Nasehat Sang Maha Cinta Terhadap Kaum Jomblo

"..kaum jomblo yang tertindas dan non jomblo itu memiliki perbedaan konseptual tentang cinta dan kebenaran.."


Pabila cinta menyerumu, ikutiah dia, walau jalannya terjal berliku.

Dan pabila sayapnya merangkulmu, serahkanlah jiwamu,

meski pedang tersembunyi di balik sayap itu melukaimu

(Kahlil Gibran)

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah”(QS Adz-Dzariyat:49)Sepenggal ayat tersebut kerap dijadikan sebagai instrumen pembulian terhadap kaum jomblo yang tertindas. Kaum jomblo itu dianggap seperti binatang gurun pasir yang menahan dahaga kesepian dari status quonya (kesendirian).

Jomblo diklaim sebagai sebuah penderitaan, ujian dan bahkan kutukan. Apabila hujan turun di saat malam minggu, para non jomblo berspekulasi bahwa ini adalah akibat dari do’a kaum-kaum jomblo yang tertindas. Seperti Iblis yang selalu dituduh sebagai penyebab segala kemaksiatan yang dilakukan manusia, dikarenakan manusia tersebut dihegemoni oleh Iblis.

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang terjaga kesuciannya oleh Sang Maha Suci. Al-Qur’an diberikan kepada umat manusia sebagai pedoman hidup, sebagai “navigator” dalam mengarungi luasnya samudera Cinta-Nya, untuk menentukan arah dan tujuan di mana semestinya berlabuh agar manusia tidak tersesat dan terseret oleh hantaman gelombang kehidupan.

Akan tetapi, seperti sebuah gunting yang dapat digunakan untuk memotong benang permusuhan juga dapat digunakan untuk memotong benang persaudaraan. Tergantung siapa yang menggunakan gunting tersebut dan ada kepentingan apa didalamnya. Begitupun Kitab Suci, tak jarang digunakan sebagai penguat atas nama pembenaran dirinya atau kelompoknya.

Dalam konteks kejombloan, Al-Qur’an sering digunakan sebagai senjata mematikan bagi kaum non jomblo untuk menyerang  kaum jomblo yang tertindas.

Bagaimana tidak, kaum jomblo yang tertindas dibenturkan dengan sejumlah kisah cinta yang ada dalam Al-Qur’an, seperti bagaimana tentang kisah pertemuan kembali Adam dan Hawa setelah lama terpisah dan  bertemu kembali di bukit cinta (Jabal Rahmah) dan juga kisah cinta bak Roman Raja Sulaiman dengan Ratu Bilqis yang akan membuat kaum jomblo baper sekaligus menghela napas panjang.

Seperti tokoh mbak Kirani dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! yang mengimani Iblis karena sekian lama iblis dicaci, dimaki, dimarginalkan tanpa ada satupun yang mau mendengarnya. Sekali-kali bolehlah mendengarnya, supaya ada keseimbangan informasi. Begitupun dengan kaum jomblo yang tertindas, bolehlah mendengarkan pembelaannya.Supaya ada keseimbangan informasi juga.

Status Jomblo, menurut kaum jomblo yang tertindas sendiri memiliki suatu keindahan,kenikmatan,kedamaian dan kesucian tersendiri didalamnya. Tentu saja bukan tanpa alasan, kaum jomblo bukan sekumpulan tong kosong yang hanya nyaring bunyinya.

Alasan pertama, kaum jomblo lebih leluasa dan secara objektif dan natural dapat melihat berbagai macam warna-warna keindahan yang utuh, bukan hanya tertuju pada satu objek saja yang mana bila hanya satu objek saja akan mengurangi atau bahkan menghilangkan nilai-nilai keindahan yang ditaburkan oleh Tuhan di dunia yang seharusnya kita manfaatkan.

Kedua, kaum jomblo juga dapat merasakan segala macam kenikmatan, seperti kenikmatan kejombloan yang tentunya tidak dimiliki oleh kaum non jomblo. Secara merdeka menjalani segala sesuatu dengan penuh kenikmatan. Baik itu nikmat yang memang sudah nikmat maupun nikmat yang sebelumnya dianggap belum nikmat, dan jomblo itu adalah makhluk Tuhan yang paling berpotensi dalam mensyukuri nikmat Tuhan dan tak pernah mendustakannya.

Ketiga, meski kaum jomblo tidak disibukkan dengan seribu satu macam problema pasang-surut relasi dengan pasangan, namun jangan pernah beranggapan bahwa kaum jomblo itu tidak mempunyai cinta. Kaum jomblo mempunyai program khususdalam perangkat otak dan jiwanya terkait konsep tersendiri mengenai cinta.

Kaum jomblo sangat menjaga kesucian cintanya, apalagi kaum jomblo radikal, yang menganggap bahwa cinta yang suci dan cinta yang murni adalah cinta yang terjaga dalam hati dan tidak pernah diucapkan, karena cinta akan ternodai apabila diucapkan.

Masih banyak lagi alasan-alasan lain, karena dalam hal membuat alasan tak ada yang mampu mengalahkan kaum jomblo. Dan begitulah informasi yang diberikan oleh kaum jomblo yang tertindas, semoga saja kaum jomblo yang tertindas diberikan ketabahan dalam menghadapi segala bentuk hinaan dan penindasan yang ditujukan kepadanya. Aminn!!.

Perlu diketahui, kaum jomblo yang tertindas dan non jomblo itu memiliki perbedaan konseptual tentang cinta dan kebenaran. Masing-masing dari kebenaran objektif itu bukan untuk saling dipertarungkan, melainkan untuk disimpan dan yang dikeluarkan adalah cukup kedamaian, kebijaksanaan dan persaudaraan. Bukankah dalam Al-Qur’an kita hanya diperintakahkan untuk fastabiqul khoirot (Al-Ma’idah 48), sedangkan yang menjadi juri atau penilai adalah Tuhan sendiri.

Teringat sebuah pesan kawan lama: “Tuhan menciptakan kalian dari manifestasi cinta-Nya terhadap sang kekasih, maka kembalilah kalian dengan Cinta. Jadikanlah cintamu terhadap sesamamu, istrimu, anakmu, ayah dan ibumu serta semua ciptaan-Nya sebagai wasilah untuk mengantarkanmu menuju Cinta-Nya. Cinta yang sejati adalah Cinta-Nya terhadap ciptaan-Nya, karena Ia adalah Sang Maha Cinta.

Kepada bunga mawar yang tumbuh diantara hamparan pasir, dan binatang gurun kehausan mencari oasis. Bunga mawar dengan duri tajam yang mencakar langit-langit, sementara binatang gurung belum jua hilang dahaga. Salam.

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
1
Sedih
Cakep Cakep
3
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
7
Suka
Ngakak Ngakak
9
Ngakak
Wooow Wooow
2
Wooow
Keren Keren
3
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Andre Hanura

Andre Hanura adalah mahasiswa prodi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia menjabat sebagai Ketua Umum LPM Humanius Ushuluddin.

Comments 1

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Pojok

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals