Satu Kata dan Perbuatan

Dibandingkan dengan dunia binatang, tingkah laku manusia sangat kompleks. Pengaruh budaya dan peradaban pun sangat mendalam.


Gambar: Pol Ledent Artwork: Phoenician memories | AbsoluteArts.com

Manusia mendapat anugerah Allah swt berupa empat petunjuk, yakni naluri, panca indera, akal pikiran, dan agama sebagai bekal mengarungi hidup di dunia. Manusia dan binatang keduanya dianugerahi Allah swt dua petunjuk pertama, yakni naluri dan panca indera.

Naluri atau insting adalah dorongan yang tak berdasarkan logika atau rasio. Dorongan atau kecenderungan itu membuat organisme berbuat dengan cara tertentu untuk memenuhi kebutuhan vitalnya. Perbuatan semacam itu tidak berdasarkan pertimbangan pengalaman yang diperoleh terdahulu dan tidak pula berrdasarkan pertimbangan logika.

Binatang bertingkah laku berdasarkan dorongan naluri belaka. Taraf kedewasaan pada binatang pada umumnya dicapai dengan mengalami proses metamorphosis. Seekor binatang dewasa, tanpa memiliki pengalaman-pengalaman hidup terdahulu mengenai bagaimana memperoleh makanan dan memperkembangbiakkan jenisnya, dapat melaksanakan tugas itu dengan sempurna.

Seekor anak ayam yang sangat muda bilamana melihat butir-butir beras akan mematuk-matuknya untuk dimakan sebagai reaksi atas rasa lapar. Tindakan itu dapat dilakukannya juga andaikata ia diasingkan dari induknya sekalipun. Hewan yang bertaraf lebih tinggi juga memiliki naluri atau dorongan untuk hidup berkawan.

Naluri parental, yakni dorongan untuk menjadi “orang tua terhadap anak” juga tampak pada binatang mamalia, misalnya kambing, kucing, dan anjing, sebagai ikhtiar membela dan menyusui anak-anaknya. Secara dasariah manusia memiliki naluri seperti itu pula. Begitu bayi lahir dan didekatkan ke payudara ibunya ia akan menyusu.

Naluri dan panca indera saja tidak cukup untuk menjalankan tugas kehidupan, karena keduanya dapat tertipu oleh keterbatasannya. Bagi orang sakit hidangan lezat terasa tak enak, minuman manis terasa pahit. Rel kereta api makin jauh makin merapat. Sebatang tongkat bila dimasukkan ke dalam air jadi bengkok.

Dibandingkan dengan dunia binatang, tingkah laku manusia sangat kompleks. Pengaruh budaya dan peradaban pun sangat mendalam. Ditambah lagi adanya faktor kecerdasan akal pikiran yang selalu sangat pribadi. Orang bijak berkata, bahwa manusia adalah makhluk budaya. Dengan akal budi manusia makhluk membentuk peradaban.

Manusia pada saatnya niscaya mempertanggungjawabkan segala karunia yang telah dianugerahkan kepadanya, sesuai dengan firman-firman Allah swt dalam Al-Quran berikut.

Katakanlah, “Sungguh shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; demikianlah diperintahkan kepadaku dan aku orang pertama berserah diri” (QS 6:162-163).

Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu tidak mengetahui sesuatu apa pun, dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati, agar kamu bersyukur. (QS 16:78).

Janganlah mengikuti sesuatu yang engkau tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semua itu pasti akan diminta pertanggungjawabnya.(QS 17:36).

Pada hari ketika lidah, tangan, dan kaki mereka bersaksi atas mereka terhadap apa yang dahulu selalu mereka kerjakan. Pada hari itu Allah akan memberi mereka balasan setimpal dan tahulah mereka bahwa Allah Maha Benar lagi Maha Menjelaskan. (QS 24:24-25).

Wahai orang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan? Sangat besar murka Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tak kamu kerjakan. (QS 61:2-3).

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah pula. Masa mengandung dan menyapihnya yang sempurna adalah tiga puluh bulan. Apabila telah dewasa dan mencapai umur 40 tahun ia berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahilah aku kesadaran untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan untukku pada keturunanku. Sungguh aku bertobat kepada-Mu dan sungguh aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS 46:15).

Siapa yang mengerjakan amal saleh, laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia mukmin, sungguh Kami pasti akan menganugerahkan kepadanya kehidupan yang baik dan Kami benar-benar akan memberikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan. (QS 16:97).

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami hanyalah Allah,” kemudian mereka meneguhkan pendirian, malaikat akan turun kepada mereka seraya mengatakan, “Janganlah takut menghadapi masa depam dan janganlah bersedih. Bergembiralah dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah para pelindungmu dalam kehidupan di dunia dan akhirat. Di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta. (QS 41:30-31).

Demi waktu sepanjang sejarah. Sungguh manusia dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan mengerjakan amal kebaikan, dan saling menasihati untuk  kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. (QS 103:1-3).

Siapa yang berbuat baik dibalas sepuluh kali dari perbuatan yang sama; dan siapa yang berbuat jahat dibalas sama dengan kejahatannya. Mereka tidak dirugikan. (QS 6:160).

Timbangan pada hari itu benar. Siapa yang berat timbangan kebaikannya mereka itulah orang-orang yang beruntung. Siapa yang ringan timbangan kebaikannya mereka itulah orang yang merugikan diri sendiri, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. (QS 7:8-9).

“Bagian terbaik dari hidup seseorang adalah perbuatan-perbuatan baik dan kasihnya yang tidak diketahui orang lain,” kata William Wordsworth.

Albert Einstein pernah berkata, “Hidup ini seperti orang naik sepeda. Supaya terjaga keseimbangannya, Anda harus berjalan.” Andre Gide berpesan, “Jangan pernah berhenti meyakini bahwa hidup ini akan menjadi lebih baik, bagi kehidupan Anda sendiri maupun bagi kehidupan orang lain.”

Permata kehidupan yang Anda cari tidak terdapat di puncak gunung atau di tengah lautan, tetapi di dalam diri Anda; yang Anda butuhkan hanyalah menggalinya –Russel H. Conwell.

Tiba-tiba Anda memahami sesuatu yang telah Anda mengerti sepanjang hidup Anda, tetapi dengan cara berbeda. Itulah artinya belajar –Doris Lessing.

PIKIRAN membuahkan perkataan
PERKATAAN membuahkan perbuatan
PERBUATAN membuahkan kebiasaan
KEBIASAAN membuahkan kepribadian
KEPRIBADIAN membuahkan nasib.

NASIB BAIK dan BURUK seseorang di dunia dan di akhirat adalah buah pikiran, perkataan, perbuatan, dan kebiasaaan, serta kepribadiannya di dunia.

Baca tulisan-tulisan Muhammad Chirzin lainnya: Kumpulan Tulisan Prof. Dr. Muhammad Chirzin, M.Ag.

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
1
Cakep
Kesal Kesal
1
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
2
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
1
Wooow
Keren Keren
1
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Muhammad Chirzin
Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, M.Ag. adalah guru besar Tafsir Al-Qur'an UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Anggota Tim Revisi Terjemah al-Qur'an (Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur'an) Badan Litbang Kementrian Agama RI.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals