Hakikat Jamaliah Wanita Yang Sesungguhnya

Terkadang kebanyakan wanita hanya sibuk mempercantik diri sampai lupa bahwa ia juga punya hati yang sejatinya harus lebih di percantik


Tak bisa di pungkiri bahwa setiap lelaki mendambakan wanita yang indah parasnya dan setiap lelaki kebanyakan melihat wanita dari kecantikan rupanya. Dalam KBBI kata cantik berarti (tentang wajah, muka perempuan, indah dalam bentuk) dengan kata lain yaitu tentang apa yang terlihat nyata oleh mata kepala pada wajah seorang wanita.

Namun kecantikan pada hakikatnya tidak melulu dikaitkan dengan wajah seorang wanita sebab kecantikan itu banyak macamnya tergantung dari sisi mana seseorang melihatnya, disini setidaknya ada beberapa type orang yang mendefinisikan kecantikan menurut versinya masing-masing

Pertama ada yang mengatakan kecantikan itu adalah keindahan paras pada seorang wanita,

Kedua wanita yang berperilaku lemah lembut  dan sopan dalam bertutur kata maka ia juga juga bisa dikatakan cantik

Ketiga wanita yang baik dan tulus hatinya atau biasa di istilahkan dengan inner beauty juga masuk dalam kategori cantik.

Keempat wanita yang pandai merawat penampilannya serta merias wajahnya dan bahkan ada yang di tambahkan pada dirinya demi terlihat menarik sehingga melakukan operasi plastik dimana sudah sangat mara dilakukan. Dan lain sebagainya.

Akan tetapi dibalik itu semua sebenarnya kata “cantik” dalam pandangan laki-laki relatif, ada pria yang mengatakan perempuan cantik jika badannya kurus sebab ia akan terlihat seksi, dan sebaliknya ada yang lebih suka jika wanita badannya gemuk, lagi-lagi terkait selera apa yang ada dalam pandangan kita belum tentu sama dalam pandangan orang lain karena masing-masing memiliki ukuran dalam menilai kecantikan wanita.

Dan sejatinya sebagaimana hadis nabi yang familiar sering kita dengarkan bahwa “Allah itu maha indah dan mencintai keindahan” bisa penulis katakan bahwa kecantikan belum tentu mewakili keindahan sedangkan keindahan sudah mencakup aspek kecantikan didalamnya.

Quraish Shihab dalam salah satu karyanya yang berjudul “perempuan” mengatakan

“agama Islam menganjurkan untuk memadukan keindahan antara keindahan fisik/jasmani dengan keindahan rohani/hati. Tuntunannya di samping berkaitan dengan inner beauty, yaitu keindahan yang terpancar dari dalam diri seseorang, juga keindahan dari luar”. (Quraish Shihab,2018).

Lalu jika dikaitkan dengan masalah jodoh dan menginginkan agar berakhir dengan ikatan suci melalui pernikahan maka kecantikan seperti apa yang di harapkan seorang lelaki dalam memilih tambatan hati atau pasangan hidup (baca:Istri) lagi-lagi hal tersebut kembali kepada individu masing-masing akan tetapi kita bisa merujuk sesuai dengan tuntunan Islam dan yang telah di jelaskan nabi melalui sabdanya;

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاك

Artinya : dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung.” (HR. Bukhari No. 4700)

Dari hadis diatas kriteria yang ideal sesuai sabda nabi ketika ingin menikahi wanita maka yang –pertama karena hartanya, jadi bukanlah kesalahan jika seorang lelaki mencari wanita yang memiliki banyak harta, karena nabi sendiri yang menganjurkan.

Tetapi perlu di ingat bahwa jika wanita tersebut menyombongkan diri dengan harta yang dimilikinya serta berbangga sehingga merasa dia lebih dari orang lain maka harus di hindari, jangan sampai ia bisa berlaku seenaknya terhadap sang suami.

Ke –dua karena keturunannya, perlu bagi seorang lelaki untuk mencari tahu tentang seluk beluk dari keluarganya, apakah keluarganya taat beribadah atau gemar melakukan maksiat, sebab akan berimplikasi kepada keturunan mereka nantinya, dan jangan sampai ia lahir akibat dari perzinahan, itulah mengapa sangat perlu untuk berhati-hati

Ke –tiga nabi juga menganjurkan menikahi wanita karena parasnya, namun lagi-lagi perlu di sadari jangan sampai ia hanya menyombongkan kecantikannya sehingga merendahkan orang lain dan apalagi sampai merasa bahwa hanya dirinya yang paling sempurna maka hati-hati dengan wanita seperti itu

Ke –empat bisa dikatakan bagian yang paling pokok, meskipun dari pemaparan nomor satu,dua,tiga, telah terpenuhi namun jika nomor empat tidak ada dalam dirinya maka hanya akan menimbulkan ke sia-siaan, jika di analogikan dalam perkara sholat, bahwa kendatipun ia rajin bersedekah,baik kepada orang-orang,peduli terhadap sesama.

Jika ia tidak melakukan kewajibannya sebagai hamba Allah yaitu tidak melakukan sholat maka tetap saja tidak bernilai apa-apa melainkan hanya sebatas kehidupan duniawi semata padahal pada hakikatnya manusia akan menuju di kehidupan yang sesunggunya (baca: akhirat)

Maka jika dihadapkan pada pilihan tersebut dimana wanita tersebut memiliki banyak harta,berasal dari keturunan yang baik, paras yang cantik namun tidak taat pada agama, maka lebih baik ditinggalkan jika tidak bisa di nasehati.

Sedangkan jika wanita tersebut secara materi sangat sederhana,tapi dari keluarga yang baik-baik, dan juga secara fisik biasa saja, akan tetapi taat dan patuh terhadap agama.

Maka sejatinya dialah yang lebih layak sebab jika paham dan mematuhi ajaran agama, tentu akan lebih memahami pasangannya dan akan selalu mengingatkan dalam kebaikan dan akan berlanjut di kehidupan yang sesungguhnya, dengan menggapai ridha-Nya, sampai ke surga kelak nanti,

Dan akan lebih paripurna lagi jika semua komponen yang disebutkan nabi terpenuhi secara keseluruhan mungkin bisa dikatakan pasangan yang paling bahagia.

Kembali lagi setiap manusia mempunyai kriteria masing-masing dan lagi-lagi kecantikan relatif pribadi masing-masing, seorang laki-laki yang melihat wanita dengan hawa nafsunya maka ia mengukur kecantikan wanita dari body dan ke elokan wajahnya.

Ketika laki-laki melihat wanita karena ingin menjalankan perintah Allah dan mengikuti sunnah Rasul maka ia akan senantiasa berbaik sangka terhadap jodohnya karena ciptaan Allah tidak ada yang buruk dan tidak ada yang jelek yang ada hanyalah orang-orang yang tidak mau bersyukur atas ciptaan-Nya, juga harus intropeksi diri bahwa nothing perfect in the world dan masing-masing punya kekurangan. Pada hakikatnya agama tetap menjadi pilar yang harus diutamakan dari yang lain.

Dan pada akhirnya;

Paras yang kau banggakan saat ini belum tentu membuatmu lebih mulia,

Mengapa? Sebab seseorang tidak dipandang dari parasnya semata melainkan akhlaknya,

Bahkan seorang insan yang sederhana tetapi memiliki kerendahan hati ia akan lebih mulia

Dari pada seorang yang membanggakan kelebihan yang dimilikinya”.

 

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
8
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
0
Keren
Terkejut Terkejut
1
Terkejut
Saipul Hamzah

Saipul Hamzah saat ini sedang menempuh pendidikan S1 di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Lahir di Makassar Sulawesi Selatan, alumni Pondok Pesantren Annahdlah Makassar. Email aktif [email protected]

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals