Isu Modern dalam Tafsir al-Azhar

Kompleksitas realita saat ini melahirkan berbagai permasalahan yang harus dijawab oleh para penafsir


tafsir-modern
Sumber gambar: tafsiralquran.id

Dinamika kontekstualisasi penafsiran al-Quran adalah produk pemikiran keagamaan yang berbeda di setiap zamannya. Suatu fenomena yang disebabkan oleh keterlibatan antara teks al-Quran dan konteks penafsirnya. Kebutuhan tafsir periode klasik tentu berbeda dengan kebutuhan tafsir periode pertengahan, sama halnya dengan kebutuhan tafsir modern-kontemporer dewasa ini.

Dalam hal ini dapat diambil pengertian bahwa tafsir tidak muncul dari ruang hampa, akan tetapi, sebaliknya, suatu produk tafsir meniscayakan korelasi, koherensi antara teks, konteks dan pembaca. Tanpa memperhatikan tiga unsur tersebut seseorang mungkin gagal untuk menghargai peran al-Qur’an dan dampaknya terhadap kehidupan Muslim.

Baca Juga: Mengenal Tafsir Al-Bayaan, Tafsir Kedua Karya Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy

Kompleksitas realita saat ini melahirkan berbagai permasalahan yang harus dijawab oleh para penafsir, sekaligus mendorongnya menguasai lebih detail wacana modern-kontemporer dan beberapa isu global, seperti: pluralisme dan keberagaman, hubungan antar-agama, krisis ekonomi dan pangan, pemanasan global dan kerusakan alam, dan lain sebagainya. hal ini menuntut concern terhadap studi interpretasi yang dikembangkan menggunakan metodologi ilmu-ilmu sosial-humaniora. Dalam upaya mendetailkan diskursus teks keagamaan dengan wacana sosial yang terus berkembang.

Tafsir al-Azhar adalah salah satu tafsir yang dapat dikategorikan dalam tafsir modern, yang ditulis oleh penulis Indonesia Haji Abdul Malik Karim Amrullah, yang dikenal dengan nama pena Hamka (wafat 1981). Tafsir ini dapat dilihat sebagai cerminan atas konteks sosial, budaya dan politik ke-Indonesiaan pada masanya. Sumber rujukan tafsir ini sangat beragam, baik dari periode klasik hingga modern, namun pengaruh yang lebih dominan nampak dari Tafsir al-Manar karya Muhammad Rashid Rida.

Pada konteks saat ini tafsir al-Azhar menjadi tafsir yang paling berpengaruh di dunia Melayu-Indonesisa. Hal ini dikarenakan isi tafsirnya yang serasi dengan permasalahan atau peristiwa di Indonesia pada abad ke-20 M. dalam kesempatan yang lain, tafsir al-Azhar tidak sekadar menafsirkan ayat-ayat al-Quran akan tetapi secara bersamaan menjelaskan masalah sosial dan aspek lokal yang terjadi. Tentu pendekatan yang diaplikasikan adalah hermeneutika yang menjanjikan terhadap fleksibilitas dalam menyeragamkan teks al-Quran dengan tradisi.

Baca Juga: Pendekatan dan Analisis dalam Penelitian Al-Qur’an dan Ilmu Tafsir

Sejalan dengan paradigma tafsir kontemporer, yakni mengkontekstualisasikan makna ayat tertentu dengan mengambil prinsip-prinsip dan ide universalnya. Dalam tafsir al-Azhar secara detail mengusung beberapa dimensi kontekstual, di antaranya: pemikiran ulang dan interpretasi ulang, kebebasan berpikir—dalam hal ini asumsi dasarnya adalah “agama yang sempurna adalah agama yang mengakui hakikat perkembangan manusia dan tidak membatasinya. Perlu diketahui bahwa yang menyebabkan pemikiran manusia mandek adalah ketika hasil pemikiran manusia tidak lagi dipikirkan dan dikaji ulang secara kritis,”—Ijtihad Muslim, dan kritik internal umat Islam dalam masalah perbuatan yang menyekutukan Allah Swt.

Upayanya dalam mereformasi kehidupan keagamaan masyarakat salah satunya dengan menjadikan fenomena lokal sebebagai pembahasan dalam tafsirnya, seperti yang dikenal dengan istilah ‘KTP Islam’. KTP merupakan tanda bukti kewarganegaan yang di dalamnya memuat identitas seseorang termasuk agama yang dianutnya. Istilah ini digunakan untuk ‘keseharian seorang Muslim yang tidak taat dan menjalankan perintah agama’. Fenomena kemasyarakatan ini dimuat dalam tafsir al-Azhar sebagaimana penjelasan yang termuat di dalamnya:

“bahwa seseorang dapat menyebut dirinya seorang Muslim, lahir dari keluarga Muslim, tinggal di negara Muslim, tetapi identifikasi itu tidak berpengaruh jika hati dan kecerdasannya tidak dimurnikan dari noda pengaruh lain daripada Tuhan, dan jika penyerahannya kepada gurunya daripada kepada Tuhan; dia membabi buta mengikuti (taqlīd) gurunya.” 

Keterangan dapat dilihat di artikel Mun’im Sirry dengan judul What’s Modern about Modern Tafsir dalam buku kolektif yang berjudul The Qurʾān in the Malay–Indonesian World Context and Interpretation.

Kesimpulan yang didapat adalah bahwa tafsir modern dapat dikatakan sebagai model baru dalam penafsiran al-Quran. Dalam hal ini mengusung metodologi ilmu sosial-humaniora yang berkembang, seperti: hermeneutika, sosiologi, sejarah, antropologi, fenomeologi dan lain sebagianya. Selain daripada itu tafsir al-Azhar juga memuat dialog masa lalu dengan masa kini, hal itu memberikan ruang terbuka bagi lahirnya makna baru atau tafsir realis. Seiring dengan tafsir modern sebagai tafsir yang memuat kemungkinan perkembangan wacana, tafsir ini lengkap dengan argumentasi secara historis dan diwujudkan dalam sosial. Tafsir al-Azhar menjanjikan penjelasan yang kontekstual baik digunakan dalam upaya memahami teks al-Quran dalam ruang lingkup sosial maupun bagi kalangan akademisi.

Editor: Ainu Rizqi
_ _ _ _ _ _ _ _ _
Catatan: Tulisan ini murni opini penulis, redaksi tidak bertanggung jawab terhadap konten dan gagasan. Saran dan kritik silakan hubungi [email protected]

Jangan lupa berikan reaksi dan komentar Anda di kolom komentar di bawah ya! Selain apresiasi kepada penulis, komentar dan reaksi Anda juga menjadi semangat bagi Tim Redaksi 🙂

Silakan bagi (share) ke media sosial Anda, jika Anda setuju artikel ini bermanfaat!

Jika Anda ingin menerbitkan tulisan di Artikula.id, silakan kirim naskah Anda dengan bergabung menjadi anggota di Artikula.id. Baca panduannya di sini! 

Untuk mendapatkan info dan artikel terbaru setiap hari Anda bisa juga mengikuti Fanpage Facebook Artikula.id di sini!

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
1
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
0
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Dirasah

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals