Jejak-jejak Hernowo pada Lini Penerbitan Kaifa

Selamat jalan Pak Hernowo, semoga kita berjumpa lagi di serambi Firdaus-Nya.


Hernowo. (Sumber foto: bukoe.com)

Penerbit Kaifa Bandung yang lahir pada akhir tahun 1990-an digawangi oleh tenaga-tenaga terampil dan berpengalaman dari Penerbit Mizan. Salah satu figur yang ikut membidani lahirnya penerbit Kaifa ialah Hernowo. Penerbit Kaifa ingin membantu masyarakat Indonesia dalam mengembangkan potensi diri dalam menghadapi tantangan-tantangan zaman yang semakin canggih dan kompleks.

Salah satu ciri khas buku-buku Kaifa, pada halaman pertama setelah sampul depan selalu dituliskan secara mencolok kalimat penggugah dengan ukuran font yang berbeda-beda pada baris-baris yang mengisi satu halaman penuh sebagai berikut.

ANDA tengah
memasuki wilayah baru.
Anda beruntung membeli buku
ini.
Anda akan
menemukan
hal-hal yang tak terduga.
Bacalah. Pahamilah dan praktikkanlah.
Anda akan menjadi
manusia baru untuk
zaman
yang akan datang.

Pada halaman sebaliknya di sudut bawah dipasang logo Kaifa disertai pernyataan: Kaifa ingin mengajak Anda memasuki millennium baru dengan pengetahuan baru yang khas, praktis, dan memandu, sehingga Anda menjadi manusia prigel dalam olah fisik dan nonfisik. Di bawah  judul buku pada halaman dalam dipasang logo Kaifa disertai slogan Melejitkan Potensi Diri.

Penerbit Kaifa menjanjikan buku-buku yang akan disajikan insyaallah dapat dijangkau siapa saja, karena sebagian besar corak materinya berupa buku panduan atau bimbingan praktis. Demikian bagian awal pengantar penerbit yang ditulis oleh Hernowo di Bandung, Januari 1999 berjudul Sebuah “Bom” yang siap meledak, pada edisi perdana penerbitan Kaifa dalam buku yang sangat dahsyat karya Bobbi DePorter dan Mike Hernacki, Quantum Lerning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan (Bandung: Kaifa, Februari 1999).

Quantum Learning adalah metode. Catatan pengantar Hernowo lebih lanjut, inilah kekuatan yang disimpan buku itu yang siap meledak. Bagaimana menemukan metode “belajar” yang tepat, efektif, dan menghasilkan semacam kemampuan-diri yang berlipat-lipat adalah sesuatu yang pantas diacungi jempol untuk upaya yang tak kenal lelah seorang ibu (yang kini telah jadi jutawan) yang pengalamannya bisa kita baca lewat buku itu.

Pembaca diajak untuk lebih menganali dan merasakan betapa membaca dan menulis itu amat penting bagi peningkatan kemampuan diri. Dengan cara yang menarik dan santai penulis mengajak kita untuk memperbaiki cara kita membaca dan menulis. Pesan DePorter, “Bacalah buku ini dengan pikiran yang terbuka. Kesampingkanlah gagasan Anda tentang bagaimana seharusnya penampilan buku dan apa yang seharusnya disampaikan. Tundalah penilaian tentang berapa banyak dan berapa lama Anda dapat belajar. Kejutkanlah diri Anda dengan kemampuan Anda sendiri, dan gembiralah pada setiap langkahnya.”

Pengantar penerbit Kaifa berikutnya ditulis Hernowo di Bandung akhir September 2000 untuk buku Gordon Dryden dan Jeannette Vos, Revolusi Cara Belajar: Belajar Akan Efektif Kalau Ana dalam Keadaan “Fun” Bagian I: Keajaiban Pikiran (Bandung: Kaifa, Oktober 2000), dan akhir Oktober 2000 untuk buku penulis dengan judul yang sama Bagian II: Sekolah Masa Depan (Bandung: Kaifa, November 2000).

Menulis pengantar penerbit pada bagian II Hernowo mengutip pernyataan dalam buku itu, “Vos mendapati Sekolah Emerald (di Distrik Cajon Valley Union School wilayah San Diego) begitu menyedihkan, hingga dia tidak mengizinkan putri keduanya bersekolah di sana. Akan tetapi, kini, Sekolah Emerald adalah sebuah model nasional.” “Sekolah Emerald telah mengembangkan dua konsep yang sekarang dipergunakan oleh berbagai sekolah: Catatan Kurikulum Guru Emerald Way dan program Powerful Leaners yang mendorong tercapainya tujuan akademis dan perilaku yabg cermat melalui berbagai program pembentukan akhlak.” Semua ini terhimpun di sebuah sekolah yang 74 persen pelajarnya berasal dari keluarga miskin dan berbagai macam keluarga yang berbicara dalam 20 bahasa.

Hernowo menambahkan bahwa buku Revolusi Cara Belajar ini dipecah menjadi dua bagian. Di awal bab Bagian II itu menyebutkan, “Kebanyakan sistem pendidikan saat ini diprogram untuk gagal.” Nah, wujud sekolah di masa depan yang tidak diprogram untuk gagal benar-benar disajikan secara menarik di lembar-lembar halaman Bagian II.

Pada buku Kaifa karya Mary Leonhardt, 99 Cara Menjadikan Anak Anda Bergairah Menulis (Bandung: Kaifa, Oktober 2001), Hernowo menulis kata pengantar penerbit di Bandung pada akhir Juli 2001 antara lain sebagai berikut.

“Sungguh, buku-buku karya Mary Leonhardt sangat enak dibaca. Tidak saja kemasan bahasanya mudah dicerna, tetapi cara Mary menyusun gagasannya pun indah sekali. Ada semangat menggebu di dalam tulisan-tulisannya. Ada semacam gairah yang menyala-nyala di dalam mengutarakan pengalamannya. Dan ada sesuatu yang “menggerakkan” di dalam pesan-pesannya.”

Masih mengutip tulisan Hernowo, “Begitu membaca anjurannya, saya seolah-olah langsung didorong untuk mempraktikkannya. Dan begitu saya selesai mempraktikkan anjuran, nasihat, atau “kiat-kiat” dari Mary, di dalam diri saya ada sesuatu yang berubah. Selain tercerahkan, saya memperoleh “kemampuan” baru. Mary mengajak kita untuk “tergila-gila” dan “bergairah” membaca buku dan menuliskan sesuatu!”

“Rasa suka terhadap suatu kegiatan merupakan prasyarat untuk keberhasilan di bidang apa pun. Demikian pula halnya dengan menulis,” demikian Mary mengawali tulisannya dalam buku itu. Mary senantiasa mengajak para pembaca untuk membiasakan membaca buku dan menuliskan sesuatu lewat pendekatan cinta!

Ada pepatah Jawa yang senantiasa terus “menggoda” saya hingga kini, “Witing tresno jalaran soko kulino”. Lantaran kita terbiasa melakukannyalah kemudian muncul apa yang dinamakan cinta (menyukai sesuatu). Atau dalam makna yang lain, pepatah itu bisa diartikan demikian: Muncul atau awalnya cinta itu berasal dari hal-hal yang dilakukan secara berkali-kali. Memang, Mary tak persis mengatakan bahwa pendekatannya adalah pendekatan cinta.

Mary kadang-kadang menggunakan kata “gemar”, “suka”, dan semacamnya. Pokoknya kalau Anda sudah mulai masuk ke wilayah “menggemari” atau “menyukai” suatu aktivitas, insyaallah, kesuksesan menempuh aktivitas yang digemari itu akan Anda raih. Ketika membaca buku Mary itu saya menemukan suatu pengalaman Mary yang menurut saya sungguh indah: “Membaca dan menulis, tak pelak lagi, saling berkaitan.”

Demikian di antara jejak-jejak Pak Hernowo dalam buku-buku terbitan Kaifa yang sangat inspiratif dan mencerahkan. Selamat jalan Pak Hernowo, semoga kita berjumpa lagi di serambi Firdaus-Nya.

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
3
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
0
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
2
Keren
Terkejut Terkejut
2
Terkejut
Muhammad Chirzin
Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, M.Ag. adalah guru besar Tafsir Al-Qur'an UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Anggota Tim Revisi Terjemah al-Qur'an (Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur'an) Badan Litbang Kementrian Agama RI.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals