Prodeo Ibadah yang Mahal
Apakah jika manusia beribadah
Maka ia menjadi hamba
Meski kesombongannya meruah-ruah
Melepas diri dari keluasan cinta
Sedangkan kedalamannya tak pernah ia selami
Tuhan ‘tidak berkutik’ pada dirinya
Sedangkan Dia berkuasa
Tuhan ‘membiarkan’ kehendaknya
Sedangkan Dia menguji
Maka alamat tak lagi terbaca
Sedangkan kesesatan jalan adalah pasti
Maka jalan lurus dan halus tiada guna
Sedangkan alamat tak terbaca, lagi
Di atas rindu Tuhan menitip pesan
Penghambaan dan cinta kasih
Pada apa saja
Tak terbatas
Selain pengingkaran
Sementara ibadah tanpa penghambaan
Adalah hati yang ingkar
***
Selagi Kau Belum Dewasa
Diantarkan jalan sunyi
Angin terduduk di simpang kegelapan
Mengayuhkan kakinya pada
Ratapan cahaya
Yang mengaduh pada
Lampu-lampu
Kesakitannya tersayat
Tirakat manusia remang-remang
Kekeh gagak yang kokoh di atas
Galah loteng
Menghardik
Mayat-mayat tak terkubur
Menggarami luka sang cahaya
Sementara salep yang dioleskan
Renyai hujan
Tak membuatnya reda
Semakin meradang
Tirakat sembah
Nikmatan tubuh
Dimalamkan hujan menggerus rembulan
Pahamilah mereka selagi kau belum dewasa!
***
Nama Lain Kesenangan
Selagi masih
Duka ini menebar
Pada luka kesenangan
Nabawi yang tersirat
Di hamparan sajadah
Terasa menusuk, dikakian dan pejidatan
Maka berilah nama lain
Kesenangan itu
Ialah dosa
Lalu sajadah itu
Seraya menusuk lebih
Ke ulu dan kerenyit
Di dadamu
Akan bergetar sengit
Pada kaki dan jidatmu
Tak mampu lagi tersujud
Akan hanya menghunus dirimu
Terkapar dalam tangisan
Dan akhir, menghapus keberadaan
Lamongan, 30 April 2019




0 Comments