Pembekalan Pra-Nikah

"Suami istri bagaikan dua sayap seekor burung. Bila kedua sayap kuat, ia dapat terbang tinggi ke angkasa, bila keduanya lemah, maka tak dapat beranjak ke mana-mana."


wajibbaca.com

Pernikahan adalah peristiwa sakral antara kelahiran dan kematian. Islam menjunjung tinggi lembaga pernikahan berdasarkan panduan Allah dalam Al-Quran dan panduan Nabi dalam sunahnya. Pintu masuk Islam ialah Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah ~ Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah (syahadat Allah dan syahadat Rasul).

Pedoman hidup mukmin adalah Al-Quran dan Sunah Nabi Muhammad saw, sebagaimana disabdakan Rasulullah saw, “Aku tinggalkan padamu dua hal; kamu sekali-kali tak akan tersesat selamanya, jika berpegang teguh dengan keduanya: Kitab Allah dan sunahku.” Membangun rumah tangga juga berdasarkan teladan Nabi saw. “Menikah adalah sunahku. Siapa yang tidak suka dengan sunahku ia bukan umatku.”

Allah swt berfirman dalam Al -Quran (ditulis artinya). “Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu Yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu dan menciptakan darinya pasangannya. Dia memperkembangbiakkan dari keduanya laki-laki yang banyak dan perempuan. Bertakwalah kepada Allahyang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan memelihara hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah Maha Mengawasi kamu.” (QS An-Nisa`/4:1).

Dalam ayat yang lain Allah swt berfirman, “Di antara tanda-tanda kebesaran-Nya adalah bahwa Dia telah menciptakan leluhur kamu (Nabi Adam) dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu menjadi manusia yang bertebaran. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah bahwa Dia telah menciptakan untuk kamu pasangan hidupmu dari jenismu sendiri supaya kamu tenang kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu mawaddah (cinta, jimak) dan rahmah (kasih saying, anak). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti kebesaran dan kekuasaan Allah. Bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar-Rum/30:20-21).

Hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah (‘ibadurrahman) berdoa untuk pasangan hidup dan anak keterunannya, “Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yun waj’alna lil-muttaqina imama ~ Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami dari pasangan dan keturunan kami penyejuk mata serta jadikanlah kami teladan bagi orang-orang bertakwa.” (QS Al-Furqan/25:74).

Nabi Zakaria berdoa kepada Tuhannya, “Rabbi habli min ladunka dzurriyyatan thayyibah innaka sami’uddu’a` ~ Tuhan, anugerahilah aku dari hadirat-Mu keturunan yang baik. Sungguh, Engkau Maha Mendengar doa.” (QS Ali Imran/3:38).

Nabi Ibrahim pun berdoa, “Rabbi habli minash-shalihin ~ Tuhan, anugerahkanlah kepadaku anak yang termasuk orang-orang saleh.” (QS Ash-Shaffat/37:100); “Tuhan, jadikanlah aku dan keturunanku orang-orang yang melaksanakan shalat berkesinambungan. Tuhan, perkenankanlah doaku. Tuhan, ampunilah aku, kedua ibu-bapakku, dan sekalian orang-orang mukmin pada Hari Perhitungan.” (QS Ibrahim/14:40-41).

Para ulul albab (orang-orang cerdas) berdoa, “Tuhan, janganlah Engkau jadikan hati kami berpaling sesudah Engkau anugerahkan petunjuk kepada kami dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari hadirat-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi anugerah.” (QS Ali Imran/3:8).

Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang menginginkan kebaikan hidup di dunia, maka dengan ilmu. Siapa yang menginginkan kebaikan hidup di akhirat, maka dengan ilmu. Siapa yang menginginkan kebaikan hidup di dunia dan akhirat, maka dengan ilmu.”

Rasulullah saw bersabda, “Hati manusia memiliki kesatuannya; yang saling mengenal akan menyatu dan yang berseteru akan berpisah.” “Siapa yang memandang istrinya dengan pandangan kasih, dan istrinya juga memandangnya demikian, maka Allah swt akan memandang mereka berdua dengan pandangan rahmat.” “Wahai manusia, kalian mempunyai hak atas istri-istri kalian dan istri-istri kalian mempunyai hak atas kalian. Perlakukanlah istri-istri kalian dengan cinta dan kasih sayang; karena kalian telah mengambil mereka dengan amanat Allah.” (Rasulullah saw).

Dengan perkawinan Allah swt memperkokoh tali kekerabatan dan mewariskan cita-cita mulia orangtua kepada anak cucu hingga akhir zaman. Suami istri bagaikan dua sayap seekor burung. Bila kedua sayap kuat, ia dapat terbang tinggi ke angkasa, bila keduanya lemah, maka tak dapat beranjak ke mana-mana. Lembu pun menyamakan langkah ketika membajak tanah di sawah.

Rumah tangga bagaikan surga
Bila suami istri suka sekata.

Suami istri cinta agama
Perkawinan mereka akan sentosa.

Suami istri suka mengaji
Silang sengketa sukar terjadi.

Suami istri suka belajar
Silang sengketa akan terhindar.

“Perkawinan yang bahagia adalah sebuah gedung yang setiap hari harus dibangun kembali.”
“Tanpa cinta, engkau tak akan merasa bahagia.”
“Nikmatilah kebahagiaan dari hal-hal yang sederhana.”
“Kebahagiaan tak mungkin terwujud tanpa dukungan ketabahan.”
“Raja ataupun petani akan bahagia bila mendapat kedamaian dalam rumah tangganya.”
“Kebahagiaan adalah keharmonisan apa yang dipikirkan, dikatakan, dan dilakukan.”

“Jalan menuju kebahagiaan: bebaskan hatimu dari rasa dendam dan rasa takut; hidup sederhana, sedikit berharap, banyak memberi; isilah penuh harapanmu dengan kasih sayang; pancarkanlah cahaya; lupakanlah dirimu sendiri dan ingatlah orang lain; perlakukanlah sesama manusia seperti engkau ingin diperlakukan.”

“Berbahagialah atas apa yang kaudapat hari ini dan berusahalah serta mohonlah kepada Allah swt untuk kebaikan hari esok.” (Nabi Muhammad saw).

Siapa yang bertakwa dilindungi Allah, siapa yang bertawakal dicukupkan kebutuhannya, dan siapa yang bersyukur ditambah rezekinya.[]

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
4
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
7
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
5
Wooow
Keren Keren
4
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Muhammad Chirzin

Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, M.Ag. Guru Besar Tafsir Alquran UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Anggota tim penyusun Tafsir Tematik Litbang Kemenag RI dan tim penyusun draft revisi Alquran dan Terjemahnya Tim Kemenag RI 2017. Telah menulis lebih dari 50 buku tentang Alquran.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Kajian

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals