Nuansa Salat Tarawih di Masjid Al-Azhar

Salat di masjid Al-Azhar berarti mempertemukan dahi ataupun kening kita dengan dahi dan kening para ulama terdahulu, seperti Ibnu Hajar al-Asqalani dan Imam Suyuti.


Tahun ini adalah tahun pertamaku menghabiskan bulan Ramadan di Mesir. Harus dijalani meskipun terasa berat dan jauh dari keluarga. Ramadan kali ini memang terasa sangat berbeda. Aneka jenis makanan khas yang biasanya dijajakan di Indonesia tidak terlihat di Mesir, tapi di negara yang terkenal dengan Piramid dan Sungai Nil-nya ini sangat mudah ditemukan orang yang membagi-bagikan takjil gratis yang biasa disebut dengan Maidah ar-Rahman.

Ramadan merupakan bulan yang dinanti-nanti oleh penduduk Islam seluruh dunia. Bulan favorit untuk berburu amal kebaikan. Segala amal di bulan ini akan dilipatgandakan. Selain puasa, tarawih adalah salah satu ibadah yang paling ditunggu-tunggu, yang hanya ada di bulan suci ini.

Masyarakat Mesir dan juga Masisir (Mahasiswa Indonesia) akan berlomba-lomba memenuhi setiap saf masjid di Kairo. Ada masjid yang sudah sangat populer di dunia seperti masjid Al-Azhar, yang umurnya telah melampaui sepuluh abad dan telah melahirkan jutaan ulama.

Sorang senior pernah bercerita bahwa salat tarawih di sini berbeda dengan di tanah air. Kalau di Indonesia, pada awal-awal masjid maupun musala akan terasa sesak dan penuh, tetapi saat sudah memasuki pertengahan Ramadan, jamaah mulai menurun dan puncaknya di akhir Ramadan, masjid akan semakin sepi. Karena sebagian besar mereka akan berburu pakaian baru yang akan dikenakan setelah salat Idul Fitri nanti.

Sedangkan di Kairo terbalik. Masjid dipenuhi jamaah dari awal sampai akhir, bahkan di akhir Ramadan akan lebih padat lagi. Orang-orang akan berbondong-bondong untuk melaksanakan iktikaf hingga menjelang subuh tiba, apalagi di masjid Amr bin Ash yang jamaahnya akan meluber penuh sampai ke pinggir jalan.

Masjid Al-Azhar merupakan cikal bakal terbentuknya Universitas Al-Azhar, yang telah ada sejak Dinasti Fatimiyyah yang awalnya berideologi Syiah yang kemudian harus rela melepaskannya setelah takluk dari Panglima Salahuddin al-Ayyubi yang berideologi Sunni. Kemudian perombakan besar-besaran dilakukannya termasuk dari segi akidah.

Ada banyak halaqah talaqqi yang disajikan oleh para masyaikh di masjid Al-Azhar dan sekitarnya setiap hari. Pengajian seperti itu semakin semarak dan ramai oleh para pelajar khususnya dari Nusantara. Dan khusus di bulan Ramadan, ada berbagai macam Dauroh yang disiapkan untuk menghiasi bulan suci ini.

Kini, pesona masjid Al-Azhar semakin memukau setelah bertahun-tahun direnovasi. Masjid tersebut terlihat sangat indah dan mempesona. Melaksanakan tarawih di masjid tersebut akan membuat siapa saja betah.

Di masjid Al-Azhar salat tarawih dilaksanakan dengan 20 rakaat ditambah Witir 3 rakaat. Imam akan membaca 1 juz dalam setiap malam. Ditambah dengan suara merdu sang imam, kelamaan berdiri akan tergantikan dengan bacaan merdu  imam.

Qunut saat salat Witir yang biasanya dilakukan saat pertengahan Ramadan berbeda dengan di sini. Di masjid Al-Azhar, witir dilakukan sebulan penuh, mengikuti salah satu riwayat di mazhab Syafi’i.

Tidak hanya itu, ceramah yang biasanya ada di beberapa masjid Indonesia juga ada di masjid Al-Azhar. Ceramah pendek akan dibawakan setelah 8 atau 10 rakaat sebagai suntikan penyemangat dalam mengarungi bulan penuh berkah ini. Dan air putih segar akan menjadi penunda kehausan yang biasanya disiapkan di sekitar area masjid.

Salat di masjid Al-Azhar adalah hal yang sangat istimewa. Al-Muhaddits Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad Umar Hasyim mengatakan, “Kami banyak mendengar dari masyaikh kami, dari guru ke guru mereka di masjid Al-Azhar: kesaksian eksperimental bahwa berdoa di antara tiang-tiang masjid Al-Azhar mustajab.”

Masjid Al-Azhar telah dibangun oleh para ulama dan di dalamnya tidak ada sejengkal tanah pun kecuali telah menjadi tempat sujud para ulama. Salat di masjid Al-Azhar berarti mempertemukan dahi ataupun kening kita dengan dahi dan kening para ulama terdahulu, seperti Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Suyuti, Muhammad Abduh, Rasyid Ridha, bahkan dikatakan bahwa Ibnu Khaldun pernah ikut mengajar saat berkunjung ke Mesir.

Semoga amal ibadah kita di bulan suci ini diterima oleh Allah SWT.

Wallahu a’lam.

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
3
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
1
Tidak Suka
Suka Suka
12
Suka
Ngakak Ngakak
1
Ngakak
Wooow Wooow
3
Wooow
Keren Keren
6
Keren
Terkejut Terkejut
2
Terkejut
Hari Bakti

Hari Bakti adalah salah satu mahasiswa di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Pojok

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals