Menggapai Kebahagiaan

“Kebahagiaan haruslah diperjuangkan, bukan dengan mengeluh, meminta belas kasihan orang lain, atau dengan pasrah kepada nasib.”


islamidia.com

Setiap orang mendambakan kebaikan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang menginginkan kebaikan hidup di dunia, maka dengan ilmu. Siapa yang menginginkan kebaikan hidup di akhirat, maka dengan ilmu. Siapa yang menginginkan kebaikan hidup di dunia dan akhirat, maka dengan ilmu.”

Semua manusia akan binasa, kecuali yang berilmu; semua yang berilmu akan binasa, kecuali yang beramal; semua yang beramal akan binasa kecuali yang ikhlas. Salah satu doa terbaik penuntun untuk menggapai kebahagiaan adalah: Ya Tuhan pemelihara kami, anugerahilah kami segala yang baik di dunia dan segala yang baik di akhirat serta peliharalah kami dari azab neraka. (QS 2:201).

Baca juga: Kosmologi Kebahagiaan (Puisi)

Orang-orang bijak berkata, “Nikmatilah kebahagiaan dari hal-hal yang sederhana.”

“Orang yang tidak merasa bahagia dengan yang sedikit, selamanya tidak akan menemukan kebahagiaan.”

“Kebahagiaan hidup yang sebenarnya adalah hidup dengan rendah hati.”

“Kebahagiaan dirasakan oleh orang-orang yang bisa merasa puas terhadap diri sendiri.”

“Orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri tidak akan mengalami kebahagiaan.”

“Kebahagiaan haruslah diperjuangkan, bukan dengan mengeluh, meminta belas kasihan orang lain, atau dengan pasrah kepada nasib.”

Baca juga: Menebar Doa Menuai Bahagia

“Untuk mencapai kebahagiaan, hiduplah sederhana dan pandai mengatur pengeluaran uang.”

“Kesehatan masyarakat adalah dasar kebahagiaan dan kesanggupan mereka untuk mempertahankan negara.”

“Berbahagialah orang yang menemukan pekerjaan sesuai dengan bakatnya; ia tidak perlu lagi mencari dan mengejar kebahagiaan lain.”

“Kebahagiaan tak mungkin terwujud tanpa dukungan ketabahan.”

“Raja ataupun petani akan merasa bahagia bila mendapat kedamaian dalam rumah tangganya.”

“Keadilan, kebenaran, dan kebebasan, itulah pangkal kebahagiaan.”

“Kebahagiaan adalah keharmonisan apa yang dipikirkan, dikatakan, dan dilakukan.”

“Perkawinan yang bahagia adalah sebuah gedung yang setiap hari harus dibangun kembali.”

“Tanpa cinta, engkau tak akan merasa bahagia.”

“Anjurkanlah kepada anak-anak supaya berkelakuan baik; hanya itulah yang dapat menimbulkan kebahagiaan pada mereka, bukan emas atau harta kekayaan.”

“Jalan menuju kebahagiaan: bebaskan hatimu dari rasa dendam dan rasa takut; hidup sederhana, sedikit berharap, banyak memberi; isilah penuh harapanmu dengan kasih sayang; pancarkanlah cahaya matahari; lupakanlah dirimu sendiri dan ingatlah orang lain; perlakukanlah sesama manusia seperti engkau ingin diperlakukan.”

Rasulullah saw berpesan, “Berbahagialah atas apa yang kaudapat hari ini dan berusahalah serta mohonlah kepada Tuhan Allah swt untuk kebaikan hari esok.” (Nabi Muhammad saw).

Siapa yang bertakwa dilindungi Allah, siapa yang bertawakal dicukupkan kebutuhannya, siapa yang bersyukur ditambah rezekinya, dan siapa yang bersedekah dilipatgandakan balasannya.

Artikel lainnya: Menggapai Bahagia di Hari Raya

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
0
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
0
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Muhammad Chirzin
Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, M.Ag. adalah guru besar Tafsir Al-Qur'an UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Anggota Tim Revisi Terjemah al-Qur'an (Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur'an) Badan Litbang Kementrian Agama RI.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Pojok

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals