Perjalanan Tafsir Nusantara (Dari Klasik Hingga Modern)

Kiai-kiai terdahulu memasukkan unsur Nusantara ke dalam tafsirannya selain sebagai ciri khas, tentunya agar mudah dipahami oleh masyarakat.


quran-nusantara.blogspot.com

Tafsir masih terdengar asing di beberapa kalangan masyarakat, apalagi dengan embel-embel “Nusantara”. Bagaimana tidak, jika yang menjangkau tafsir ini hanya pemburu makna saja? Nah, sebagai warga Nusantara, sangat penting menimba informasi kekayaan Nusantara itu sendiri. Jadi, tafsir ini sendiri bukan hanya sebagai perwakilan dari bidang keagamaan tapi juga kebudayaan tentunya.

Sebelum bertransformasi menjadi Tafsir Nusantara, tafsir yang merupakan syarahan dari al-Quran ini identik dengan dunia ke-timur-an (Arab). Termotivasi untuk berdakwah, kiai-kiai terdahulu memasukkan unsur Nusantara ke dalam tafsirannya selain sebagai  ciri khas, tentunya agar mudah dipahami oleh masyarakat. Kreativitas para kiai ini selalu mengikuti zamannya, untuk mewujudkan al-Quran shohih li kulli zaman wa makan.

Mufassir harus mempunyai skill tinggi dan mumpuni untuk menghadapi masyarakat heterogen ini. Nashruddin Baidan membagi tafsir ke dalam beberapa periode, yaitu klasik, pertengahan, pra-modern, dan modern. Masing-masing periode ini memiliki ciri khas, di mana awalnya masih kaku dan saklek lambat laun melunak dan membaur dalam kemodernan abad 20. Masa klasik beriringan dengan masuknya Islam ke Nusantara, jadi tafsir ini masih oral, sederhana, juga sporadis. Tafsir yang populer pada masa ini adalah Turjuman al-Mustafid (1675 M) karya Abdul Rauf as-Sinkili seorang ulama Melayu pertama yang juga seorang pendakwah. Turjuman al-Mustafid adalah satu-satunya karya Abdul Rauf dalam bidang tafsir, selain itu banyak karya pada bidang tasawuf, fiqih, hadis, dsb.

Masuk pada periode pertengahan, ijtihad dari penafsir mulai mengisi halaman-halaman karyanya. Perkembangannya masuk pada tahap sifat yang umum, global dan tidak terpengaruh dari pikiran tertentu. Tafsir Jalalain menjadi patokan dalam penulisan tafsir kala itu. Melayu sebagai pelopor karya tafsir tentunya mempengaruhi tafsir yang lahir setelahnya, seperti bahasa dan aksara berupa Jawi, Pegon, Sunda, Bugis, dll. Setelah sukses mencantumkan ijtihad dalam tafsirnya, mufasir mulai melakukan sistem pengajaran tafsir berupa guru yang membacakan dan memberi penjelasan kepada murid-muridnya dalam sebuah kajian. Namun, sangat disayangkan masa pra-modern yang dibarengi berkecamuknya politik Belanda membuat tafsir mengalami stagnasi sehingga fiqih lebih mendominasi kajian keilmuan Islam.

Periode modern (abad ke-20) banyak memberi efek samping pada penafsiran. Meskipun patokan tafsir masih Tafsir Jalalain, namun unsur lain juga masih sama, di antaranya imbas dari peristiwa Sumpah Pemuda dan Kemerdekaan Indonesia. Orang-orang masih sibuk dengan membentuk lembaga dalam upaya memerdekakan Indonesia sehingga fiqih dan bahasa Arab lebih diutamakan.

Tafsir yang lahir pada periode awal ini berupa tulisan berbahasa Indonesia dengan tulisan latin bernuansa kental nasionalis. Kontribusi Kemerdekaan Indonesia antara lain, menurunnya angka buta huruf, berdirinya perguruan tinggi memudahkan ulama dalam mengajarkan tafsir yang sudah memiliki kurikulum pengembangan pemikiran di dalamnya. Hasil penafsiran antara tahun 1951-1980 lebih terasa cita rasa nasionalisnya, dengan lahirnya banyak karya dari daerah dengan sentuhan kearifan lokal. Corak yang dulunya hanya ijmali sudah merambah pada sosial kemasyarakatan (adaby ijtima’i). Periode modern yang terakhir (tahun 2000-an) tentunya mengalami kemajuan, yang melahirkan tema baru yakni tematik dan komparatif.

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
2
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
0
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Chusna

Sekolah Tinggi Agama Islam Sunan Pandanaran Yogyakarta

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals