Aku tahu!

Kau mainkan peran yang sungguh menipu. Tawamu bagaikan olokan tersembunyi. Tangismu bagaikan empati tiada arti.


gambar: udruzenjesofia.wordpress.com

Aku masih diriku, bukan yang lain.
Aku masih dengan akalku, yang mampu memisah yang tidak dan yang baik.
Aku masih dengan jiwaku, yang terus merongrong untuk menjadi bebas.
Aku masih dengan nafsuku, yang dengan kemunafikanya mampu menjadikanku layaknya hewan buas.
Aku masih dengan tawaku, tergelak tak ada malu.
Aku masih dengan amarahku, membuncah bak api berwarna biru.

Aku tahu dirimu, aku tahu.

Kau masih dengan jiwamu, aku tahu.
Kau masih dengan akalmu, aku pun tahu.
Kau masih dengan tawamu, entahlah.
Kau masih dengan tangismu, entahlah.

Karena yang entahlah, disitulah aku tak tahu.
Kau tak bersama dengan tawa dan tangismu.
Kau mainkan peran yang sungguh menipu.

Tawamu bagaikan olokan yang tersembunyi.
Tangismu bagaikan empati yang tiada arti.
Kau sembunyikan dirimu, kau mainkan permainan topengmu.
Menarik semua perhatian seakan kau yang paling menarik.
Menjadi lembut agar terlihat paling cantik.

 

 

Rindu Merindu

Aku masih disini, dengan wujud jiwaku sendiri.
Menopang tangan di kusen jendela, menatap senja dengan riuh jingganya.

Ku kabarkan senja bahwa aku masih menunggu kabarmu yang entah tak tahu ceritanya.
Sudut-sudut ruangan mulai terasa hampa, seolah-olah mengabarkan bahwa dirimu masih disana nan jauh dimata, tak tersentuh pun nyata.

Aku masih disini dalam wujud rinduku, dan kau masih sama dalam wujud nyata dirimu; yang entah aku pun tak tahu tentang kepastianya.

Kukabarkan malam, kuberitakan bintang. Aku masih disini dengan segudang pertanyaan tentang wujud dirimu yang masih diambang tanya “siapakah gerangan?”.
Kuhaturkan bulan tentang rindu yang tak bertuan.

Gundah gelisah, tak terpejam nyenyak.
Bulan tertawa dengan lantangnya “Ha Ha Ha”,  sinarnya menyala-nyala menertawakan terang-terangan.

 

_ _ _ _ _ _ _ _ _
Catatan: Tulisan ini murni opini penulis, redaksi tidak bertanggung jawab terhadap konten dan gagasan. Saran dan kritik silakan hubungi [email protected]

Jangan lupa berikan reaksi dan komentar Anda di kolom komentar di bawah ya! Selain apresiasi kepada penulis, komentar dan reaksi Anda juga menjadi semangat bagi Tim Redaksi 🙂

Silakan bagi (share) ke media sosial Anda, jika Anda setuju artikel ini bermanfaat!

Jika Anda ingin menerbitkan tulisan di Artikula.id, silakan kirim naskah Anda dengan bergabung menjadi anggota di Artikula.id. Baca panduannya di sini! 

Untuk mendapatkan info dan artikel terbaru setiap hari Anda bisa juga mengikuti Fanpage Facebook Artikula.id di sini!

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
1
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
4
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
3
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Laila Nur Rochmah
Mahasiswi S1 jurusan Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2013.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Puisi

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals