasa, sembari menghargai aturan berkunjung, layaknya sebagai tamu.

Gereja Jemaat Marga Muliya yang bertempat di kawasan Malioboro ini telah berdiri sebelum tahun 1830 M. Dalam perkembangannya, kapasitas gedung gereja dianggap sudah tidak mampu lagi menampung jemaat yang terus bertambah. Sehingga melalui rapat Majelis Gereja (1985) diputuskan untuk rehabilitasi gedung gereja.

Sampai saat ini, telah banyak kegiatan antar agama yang dilakukan di gedung gereja tersebut, seperti antar agama Kristen dan Buddha, dan sebagainya. Sehingga kunjungan para mahasiswa berlatar belakang agama Islam ini pula dengan terbuka diterima. Dalam kunjungan mahasiswa pascasarjana ini, Zakarias, pendeta sekaligus pengurus yang menyambut para mahasiswa berkata:

“Ibarat menuju ke sebuah tempat, kendaraan kita boleh berbeda, tetapi tujuan kita sama. Perbedaan keyakinan bukan alasan untuk meninggikan keyakinan kita, lalu merendahkan keyakinan orang lain”

Ungkapan tersebut di atas disampaikan sebagai pengantar diskusi pengurus gereja dan mahasiswa tentang antar agama (Islam-Kristen). Dalam diskusi yang berdurasi sekitar 90 menit tersebut mengupas berbagai aspek keagamaan, mulai sejarah, cara peribadatan, kitab suci, dan seterusnya.

Dari diskusi tersebut berhasil menumbuhkan sikap kedewasaan para mahasiswa tentang keyakinan yang dimilikinya dan keyakinan yang dimiliki orang lain, serta cara menyikapi perbedaan yang lahir atasnya. Paling tidak, sebagai respon atas pergolakan isu agama saat ini, semua agama sepakat bahwa kejahatan atas nama agama (apa pun) adalah hal yang tidak dapat dibenarkan.

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
2
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
2
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
2
Wooow
Keren Keren
1
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals