Berdoa dengan Hamdalah

Hakikat dari doa adalah untuk berdzikir dan meminta kepada-Nya. Namun, bolehkah kita mengubah doa-doa kita hanya dengan menggunakan kalimat hamdalah?


Doa adalah suatu bentuk ibadah yang sering dilakukan oleh hamba untuk memohonkan permintaan kepada Tuhannya, yang secara umum tidak terdapat batasan waktu tertentu untuk memanjatkan doa, walaupun ada waktu-waktu tertentu untuk pembacaan doa-doa tertentu pula.

Hakikat dari doa adalah untuk berdzikir dan meminta kepada-Nya. Namun, bolehkah kita mengubah doa-doa kita hanya dengan menggunakan kalimat hamdalah? Seperti dalam hadits Rasulullah SAW, dari Jabir bin Abdillah RA, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ اِلَّا الله وَأَفْضَلَ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلَّه

“Dzikir yang paling utama adalah Laa ilaha illallaah dan doa yang paling utama adalah Alhamdulillah” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dalam Sunan At-Tirmidzi (No. 3383), Sunan Ibni Majah (No. 380), dan dinilai hasan  oleh Al-‘Allamah Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ (No. 1104))

Alhamdulillah atau kalimat Hamdalah menunjukkan pujian bagi Allah SWT dalam segala urusan yang telah diatur-Nya sejak awal penciptaan sampai kelak hari akhir. Terdapat 40 kalimat hamdalah dalam al-Qur’an yang semua itu dimaksudkan untuk memberitahukan keagungan dan kebesaran Allah kepada hamba-hamba-Nya. Selain itu, kalimat hamdalah yang berasal dari kata al-hamid juga merupakan salah satu asma’ul husna dimana dalam al-Qur’an terdapat 15 kata al-hamid. Sehingga kalimat hamdalah ini meliputi pujian atas nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, anugerah-Nya, ketentuan hukum-hukum-Nya, dan yang menjadi puncak atas segala sesuatu berkaitan dengan-Nya.

Kalimat hamdalah dijadikan doa yang paling utama oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk pengharapan hamba yang penuh kecintaan serta kerinduan terhadap Tuhannya. Hal tersebut seirama dengan anjuran ayat yang telah tertulis dalam al-Qur’an surah Yunus ayat 10:

٠٠٠وَءَاخِرُ دَعْوَىٰىهُمْ أَنِ الْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ (۱۰)

“… dan penutup doa mereka ialah: Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin”. (QS. Yunus: 10)

Kata al-hamid yang menjadi asal muasal kalimat hamdalah mengandung pahala yang sangat besar apabila diucapkan oleh manusia, yang mana besar pahalanya secara pasti hanya diketahui oleh Allah SWT. Orang yang terbiasa mengucapkan kalimat hamdalah akan mendapatkan kedudukan yang tinggi di hari akhir nanti. Meskipun Allah SWT tidak membutuhkan syukur dari hamba-Nya, namun Allah SWT sangat menyukai pujian dan cinta dari hamba-Nya sampai hamba tersebut ikut dicintai oleh Allah SWT. Hadits berikut menyebutkan kegunaan dari kalimat hamdalah, dari Abu Malik Al-Asy’ari RA, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda:

الطُّهُوْرُ شَطْرُ اْلاِيْمَانِ، وَالْحَمْدُلِلّٰهِ تَمْلَأُ الْمِيْزَانَ…

“Kesucian adalah setengah iman. Alhamdulillah memenuhi timbangan …”(Shahih Muslim No. 223)

Disamping sebagai pujian kepada Allah, kalimat hamdalah juga sering digunakan sebagai bentuk pengungkapan syukur secara lisan atas nikmat dan rahmat dari Allah SWT. Apabila seorang hamba bersyukur, maka Allah akan menambahkan nikmat lagi kepadanya.

وَإِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ إنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ (٧)

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim: 7)

Dalil tersebut bersinonim seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunya dari Ali bin Abi Thalib RA bahwa ia pernah berkata kepada seorang lelaki dari Hamadzan: “Sesungguhnya nikmat Allah itu disambung dengan syukur dan syukur berhubungan erat dengan bertambahnya nikmat. Keduanya selalu seiring dan sejalan. Maka tambahan nikmat dari Allah tidak akan berhenti sampai manusia berhenti bersyukur.”

Dari penjelasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa berdoa boleh menggunakan hamdalah. Banyak keuntungan yang bisa didapatkan apabila berdoa dengan mengucapkan kalimat hamdalah. Kalimat hamdalah sering diungkapkan ketika seorang hamba bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah kepadanya. Dalam posisi syukur, seorang hamba akan mampu memahami lebih baik segala kondisi dalam hidupnya. Disamping itu, berdoa dengan kalimat hamdalah dapat bernilai sebagai dzikir kepada Allah.

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
2
Cakep
Kesal Kesal
1
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
1
Tidak Suka
Suka Suka
4
Suka
Ngakak Ngakak
1
Ngakak
Wooow Wooow
1
Wooow
Keren Keren
2
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Anafya Sa

Warrior

Fiana Shohibatussholihah lahir di Surabaya pada tanggal 01 Februari 1998. Saat ini, penulis sedang menempuh pendidikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan program studi Pendidikan Agama Islam semester 5. Ia alumni SMA Negeri 1 Tuban dan SMP Negeri Tuban. Sejak SMP ia aktif dalam organisasi Rohani Islam sampai lulus SMA. Hobinya adalah menulis apapun yang diminati. Belakangan ini, ia membuka fanspage Embun Sufi untuk menyalurkan hobinya itu.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals